Sukses

Masalah Kesehatan Gigi yang Sering Dialami Pengguna Narkoba

Dampak buruk narkoba pada kesehatan amat banyak, termasuk gigi dan mulut. Apa saja masalah gigi yang sering dialami pengguna narkoba?

Klikdokter.com, Jakarta Hingga detik ini, penyalahgunaan narkoba masih menjadi permasalahan serius yang belum bisa terselesaikan. Menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), ada 4 juta orang yang menyalahgunakan narkoba di Indonesia. Padahal, kesenangan dari penggunaan narkotika hanya sementara. Bahkan jauh lebih besar kerugiannya. Kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu hal yang bisa rusak karena penggunaan narkoba. Ada bebepa masalah gigi yang diketahui sering dialami pengguna narkoba. Apa saja?

Munculnya masalah di dalam rongga mulut merupakan salah satu efek akibat pemakaian narkoba. Perlahan, kesehatan gigi akan mulai terganggu. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jangka waktu penggunaan, cara pemakaian, jenis narkoba yang digunakan, serta kebersihan gigi dan mulut itu sendiri.

Masalah gigi yang sering dialami pengguna narkoba

Berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut yang bisa timbul akibat penggunaan narkoba di antaranya adalah:

  1. Mulut kering (xerostomia)

Xerostomia adalah kondisi rongga mulut yang lebih kering. Gangguan ini terjadi akibat adanya perubahan terhadap komposisi aliran air liur (saliva), sehingga menyebabkan fungsinya tidak bekerja dengan baik.

  1. Gigi berlubang

Selain mulut kering, pengguna narkoba juga diketahui sangat rentan mengalami karies gigi, yang mana ini juga dipengaruhi oleh aliran saliva.

Secara mekanis, air ludah berfungsi untuk membasahi rongga mulut dan makanan yang dikunyah. Nah, sekresi air ludahnya sedikit atau tidak ada sama sekali bisa memicu terjadinya lubang pada gigi.

Pada pemakai narkoba jenis isap, karies ditandai dengan adanya kerusakan yang parah pada permukaan gigi. Tak hanya pada satu gigi, tetapi bisa lebih. Kondisi tersebut juga dapat diperparah karena kebersihan mulut yang sudah buruk.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Penyakit gusi

Penyakit gusi (atau disebut juga sebagai penyakit periodontal) adalah penyakit yang disebabkan oleh kebersihan mulut yang  buruk. Penumpukan plak dan karang gigi terjadi karena kurangnya perhatian dan kesadaran dari pengguna narkoba dalam menjaga kesehatan mulutnya.

Karang gigi tersebut berasal dari plak yang mengeras dan termineralisasi secara perlahan. Bila karang gigi sudah melekat erat, satu-satunya cara untuk membersihkannya adalah dengan bantuan dokter gigi.

Jika tidak dibersihkan, karang gigi lama-kelamaan akan menumpuk, dan pada akhirnya akan menimbulkan iritasi pada gusi. Nantinya, gusi menjadi lebih mudah berdarah, terutama saat menyikat gigi. Kondisi ini juga dapat berkembang lebih parah hingga menyebabkan lepasnya perlekatan pada gusi dan gigi, sehingga gigi bisa lepas.

  1. Atrisi gigi

Atrisi gigi adalah kondisi hilangnya lapisan email hingga dentin akibat adanya gesekan antar gigi. Semakin sering terjadinya kontak antar gigi, semakin besar terjadinya atrisi.

Efek yang dapat terjadi akan memengaruhi sistem saraf, sehingga membuat pengguna menjadi lebih aktif. Hiperaktivitas pada otot-otot sekitar mulut tersebut memicu terjadinya kebiasaan buruk seperti bruxism (menggemeretakkan gigi). Hal ini juga dapat menyebabkan kelelahan pada sendi rahang atau temporomandibular joint (TMJ).

  1. Temporomandibular joint (TMJ) syndrome

Sindrom ini adalah kondisi timbulnya rasa nyeri para tulang temporal, yaitu dua sendi pada rahang dekat telinga. Sendi bersama otot dan ligamen membuka dan menutup rahang untuk berbicara, makan, dan menelan. Rasa sakit ini disebabkan oleh malfungsi sistem otot, ligamen, disk, dan tulang.

Jika kondisi ini dibiarkan saja tanpa perawatan, maka bisa menciptakan rasa sakit di kepala dan leher, nyeri pada wajah, sakit telinga, serta kesulitan dalam membuka dan menutup mulut. Tak hanya itu, penderitanya juga akan kesulitan saat menggigit atau mengunyah makanan. Kondisi ini adanya suara “klik” saat membuka dan menutup mulut.

  1. Meth mouth

Meth mouth adalah istilah kerusakan gigi dan mulut akibat jenis narkoba metamfetamin (meth). Efek oral penggunaan metamfetamin sangat buruk. Laporan telah menunjukkan adanya karies yang menjadi-jadi, dan menyerupai karies pada awal masa kecil. Ini yang disebut sebagai meth mouth. Pola khusus dari pembusukan gigi sering terlihat pada permukaan halus gigi dan permukaan interproximal pada gigi anterior.

Berdasarkan penjabaran di atas mengenai masalah kesehatan gigi yang sering dialami pengguna narkoba, terbukti bahwa narkoba sama sekali tak ada manfaatnya untuk kesehatan gigi dan mulut Narkoba juga bisa merusak kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, membentengi diri dari rongrongan narkoba adalah hal yang mutlak. Bagi para orang tua, merupakan hal yang mutlak untuk melindungi anak dari pengaruh pihak-pihak lain yang memakai zat terlarang tersebut.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar