Sukses

Deteksi Dini Penyakit Jantung, Waspadai 5 Hal Ini

Deteksi dini penyakit jantung amat disarankan agar upaya pencegahan timbulnya kondisi yang lebih parah bisa dilakukan.

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit jantung merupakan suatu keadaan di mana organ jantung mengalami kelainan, meliputi penyakit jantung koroner, aritmia, hingga kelainan jantung bawaan. Untuk mencegah datangnya serangan jantung, perlu dilakukan deteksi dini penyakit jantung.

Kelainan jantung dapat melibatkan berbagai area, di antaranya pembuluh darah jantung, otot jantung, atau pun katup jantung. Munculnya kelainan ini bisa sekaligus melibatkan lebih dari satu area tersebut.

Salah satu penyakit mematikan

Penyakit jantung masih menjadi momok di tengah masyarakat. Menurut data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan survei tahun 2014, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian nomor dua setelah stroke, yaitu dengan persentase sebesar 12,9 persen. Berdasarkan kelompok umur, penyakit jantung koroner paling banyak terjadi pada kelompok umur 65-74 tahun.

Ironisnya, penyakit ini masih didapatkan pula pada kelompok umur yang tidak terlalu tua, yaitu 35-44 tahun.

Hingga kini, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit yang paling mengancam keselamatan jiwa di seluruh dunia. Menurut data yang dihimpun dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2012, sebanyak 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskular atau sama dengan 31 persen dari total 56,5 juta kematian di seluruh dunia.

Tak heran, penyakit jantung sering disebut dengan istilah “silent killer” atau pembunuh tak bersuara. Pasalnya, hanya sebagian kecil penderita yang menyadari bahwa sedang mengalami penyakit jantung.

Kenali gejala penyakit jantung

Pada awalnya, penderita mungkin tidak merasakan sama sekali gejalanya. Kebanyakan justru baru mengetahuinya saat mengalami serangan jantung.

Meskipun sangat beragam jenisnya, namun biasanya beberapa gejala yang muncul dapat serupa. Berikut adalah beberapa gejala penyakit jantung yang patut Anda waspadai.

1. Nyeri dada

Nyeri dada bisa dikatakan sebagai gejala khas dari penyakit jantung yang biasa dikenal dengan istilah angina pectoris. Kondisi tersebut terjadi akibat asupan oksigen ke otot jantung tidak cukup.

Biasanya nyeri dada yang dirasakan seperti ditekan atau ditindih. Kemudian, nyeri akan semakin terasa saat beraktivitas dan berkurang saat istirahat.

2. Rasa tidak nyaman di bagian tubuh atas

Rasa tidak nyaman atau nyeri juga dapat dialami di area lengan kiri, bahu, leher, rahang, hingga punggung. Pada lengan dapat dirasakan sensasi berat, sehingga lengan sulit digunakan untuk beraktivitas.

3. Sesak napas

Ketika ada masalah pada jantung Anda, gejala lain yang bisa muncul yaitu sesak napas.  Sesak napas yang terjadi bisa dialami secara bersamaan dengan nyeri dada.

Selain itu, sesak napas akan semakin berat ketika Anda beraktivitas dan merasa lebih baik saat istirahat, sejalan dengan gejala nyeri dada yang dialami. Pada akhirnya, Anda akan mudah merasa lelah saat beraktivitas.

4. Pusing hingga tubuh terasa goyang

Perasaan pusing seperti keliyengan dapat dirasakan ketika Anda mengalami penyakit jantung. Hal ini karena jantung tidak bisa memompa darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Jika ini terjadi, maka dapat menimbulkan perasaan pusing atau pun kliyengan, terutama saat beraktivitas.

5. Keringat dingin

Saat jantung kekurangan oksigen bisa terjadi kondisi iskemia atau tidak cukupnya suplai oksigen ke organ jantung. Akibatnya, penderita akan mengeluarkan keringat berlebih dan mengalami penyempitan pembuluh darah.

Pada akhirnya, kondisi tersebut dirasakan sebagai keringat dingin. Bahkan, keadaan iskemia dapat menimbulkan gejala mual hingga muntah.

Gejala penyakit jantung memang tidak mudah untuk diketahui. Namun, alangkah baiknya bila Anda berupaya melakukan deteksi dini penyakit jantung dengan mengenali tanda-tandanya. Jika mengalami salah satu dari hal-hal di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter. Selain itu, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan fungsi kerja jantung secara rutin ke dokter. Sehingga, kelainan jantung dapat segera diatasi secara tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar