Sukses

Kena Servisitis Saat Hamil, Bahaya atau Tidak?

Servisitis atau radang pada rahim juga bisa terjadi pada ibu hamil. Apakah kondisi ini bisa mengancam keselamatan janin dalam kandungan?

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi kesehatan vagina ibu hamil harus senantiasa terjaga agar proses persalinan dapat berjalan dengan lancar. Sayangnya, terkadang ada wanita yang mengalami gangguan kesehatan pada organ intim tersebut. Beberapa di antaranya ada yang terjangkit servisitis, di mana kondisi tersebut bisa memengaruhi kehamilan dan proses persalinan.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, servisitis adalah peradangan yang terjadi pada serviks atau mulut rahim. Kondisi ini menimbulkan pembengkakan dan keluarnya nanah beserta lendir, sehingga membuat wanita yang mengalaminya merasa tidak nyaman.

Penyebab tersering dari servisitis adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Beberapa penyakit yang dimaksud, antara lain:

  • Gonore
  • Chlamydia
  • Herpes kelamin
  • Kutil kelamin
  • Trichomoniasis
  • Mycoplasma dan ureaplasma.

Dikatakan oleh dr. Astrid, servisitis tak cuma bisa dipicu oleh hubungan dan penyakit menular seksual. Kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh alergi dan faktor lain, seperti:

  • Alergi terhadap kondom lateks
  • Alergi terhadap spermisid yang digunakan untuk KB
  • Iritasi akibat penggunaan tampon atau semacamnya
  • Iritasi akibat paparan bahan kimiawi
  • Ketidakseimbangan bakteri di vagina 
  • Penyakit kanker. 
1 dari 2 halaman

Bahaya servisitis yang perlu Anda tahu

Sebelum hamil, ada baiknya jika Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit menular seksual yang dialami. Sebab, semakin cepat terdeteksi, penyembuhannya pun akan lebih mudah untuk dilakukan.

Namun, jika servisitis terlambat dideteksi atau diobati dan Anda sudah terlanjur hamil, komplikasi yang bisa terjadi meliputi:

  • Melahirkan secara prematur
  • Keguguran
  • Mata dan paru-paru bayi yang baru dilahirkan berisiko terinfeksi. 

Dengan kata lain, servisitis berbahaya bagi ibu hamil. Meski demikian, bahaya yang ditimbulkan kondisi ini lebih berdampak pada janin yang ada di dalam kandungannya.

Atas dasar itu, ibu hamil yang sebelumnya sempat bergonta-ganti pasangan seksual atau melakukan hubungan seksual berisiko, memeriksakan diri ke dokter sebelum menjalankan program hamil adalah sebuah kewajiban yang mesti dilakukan.

Mengobati dan mencegah servisitis

Mengobati servisitis pada wanita yang sedang tidak hamil lebih mudah ketimbang pada wanita yang sedang hamil. Ini karena servisitis bisa diobati dengan pemberian antibiotik. Sedangkan, saat hamil, tak semua antibiotik boleh dikonsumsi.

Dilansir dari beberapa sumber, ibu hamil yang menderita servisitis tidak boleh mengonsumsi doksisiklin, ofloxacin dan levofloxacin. Jenis antibiotik yang lebih aman dikonsumsi oleh ibu hamil yang terkena servisitis adalah azithromycin atau amoksisilin. Dosis dan cara mengonsumsi jenis antibiotik tersebut harus sesuai dengan resep maupun anjuran dari dokter.

Nah, bagi wanita yang masih sehat dan tak ingin mengalami servisitis, menjaga kebersihan dan kesehatan organ vagina adalah hal yang wajib dilakukan. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk tidak menggunakan produk pembersih daerah kewanitaan secara berlebihan dan tidak berhubungan seksual dengan orang punya penyakit menular seksual.

Bagaimana dengan penggunaan kondom? Kondom memang bisa mencegah tertularnya penyakit tersebut. Akan tetapi, apabila Anda termasuk wanita yang alergi terhadap kondom lateks, kemungkinan terjadinya terjadinya servisitis masih tetap tinggi.

Mengetahui bahwa servisitis berbahaya dan bisa mengancam keselamatan janin dalam kandungan, wanita yang hendak menjalankan program hamil sebaiknya selalu menjaga kesehatan organ intim dan melakukan skrining kesehatan secara menyeluruh. Namun, jika servisitis sudah telanjur terjadi, segerakan untuk berobat ke dokter. Jangan menunda-nunda, apalagi jika Anda ingin menjalani kehamilan yang sehat.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar