Sukses

Penyebab Telinga Sakit yang Jarang Diketahui

Telinga sakit bisa mengganggu aktivitas. Kenapa telinga terasa sakit? Apakah berbahaya? Mari ketahui berbagai penyebab telinga sakit berikut ini!

Telinga sakit cukup umum terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Penyebab kondisi ini pun sering kali dikesampingkan. Padahal, gangguan kuping sakit bisa menjadi gejala berbagai penyakit.

Sebagian besar keluhan nyeri telinga hanya memengaruhi satu telinga. Tapi, ada juga beberapa kasus yang terjadi pada kedua telinga sekaligus. Sensasi sakitnya bisa terasa tumpul, tajam, atau terbakar, serta dapat muncul secara konstan atau hilang dan timbul.

Telinga sakit bisa menjadi pertanda awal berbagai penyakit seperti influenza, alergi, atau infeksi. Saat Anda mengalami infeksi telinga, keluhan seperti demam dan penurunan pendengaran sementara dapat terjadi.

Kuping sakit sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut beberapa di antaranya:

1. Penumpukan Kotoran Telinga

Normalnya, telinga memproduksi dan menyapu kotoran keluar sepanjang waktu. Saat prosesnya tidak berhasil, kotoran tersebut menumpuk dan mengeras. Akibatnya, saluran telinga tersumbat dan menimbulkan rasa sakit.

Bukan hanya rasa sakit, Anda juga akan mengalami penurunan pendengaran. Karena, getaran suara terhalang masuk ke telinga akibat kotoran yang mengeras.

Hati-hati, menggunakan kapas, cotton bud, atau benda lain untuk mengeluarkan kotoran telinga hanya akan mendorongnya jauh lebih dalam pada saluran telinga. Jadi, tindakan tersebut tidak disarankan.

Lebih baik, rutin lakukan pembersihan telinga ke dokter umum atau dokter spesialis THT.

Artikel lainnya: Ini Dampak Malas Bersihkan Telinga

1 dari 3 halaman

2. Perubahan Tekanan Udara

Dalam keadaan normal, telinga berfungsi menjaga tekanan di kedua sisi gendang telinga agar tetap seimbang. 

Akan tetapi, ketika Anda mengalami perubahan tekanan udara yang sangat cepat seperti saat di pesawat atau lift, telinga akan mengalami ketidakseimbangan tekanan udara. Efeknya, telinga akan terasa nyeri. 

Jika hal tersebut dibiarkan, maka gendang telinga akan terus tertekan hingga mengalami kebocoran. Rusaknya gendang telinga atau membran timpani akan menyebabkan gangguan pendengaran.

Untuk menghindari masalah tersebut khususnya di pesawat, coba kunyah permen karet, menguap, dan menelan saat lepas landas dan mendarat. 

Selain itu, hindari perjalanan udara dan aktivitas menyelam ketika Anda terkena pilek, infeksi sinus, atau reaksi alergi. 

3. Infeksi Telinga Luar

Bila merasakan sakit saat daun telinga ditarik atau didorong, Anda mungkin mengalami infeksi telinga luar. Hal ini biasanya terjadi akibat air yang disertai bakteri masuk dan terperangkap di saluran telinga.

Infeksi telinga luar merupakan salah satu penyebab paling sering terjadinya nyeri pada telinga. Walaupun begitu, kondisi ini bukanlah masalah serius dan dapat segera membaik bila cepat diatasi.

Kuping mungkin menjadi merah, bengkak, gatal, dan keluar cairan nanah. Bila perlu, kunjungi dokter agar dapat diberikan terapi yang tepat.

Meski tidak menular, jaga telinga agar selalu kering saat mandi ataupun berenang untuk menghindari infeksi telinga luar.

Artikel lainnya: 4 Cara Efektif Mencegah Infeksi Telinga, Bagaimana Caranya?

2 dari 3 halaman

4. Infeksi Telinga Tengah

Pilek, alergi, atau infeksi rongga sinus dapat menyumbat tabung di antara telinga tengah dan tenggorokan ujungnya menyebabkan telinga sakit. Ketika hal ini terjadi, cairan akan menumpuk di saluran tersebut dan menyebabkan infeksi. 

Kondisi itu biasa disebut otitis media. Biasanya, Anda akan mengalami nyeri telinga hebat yang diakhiri dengan keluarnya cairan kental dari telinga. Bila hal ini terjadi, berarti gendang telinga telah pecah dan rusak.

Oleh karena itu, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis THT ketika Anda merasakan nyeri hebat sebelum bertambah parah. Tindakan ini dapat mencegah komplikasi pecahnya gendang telinga.

Kalau diagnosis penyebab adalah bakteri, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik. Bila tidak, Anda dapat direkomendasikan perawatan alergi seperti pemberian dekongestan dengan antihistamin dan steroid hidung.

Mulai sekarang, jangan lagi menyepelekan telinga sakit. Sebab, jika terus dibiarkan, maka bisa saja nyeri tersebut bertambah parah dan justru menjadi pencetus penyakit lainnya yang lebih serius.

Konsultasikan masalah kesehatan telinga kepada dokter lebih cepat lewat Live Chat di KlikDokter.

(FR/JKT)

1 Komentar