Sukses

3 Alasan Anda Tidak Bisa Berhenti Menangis

Siapa pun pasti pernah menangis. Namun, bagaimana jika Anda tidak bisa berhenti menangis? Simak penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Menangis pada umumnya terjadi karena respons yang bersifat fisik atau emosi terhadap suatu keadaan. Sebagai respons fisik, air mata berguna untuk mengeluarkan benda asing, seperti debu atau kotoran. Sebagai respons emosional, menangis dapat membuat pernapasan dan denyut jantung menurun.

Inilah yang membuat Anda merasa lega setelah menangis. Lantas, bagaimana jika Anda terlalu sering bahkan tidak bisa berhenti menangis?

Pada dasarnya, tidak ada pedoman kapan aktivitas menangis disebut terlalu banyak atau sering. Sebuah studi pada 1980-an menemukan bahwa wanita menangis rata-rata 5,3 kali per bulan dan pria menangis rata-rata 1,3 kali per bulan. Sebuah studi baru juga menemukan bahwa durasi rata-rata untuk satu sesi menangis adalah delapan menit.

Dikutip dari Healthline, ada penelitian terkait tangisan. Beberapa peneliti percaya bahwa menangis adalah cara tubuh menghilangkan hormon yang berkaitan dengan stres. Studi lain menunjukkan, air mata dapat memicu pelepasan endorfin. Endorfin adalah hormon yang membuat Anda merasa baik dan mengurangi rasa sakit.

Mengapa menangis terus-menerus?

Jika Anda khawatir sudah menangis terlalu banyak, tidak bisa berhenti, atau sudah menangis lebih sering dari biasanya, segera bicarakan dengan dokter Anda. Ini mungkin merupakan tanda gangguan kesehatan atau emosi yang dialami. Dikutip dari Healthline, gangguan tersebut antara lain:

  1. Depresi

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, depresi adalah suatu kelainan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih yang bertahan lebih dari beberapa minggu. Kondisi ini dapat memengaruhi cara berpikir dan berperilaku, serta dapat memicu berbagai masalah fisik maupun psikis.

Orang yang mengalami depresi akan kehilangan minat pada kegiatan yang sebelumnya disenangi. “Gejala-gejala depresi antara lain kesedihan dan kesuraman, perasaan putus asa atau tidak berharga, energi rendah, dan kesulitan berkonsentrasi,” kata dr. Atika.

Bila Anda mengalami depresi, Anda akan menangisi hal-hal kecil atau bahkan kesulitan mengidentifikasi mengapa Anda menangis. Anda juga akan menangis lebih sering dari biasa dan kesulitan menghentikan tangis Anda.

Akan tetapi, seperti dikutip dari Healthline, menangis yang berlebihan lebih mungkin terjadi jika depresi Anda lebih ringan. Orang dengan depresi berat justru mengalami kesulitan menangis atau mengekspresikan emosi lain.

  1. Pseudobulbar affect

Tiba-tiba menangis, tertawa, atau merasakan amarah yang tak terkendali dapat menjadi gejala dari kondisi yang disebut pseudobulbar affect (PBA). PBA adalah keadaan neurologis yang disebabkan oleh cedera atau gangguan di bagian otak Anda yang mengendalikan emosi.

Penderita PBA biasanya secara tiba-tiba sering menangis dan tertawa tidak terkendali. Mereka bisa menangis atau tertawa di saat yang tidak tepat, dan durasinya lebih lama dibanding orang normal. Tak hanya itu, ekspresi wajah seseorang yang memiliki pseudobulbar affect biasanya tidak sesuai dengan emosinya.

Karena gejalanya mirip, PBA dapat salah didiagnosis sebagai depresi. PBA sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat stroke, penyakit Parkinson, Alzheimer, demensia, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), serta multiple sclerosis (MS). Jika Anda mengalami gejala di atas, segera berkonsultasi dengan dokter.

  1. Jenis kelamin dan kepribadian

Studi menunjukkan bahwa rata-rata wanita lebih sering menangis daripada pria. Salah satu alasan yang memungkinkan untuk hal ini adalah hormon testosteron dapat menghambat Anda menangis. Pengaruh sosial-budaya juga membuat pria cenderung lebih “malu” untuk menangis dibandingkan wanita.

Selain perbedaan jenis kelamin, orang yang memiliki rasa empati mungkin lebih banyak menangis daripada yang kurang berempati. Orang-orang yang gelisah, tidak aman, atau obsesif, juga cenderung menangis lebih lama dan sering daripada orang lain.

Menangis adalah aktivitas yang wajar, dan semua orang melakukannya. Namun, jika sudah terlalu sering dan Anda tidak bisa berhenti menangis, segeralah konsultasikan dengan dokter. Bisa jadi Anda sedang mengalami gangguan kesehatan serius, seperti depresi atau pseudobulbar affect. Dokter akan melakukan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar