Sukses

Sering Menunda Pekerjaan, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Beberapa orang memiliki kebiasaan menunda pekerjaan. Apakah kebiasaan ini berdampak bagi kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang pasti pernah setidaknya sekali dalam hidupnya menunda pekerjaan, baik tugas sekolah atau pekerjaan kantor. Ada pula yang gemar mulai mengerjakan tugas sesaat menjelang tenggat waktunya berakhir. Apa sebab kebiasaan ini dilakukan?

Terkait dengan manajemen waktu yang buruk?

Bicara mengenai menunda-nunda pekerjaan, sebagian dari Anda mungkin akan mengaitkannya dengan manajemen waktu yang buruk atau ketidakmampuan dalam memprioritaskan pekerjaan. Namun, sebuah penelitian menunjukkan alasan lainnya.

Menurut studi tersebut, kebiasaan menunda pekerjaan merupakan suatu reaksi yang kompleks dan maladaptif terhadap berbagai stresor yang dipersepsikan. Salah satunya berkaitan dengan status psikologis seseorang.

Menurut sebuah penelitian lain, individu yang punya kecenderungan menunda pekerjaan sampai saat-saat terakhir dapat memiliki rasa percaya diri yang lebih rendah dibandingkan rekan-rekannya.

Dr. Fuschia Sirois dari University of Sheffield di Inggris menyampaikan, individu yang cenderung menunda pekerjaan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Mereka juga memiliki simpati yang lebih rendah terhadap diri sendiri dibandingkan orang lain.

Salah satu penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 juga mendukung pendapat tersebut. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara menunda pekerjaan dengan neurosis, salah satu bagian kepribadian yang berkaitan dengan perasaan cemas, khawatir, atau frustrasi.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science itu, individu yang punya kecenderungan menunda-nunda pekerjaan tampak memiliki amigdala, yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak. Amigdala adalah salah satu bagian dalam otak manusia yang berperan dalam regulasi emosi, terutama memproses rasa cemas dan rasa takut.

Dalam artikel tersebut, para peneliti menjelaskan, hal ini dapat berarti bahwa individu dengan amigdala yang lebih besar telah belajar dari kesalahan di masa lalu. Mereka lalu mengevaluasi tindakan di masa depan serta konsekuensinya secara lebih detail.

Dalam penelitian lain, Dr. Timothy Pychyl, dari Carleton University di Ottawa, Kanada, mengatakan bahwa seseorang dapat menunda pekerjaan sebagai cara cepat untuk mengatasi mood negatif akibat stres akibat pekerjaan. Menurut peneliti, orang yang menunda pekerjaan mengalihkan beban pada dirinya di masa depan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Artinya, dirinya di masa depan yang harus “membayar” akibat tidak dilakukannya suatu pekerjaan di hari ini. Jadi, individu yang menunda pekerjaan disebut memprioritaskan mood-nya pada saat tersebut, dan siap menerima konsekuensi di masa depan.

1 dari 2 halaman

Dampak bagi kesehatan

Jadi, seberapa buruk menunda-nunda pekerjaan bagi kesehatan Anda? Kebiasaan buruk ini setidaknya akan memengaruhi kesehatan fisik dan mental Anda. Berikut ulasannya.

  • Kesehatan mental

Sebuah studi pada tahun 2010 menemukan bahwa ada hubungan antara menunda pekerjaan dan stres. Penelitian ini menemukan bahwa menunda pekerjaan dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih buruk dan lebih sedikit kesempatan untuk menyegarkan pikiran. Seperti secara teratur meluangkan waktu untuk bersantai dan pulih dari stres.

  • Kesehatan fisik

Selain kesehatan mental, ada juga bukti bahwa menunda pekerjaan dapat berdampak pada kesehatan fisik seseorang. Dalam sebuah studi tahun 2003, Fushia M. Sirois dan rekan menemukan bahwa menunda pekerjaan terkait dengan kesehatan yang lebih buruk dan keterlambatan pengobatan.

Dalam sebuah penelitian lain pada 2015, Sirois dan tim menyimpulkan bahwa menunda pekerjaan adalah faktor yang dapat menyebabkan hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Menunda pekerjaan punya efek positif?

Akan tetapi, menurut salah satu artikel lain dari The Journal of Social Psychology, tidak semua penundaan pekerjaan dapat menyebabkan efek yang negatif. Menurut artikel itu, menunda pekerjaan akibat penggunaan waktu untuk merencanakan dan mengumpulkan informasi yang penting dapat menjadi sangat bermanfaat.

Oleh karena itu, para pakar membagi penunda pekerjaan menjadi dua tipe. Yang pertama, penunda pekerjaan pasif yang menunda hanya karena tidak ingin melakukan pekerjaannya. Dan kedua, penunda pekerjaan aktif yang menunda pekerjaan untuk pengumpulan data yang dibutuhkan serta perencanaan.

Hampir semua orang pernah menunda pekerjaan. Tapi, jangan jadikan itu kebiasaan. Apalagi bila orang di sekitar atau rekan satu tim Anda terganggu pekerjaannya akibat kebiasaan buruk itu. Dan ingat, ada konsekuensi kesehatan mental dan kesehatan fisik bila Anda terus-menerus melakukan kebiasaan ini. Yuk, segera kerjakan tugas yang sudah ada di depan mata!

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar