Sukses

Kenali Gejala Kanker Prostat yang Dialami Arswendo Atmowiloto

Penulis dan wartawan Arswendo Atmowiloto dikabarkan tengah berjuang melawan kanker prostat. Kenali gejala kanker prostat lewat artikel ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kabar mengejutkan datang dari wartawan dan penulis Arswendo Atmowiloto. Penulis novel “Keluarga Cemara” itu dikabarkan selama dua bulan belakangan bergelut dengan kanker prostat. Dilansir dari Liputan6.com, Arswendo sudah dua kali menjalani operasi. Kondisinya yang sempat drop membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit.

Ada sejumlah gejala yang menyertai penyakit kanker prostat ini. Agar Anda bisa melakukan pencegahan sejak dini, tentu saja Anda perlu mengenali tanda-tanda tersebut.

Kebanyakan memburuk perlahan

Tidak seperti jenis kanker lainnya, kebanyakan kondisi kanker prostat memburuk perlahan. Seseorang bisa mengalaminya selama bertahun-tahun tanpa adanya gejala tertentu.

Namun, berdasarkan National Health Service UK, 1 dari 5 pria yang mengalami kanker prostat dapat mengalami perburukan dengan cepat. Usia rata-rata seorang pria terdiagnosis kanker prostat adalah 66 tahun. Meski begitu, sebanyak 10 persen kasus baru kanker prostat dialami oleh pria yang usianya di bawah 55 tahun.

Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal “Nature Reviews: Urology” pada tahun 2014, disebutkan bahwa pria yang terdiagnosis kanker prostat di bawah usia 55 tahun lebih tinggi risikonya untuk meninggal dunia karena kanker prostat itu sendiri dibandingkan penyebab lain. Peneliti dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, melaporkan bahwa untuk jenis tumor tertentu yang menyerang usia muda, tumor akan berkembang lebih cepat dan lebih invasif.

Diagnosis kanker prostat

Kanker prostat stadium awal sering kali tidak menimbulkan gejala dan biasanya ditemukan saat sedang skrining rutin, misalnya tes prostate serum antigen (PSA). PSA adalah salah satu pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan untuk membantu mengidentifikasi keberadaan kanker prostat.

PSA bersifat spesifik terhadap prostat, tetapi tidak spesifik untuk kanker. Peningkatan kadar serum dapat pula ditemukan pada keadaan hipertropi prostat jinak, infeksi atau peradangan prostat (prostatitis), infeksi saluran kencing, dan kondisi non keganasan lainnya. Sedangkan, diagnosis pasti kanker prostat ditentukan oleh adanya suatu gambaran adenokarsinoma (keganasan) pada spesimen biopsi prostat atau aspirasi sitologi.

Nilai normal PSA adalah 0-4 ng/mL. Meski belum terdapat nilai batas terendah yang diterima secara universal, tapi pada kebanyakan penelitian digunakan nilai batas >4 ng/mL lebih berisiko terhadap kanker prostat. Apabila nilainya >10 ng/mL, ini menandakan risiko tinggi terjadi kanker.

Untuk itu perlu juga dilakukan pemeriksaan penunjang lainnya, yaitu digital rectal examination (DRE), konsentrasi PSA, dan transrectal ultrasonografy (TRUS). Menurut American Cancer Society, skrining kanker prostat sebaiknya dilakukan saat pria sudah menginjak usia 40 tahun.

1 dari 2 halaman

Kenali gejala kanker prostat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kanker prostat stadium awal sering kali tak menimbulkan gejala apa pun. Namun, tetap ada gejala yang dapat timbul, antara lain:

  • Buang air kecil menjadi lebih sering
  • Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil
  • Sulit untuk memulai buang air kecil
  • Berkemih tidak lancar atau tersendat-sendat
  • Terdapat darah pada urine (hematuria)
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Nyeri saat ejakulasi
  • Sulit mempertahankan ereksi atau disfungsi ereksi
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman saat duduk (akibat pembesaran prostat).

Jika kanker sudah menyebar ke luar kelenjar prostat, seseorang bisa mengalami gejala:

  • Nyeri punggung, pinggul, paha, bahu, atau tulang lainnya
  • Pembengkakan di tungkai atau kaki
  • Penurunan berat badan drastis
  • Tidak bisa menahan buang air kecil dan buang air besar (jika kanker sudah menyebar ke tulang belakang)
  • Kelemahan pada tungkai (jika kanker sudah menyebar ke tulang belakang)

Itulah gejala kanker prostat, penyakit yang kini tengah menghinggapi sastrawan Arswendo Atmowiloto. Jenis kanker ini perlu diwaspadai karena pada stadium awal, kanker prostat tidak menimbulkan gejala. Karenanya, skrining rutin sangat penting terutama jika Anda berisiko tinggi, misalnya ada anggota keluarga yang mengalami kanker prostat.

Mengenali gejala kanker prostat seperti yang kini dialami Arswendo Atmowiloto amat penting bagi setiap pria. Dengan demikian, Anda bisa segera melakukan pencegaan sejak dini. Selain menjalani skrining rutin seperti yang disarankan di atas, menjalankan pola hidup sehat juga tidak kalah penting.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar