Sukses

Gejala Awal Kanker Serviks Sesuai Stadium

Terdapat empat stadium kanker serviks. Ketahui gejala awalnya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker serviks masih menjadi salah satu jenis kanker yang memiliki kejadian tertinggi di kalangan wanita di Indonesia. Selain itu, kanker serviks juga masih menjadi salah satu penyebab kematian pada wanita usia produktif. Data Global Cancer Observatory bahkan menyebutkan bahwa setidaknya ada 50 wanita setiap harinya yang meninggal akibat penyakit kanker serviks.

Seiring perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran, sebenarnya pengobatan kanker serviks yang ada sekarang bisa dibilang cukup efektif untuk memberantas sel kanker asalkan kanker ditemukan dalam stadium awal. Sayangnya, fakta yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kanker leher rahim baru diketahui saat sudah berada dalam stadium lanjut sehingga lebih sulit untuk diatasi.

Stadium pada kanker serviks

Meski menentukan stadium kanker serviks perlu pemeriksaan dokter, Anda tetap perlu mengenali tingkatan dalam penyakit ini. Secara sederhana, berdasarkan ukuran tumor dan luas tumornya, terdapat empat stadium kanker serviks, yaitu:

  • Stadium 1: Pada stadium ini, sel kanker berkembang biak dari permukaan mulut rahim ke bagian dalam jaringan mulut rahim. Selanjutnya perlahan masuk ke dalam rahim dan kelenjar getah bening yang ada di sekitar mulut rahim.
  • Stadium 2: Pada stadium ini, sel kanker masuk ke dalam rahim (uterus), tetapi tak sampai menembus organ lain di sekitar rahim. Namun demikian, sel kanker juga bisa ditemukan pada kelenjar getah bening di daerah sekitar rahim.
  • Stadium 3: Sel kanker mulai menembus vagina dan juga masuk ke dalam rongga panggul. Selain itu, sel-sel ganas tersebut juga bisa menyumbat ureter (saluran yang mengalirkan air seni dari ginjal ke dalam kandung kencing).
  • Stadium 4: Pada tahap ini kanker menjalar ke organ-organ lainnya, termasuk organ yang letaknya jauh dari rahim, seperti hati, tulang, dan paru.

Selain keempat stadium tersebut, terdapat pula tahapan penyakit yang disebut sebagai tahap prekanker. Kondisi ini terjadi sebelum stadium 1.  Pada tahap ini, mulai muncul sel-sel abnormal di daerah mulut rahim yang lama kelamaan akan berkembang menjadi sel kanker seiring berjalannya waktu jika tak ada pengobatan yang dilakukan.

Gejala kanker serviks sesuai stadiumnya

Pada umumnya stadium kanker serviks tak dapat dideteksi hanya dari gejala yang dialami. Hal ini karena gejala kanker serviks pada satu orang dengan orang lainnya sangatlah bervariasi. Bahkan, pada sebagian besar penderita kanker serviks, tak ditemukan keluhan atau gejala apapun pada stadium awal sakit.

Sekalipun ada tanda-tanda, gejalanya sering kali tidak disadari penderitanya karena tidak terasa sebagai sesuatu yang serius seperti perdarahan dari vagina setelah hubungan intim, rasa tidak nyaman saat hubungan intim, keputihan, atau nyeri hilang timbul di daerah panggul.

Satu-satunya hal yang bisa dipercaya untuk dapat memastikan ada tidaknya kanker serviks adalah dengan pemeriksaan medis. Pada tahap awal, yang perlu dilakukan adalah pemeriksan skrining kanker serviks berupa pap smear atau inspeksi visual asetat (IVA).

Jika ditemukan adanya sel tidak normal, maka akan dilakukan pemeriksaan biopsi dengan mengambil sedikit sampel jaringan dari daerah mulut rahim untuk mengonfirmasi adanya kanker serviks. Jika memang benar kanker serviks terjadi, selanjutnya dilakukan berbagai pemeriksaan radiologi untuk menentukan stadium kankernya.

Pemeriksaan radiologi tersebut bisa berupa pemeriksaan CT scan (computer tomography scan), MRI (magnetic resonance imaging), PET scan (positron emission tomography), dan sebagainya. Setelah stadium kanker serviks ditentukan melalui berbagai pemeriksaan, barulah dokter akan menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan stadium kankernya.

Penyakit kanker serviks sering kali tak menunjukkan gejala yang khas. Setiap penderita mengalami gejala yang khas, dan tidak sama dengan yang dialami oleh penderita lainnya. Cara terbaik untuk bisa mencegah dan menangani kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan skrining rutin setiap 1-3 tahun sekali melalui pemeriksaan pap smear atau IVA.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar