Sukses

Gigi Susu Tak Kunjung Tanggal, Haruskah Dicabut?

Gigi susu nantinya akan tanggal atau copot sendiri. Akan tetapi, pada kondisi tertentu, gigi ini harus segera dicabut.

Klikdokter.com, Jakarta Gigi susu merupakan deretan gigi yang tumbuh pertama kali di dalam mulut. Gigi ini nantinya akan tanggal atau copot sendiri pada waktunya dan digantikan oleh gigi-gigi permanen. Namun, pada beberapa kasus, ada juga gigi susu tak kunjung tanggal meskipun sudah waktunya.

Kondisi ini tentu akan membuat orang tua khawatir apakah akan terjadi masalah pada pertumbuhan dan perkembangan gigi si Kecil. Lalu, apa yang perlu dilakukan?

Pertumbuhan gigi

Gigi geligi sebenarnya sudah terbentuk sejak janin masih di dalam kandungan. Hanya saja, gigi tersebut belum muncul ke permukaan, sehingga banyak orang yang tidak mengetahuinya.

Saat lahir, setiap orang akan memiliki gigi sebanyak 20 buah. Meski pertumbuhan dan perkembangan akan berbeda pada setiap anak, gigi bagian bawah akan muncul terlebih dahulu. Gigi ini biasanya akan mulai tumbuh pada usia antara 6 bulan hingga 1 tahun dan tumbuh secara lengkap di usia 2 hingga 3 tahun.

Selanjutnya, pada usia 6 hingga 7 tahun, gigi susu atau gigi sulung ini akan mulai tanggal satu persatu. Bersamaan dengan itu pula, gigi permanen akan mulai tumbuh ke permukaan. Seiring bertambahnya usia, gigi susu akan berganti seluruhnya menjadi gigi permanen yang berjumlah 32 buah pada umur 21 tahun.

Gigi susu tak kunjung tanggal

Selain memiliki fungsi estetis, gigi susu juga berperan penting bagi si Kecil. Gigi tersebut berfungsi sebagai pengunyah dan membantu menghaluskan makanan-makanan yang nantinya akan diserap oleh tubuh si Kecil. Selain itu, gigi susu juga berperan sebagai penunjuk arah tumbuhnya gigi permanen.

Seperti telah disebut sebelumnya, memang ada waktunya gigi susu untuk tanggal sendiri dan digantikan dengan gigi permanennya. Namun, ada beberapa kasus di mana gigi susu tak kunjung tanggal.

Bahkan, terkadang hal tersebut terjadi saat gigi permanen sudah mulai terlihat ke permukaan. Kondisi ini sering disebut sebagai persistensi.

Persistensi bisa terjadi karena adanya gangguan nutrisi atau arah tumbuhnya gigi permanen yang tidak sesuai dengan arah tumbuhnya gigi susu yang digantikannya. Persistensi juga bisa terjadi akibat keadaan lengkung rahang yang sempit, sehingga gigi tidak cukup untuk tumbuh.

Hal ini tentu akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan gigi geligi permanennya. Oleh karena itu, pencabutan harus segera dilakukan untuk mengatasinya agar masalah-masalah lain tidak terjadi.

Pencabutan ini dilakukan agar gigi permanen yang tumbuh tidak bertumpuk pada lengkung rahang, sehingga membuat gigi tumbuh menjadi tidak rapi. Selain itu, tindakan ini dilakukan agar gigi permanen lain yang tumbuh tidak terganggu dan sesuai pada tempatnya.

Bila memang gigi tersebut perlu dicabut, sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi professional. Oleh karena itu, dukungan untuk si kecil perlu diberikan agar dia tidak takut untuk ke dokter gigi.

Gigi susu memang hanya bersifat sementara dan nantinya akan digantikan dengan gigi permanen. Tetapi, sebagai orang tua, wajib untuk memberi contoh pada si Kecil bagaimana memelihara kesehatan gigi susunya sedini mungkin.

Hal tersebut penting agar si Kecil terbiasa dalam merawat gigi-giginya saat nantinya gigi permanen sudah tumbuh menggantikan gigi susu yang tanggal. Sikatlah gigi secara rutin 2 kali sehari pada pagi dan malam sebelum tidur, serta periksakan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar