Sukses

Balita Konsumsi Wasabi, Apakah Boleh?

Wasabi yang biasa ada di restoran sushi memiliki aroma menyengat dan rasa pedas yang nyelekit. Apakah boleh jika diberikan pada balita?

Klikdokter.com, Jakarta Belum lama ini beredar video orang tua dari negara barat yang memberikan wasabi pada balita sebagai bahan candaan. Hal ini lantas memicu kontroversi, karena wasabi dikenal memiliki aroma yang menyengat dan rasa pedas yang mirip balsam.

Tak heran, sebagian beranggapan bahwa memberikan wasabi pada balita merupakan hal yang buruk dan termasuk dalam child abuse. Namun, ada pula yang menganggap bahwa tindakan tersebut hanyalah candaan semata sehingga tidak perlu dianggapi terlalu serius.

Bagaimana medis menanggapi?

Perlu Anda tahu, wasabi adalah salah satu bahan makanan yang umumnya ditemukan di restoran sushi sebagai penambah rasa. Wasabi berasal dari akar tumbuhan bernama Wasabia japonica, yang jika dikonsumsi memberikan rasa pedas yang berbeda dengan cabai.

Terkait pemberian wasabi pada balita, medis sebenarnya tidak melarang hal tersebut. Namun, cara memberikannya harus benar-benar tepat dan sangat berhati-hati. Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait pemberian wasabi pada balita, yaitu:

  • Anak sudah dapat mengonsumsi makanan padat dengan baik
  • Hanya boleh diberikan dalam jumlah sedikit dan tidak terlalu sering
  • Seiring dengan pertambahan usia anak, jumlah dan frekuensi pemberian wasabi dapat ditingkatkan dalam jumlah yang wajar dan sangat terbatas.

Sebenarnya, apabila diberikan dengan cara yang baik dan benar, wasabi bisa memberikan beragam manfaat kesehatan pada balita. Beberapa manfaat yang dimaksud, di antaranya:

  1. Mencegah infeksi

Wasabi mengandung zat antimikroba, yang bermanfaat untuk membunuh bakteri. Zat Isothiosinate dalam wasabi mampu mencegah pertumbuhan berbagai jenis bakteri dan jamur. Itu sebabnya menambahkan sejumlah kecil wasabi dalam makanan balita bisa membantu mencegah terjadinya penyakit infeksi.

  1. Mencegah peradangan

Dalam jumlah kecil, wasabi memiliki efek anti peradangan. Namun jika diberikan dalam jumlah besar alias terlalu banyak, hal ini justru dapat memicu peradangan akibat iritasi. Itulah mengapa pemberian wasabi pada balita tidak boleh terlalu sering dan berlebihan.

  1. Mencegah gigi berlubang

Gigi berlubang pada anak disebabkan oleh bakteri yang menempel pada gigi. Bakteri tersebut umumnya bersembunyi di balik karang gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Wasabi memiliki efek antibakteri yang dapat mencegah pertumbuhan kuman pada gigi, sehingga turut mencegah terjadinya gigi berlubang pada si Kecil.

  1. Detoks

Wasabi juga merupakan detoxifier alami yang dapat membantu hati menghilangkan racun dari dalam tubuh.

  1. Melancarkan pencernaan

Jika dikonsumsi dalam jumlah sedikit, wasabi dapat membantu menghilangkan racun di saluran cerna dan meningkatkan nafsu makan. Selain itu, serat yang terkandung dalam wasabi juga dapat melancarkan proses pencernaan.

Perhatikan ini!

Meski telah dijelaskan bahwa wasabi dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi balita, pemberiannya meski harus dilakukan secara tepat dan hati-hati. Jika sembarangan, bukan tidak mungkin buah hati Anda malah akan merasakan beragam efek samping merugikan.

Selain itu, waspadai kemungkinan munculnya reaksi alergi. Ini karena wasabi juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada anak, meski kasusnya jarang. Apabila memang muncul gejala gatal, kemerahan di tubuh, biduran, sesak napas, batuk, diare, muntah dan nyeri perut setelah balita mengonsumsi wasabi, hentikan pemberian dan berkonsultasilah dengan dokter.

(NB/  RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar