Sukses

Dehidrasi Picu Gemetar seperti Kanselir Jerman Angela Merkel?

Kanselir Jerman Angela Merkel dilaporkan mengalami tubuh gemetar dalam sebuah upacara akibat dehidrasi.

Klikdokter.com, Jakarta Kanselir Jerman, Angela Merkel, dikenal sebagai seorang pekerja keras. Berdasarkan berbagai pemberitaan, ia bahkan tak pernah menampakkan tanda stres dan sangat jarang mengambil cuti sakit selama memimpin Jerman sejak tahun 2005. Karenanya, banyak orang yang kaget ketika Angela terlihat gemetar – nyaris tampak seperti kejang – saat sedang upacara penyambutan presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Berlin, pada hari Selasa (18/6) lalu. Dikatakan, penyebabnya adalah dehidrasi. Benarkah dehidrasi bisa sebabkan tubuh gemetar dan kejang?

Terekam kamera, tubuh Angela terlihat gemetar seperti kejang. Untung saja mantan Menteri Lingkungan periode 1994-1998 ini tak sampai kehilangan kesadaran. Perlu diketahui, saat itu suhu di Berlin mencapai 28-30 derajat Celcius, sehingga menurut Angela dirinya hanya mengalami dehidrasi. Setelah minum air putih tiga gelas, kondisinya dilaporkan berangsur pulih.

Berdasarkan laporan dari kantor berita Jerman, DPA, ini bukanlah pertama kalinya Angela terlihat gemetar seperti kejang di bawah sinar matahari. Pada tahun 2014, Angela sempat menunda wawancara televisi karena merasa tubuhnya lemah. Juru bicaranya waktu itu mengatakan bahwa ia bisa kembali pulih setelah makan atau minum sesuatu.

Dehidrasi bisa berbahaya jika dialami anak-anak atau lansia

Pemerintah Jerman diketahui sangat tertutup mengenai informasi kesehatan Angela. Hingga sekarang, tidak ada yang tahu pasti apa penyebab tubuh gemetar yang dialami wanita berusia 64 tahun itu keterangan resmi berupa dehidrasi.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, dehidrasi bisa terjadi saat tubuh kehilangan cairan serta tidak dapat berfungsi secara normal. Pada dasarnya, setiap orang dapat mengalami dehidrasi. Namun, kondisi ini berbahaya apabila terjadi pada anak-anak dan orang lanjut usia (lansia).

Dehidrasi pada lansia biasanya dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu, misalnya saja infeksi atau konsumsi obat-obatan obat-obatan tertentu.

“Tapi umumnya, dehidrasi terjadi ketika orang itu tidak cukup minum saat berada di tengah cuaca terik atau ketika berolahraga secara intens,” jelas dr. Nadia.

Cuaca di Berlin kala upacara berlangsung cukup terik, dengan suhu 28-30 derajat Celcius. Jika sebelum upacara salah satu wanita paling berkuasa di dunia versi Forbes ini kurang minum, risiko dehidrasi menjadi lebih tinggi.

1 dari 2 halaman

Apakah dehidrasi bisa sebabkan kejang?

Dibenarkan oleh dr. Nadia, dehidrasi memang dapat memicu beberapa komplikasi serius dan salah satunya adalah tubuh gemetar bahkan hingga kejang.

“Orang yang mengalami dehidrasi biasanya akan mengalami ketidakseimbangan atau gangguan elektrolit, seperti potasium dan sodium. Ketidakseimbangan inilah yang dapat menyebabkan kontraksi otot (kejang). Kalau dibiarkan, penderitanya bisa kehilangan kesadaran.”

Selain bisa membuat tubuh gemetar hingga kejang, beberapa komplikasi serius lainnya yang dapat dipicu oleh dehidrasi, antara lain:

  • Heat injury

Jika tidak cukup minum saat beraktivitas berat, Anda berisiko mengalami heat injury. Tanda dari heat injury adalah kram, pingsan, hingga koma.

  • Gangguan ginjal dan berkemih

Dehidrasi yang berlangsung secara berkepanjangan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, batu ginjal, bahkan gagal ginjal.

  • Syok hipovolemik

Komplikasi ini adalah salah satu dampak dehidrasi yang sangat serius. Syok hipovolemik adalah kondisi penurunan volume darah yang menyebabkan turunnya tekanan darah dan jumlah oksigen di dalam tubuh. “Akibat yang paling fatal dari kondisi tersebut adalah kematian,” dr. Nadia menegaskan.

Agar tidak mengalami dehidrasi yang sampai menyebabkan tubuh gemetar hingga nyaris kejang, seperti yang dialami Kanselir Jerman Angela Merkel, jangan pernah lupa mencukupi kebutuhan cairan harian, apalagi jika cuaca sedang terik atau banyak berkeringat. Jika haus, segera minum. Apabila Anda telanjur mengalami dehidrasi, baiknya jangan langsung beraktivitas berat. Cobalah untuk duduk atau rebahan dulu hingga kondisi membaik.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar