Sukses

Manfaat Omega-3 untuk Tumbuh Kembang Anak

Omega-3 merupakan salah satu zat yang penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. Secara spesifik, apa saja manfaat zat ini?

Klikdokter.com, Jakarta Omega-3 adalah salah satu jenis asam lemak. Terdapat tiga tipe omega-3 yang dikenal luas, yaitu asam eikosapentanoat (EPA), asam dokosaheksaenoat (DHA), dan asam alfa linolenat (ALA). Di antara semuanya, ALA digolongkan sebagai asam lemak esensial lantaran tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga perlu didapatkan dari makanan.

Di dalam tubuh, ALA dapat diubah menjadi EPA dan DHA dalam jumlah yang sangat kecil. Oleh karena itu, cara terbaik mencukupi kebutuhan omega-3 setiap hari adalah dengan mengonsumsi berbagai makanan yang kaya akan kandungan asam lemak ini.

ALA itu sendiri umumnya ditemukan dari tumbuhan, misalnya flax seed, chia seed, kacang kedelai, minyak kanola, walnut, dan sejenisnya. Di sisi lain, EPA dan DHA biasanya ditemukan pada ikan berminyak, seperti salmon dan sarden, serta daging sapi maupun ayam.

Omega-3 untuk tumbuh kembang anak

Bagi anak, kebutuhan akan omega-3 sangat wajib dipenuhi, bahkan sejak masih di dalam kandungan. Oleh karena itu, dokter sering menganjurkan ibu hamil untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung omega-3, seperti ikan salmon.

Dalam tubuh, omega-3 berperan penting sebagai komponen pembentuk membran sel. Secara khusus, DHA ditemukan dalam jumlah tinggi pada retina mata dan otak. Ini artinya, zat DHA yang merupakan bagian dari omega-3 memainkan peran penting pada fungsi otak manusia.

Pada bayi yang baru lahir, retina mata umumnya sudah terbentuk dengan baik. Berbeda dengan otak yang masih mengalami pertumbuhan pesat, bahkan setelah bayi lahir. Antara kelahiran hingga anak berusia 5 tahun, diperkirakan bahwa otak akan mengalami pertambahan massa sebanyak 3,5 kali. Keadaan ini utamanya terjadi dalam dua tahun pertama kehidupan anak. Maka dari itu, pemenuhan kebutuhan omega-3, terutama DHA, akan membantu mendukung tumbuh kembang otak yang pesat.

Tak hanya itu, DHA juga dipercaya berfungsi menunjang perkembangan kognitif anak. Terutama, untuk koordinasi tangan dan mata, tingkat konsentrasi (attention span), kemampuan sosial, dan hasil tes intelegensi.

Studi DHA Oxford Learning and Behaviour menyatakan bahwa pola makan sehat dengan menu mengandung 600 miligram DHA setiap hari mampu membantu anak usia 7–9 tahun untuk lebih baik dalam hal membaca, memori, dan perilaku.

Terakhir dan yang tak kalah penting, omega-3 juga berperan dalam fungsi neurotransmitter di otak. Zat ini membantu menghantar sinyal pada sel saraf. Itulah sebabnya, pasokan omega-3 yang memadai setiap hari dapat membantu mengatasi masalah perilaku atau psikologis seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada anak.

Kebutuhan omega-3 anak

Kebutuhan omega-3 anak sangat berbeda, tergantung pada usia masing-masing individu. Rekomendasinya adalah sebagai berikut:

  • Usia 0 hingga 12 bulan: 0,5 gram per hari
  • Usia 1 hingga 3 tahun: 0,7 gram per hari
  • Usia 4 hingga 8 tahun: 0,9 gram per hari
  • Anak laki-laki usia 9 hingga 13 tahun: 1,2 gram per hari
  • Anak perempuan usia 9 hingga 13 tahun: 1,0 gram per hari
  • Anak laki-laki usia 14 hingga 18 tahun: 1,6 gram per hari
  • Anak perempuan usia 14 hingga 18 tahun: 1,1 gram per hari.

Jadi, apakah kebutuhan omega-3 si Kecil sudah terpenuhi hari ini? Jika belum, berikan buah hati Anda sajian yang kaya akan kandungan zat gizi tersebut. Dengan memenuhi kebutuhan omega-3 setiap hari, tumbuh kembang anak akan berlangsung dengan lebih optimal.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar