Sukses

Malas Cuci Handuk, Ini Akibatnya

Handuk jarang dicuci karena “hanya” dipakai untuk mengeringkan tubuh yang bersih habis mandi. Ini akibatnya jika Anda malas cuci handuk.

Klikdokter.com, Jakarta Tak seperti pakaian atau seprai, kebersihan handuk sering luput. Bisa jadi Anda mencuci handuk sebulan sekali, karena menganggap pemakaiannya hanya untuk mengeringkan tubuh yang sudah bersih setelah mandi. Padahal, handuk juga bisa jadi sarang mikroorganisme. Ada akibatnya pada tubuh jika Anda malas cuci handuk secara rutin.

Handuk bisa jadi sarang bakteri

Memang, penggunaan handuk adalah untuk mengeringkan tubuh yang sudah bersih. Jadi handuk sering dianggap tidak kotor. Namun, menurut Philip Tierno, PhD, profesor klinis patologi dan mikrobiologi dari NYU School of Medicine, Amerika Serikat (AS), setelah mandi tak semua bakteri tersapu bersih. Beberapa masih tertinggal di tubuh. Nah, saat mengeringkan tubuh dengan handuk, bakteri di tubuh bisa berpindah ke handuk dan mulai berkembang biak.

“Bakteri akan terus menumpuk setiap Anda menggunakan handuk setiap harinya,” kata Chuck Gerba, PhD, profesor mikrobiologi dari Universitas Arizona, AS, seperti dikutip di Reader’s Digest.

Pendapat dua ahli tersebut juga diamini oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, bahwa handuk yang lembap, basah, dan tidak kering sempurna akan menjadi media yang baik untuk pertumbuhan kuman dan jamur. Anjuran ini bahkan menjadi tidak berlaku apabila handuk yang digunakan sudah berbau.

“Aroma tak sedap biasanya berasal dari pertumbuhan mikroba pada handuk yang kotor tersebut. Jika kondisinya demikian, handuk harus segera dicuci menggunakan detergen,” jelas dr. Nadia.

Akibat jika Anda malas mencuci handuk

Handuk adalah salah satu benda dengan paling banyak kuman di kamar mandi. Jika malas mencucinya secara rutin, ini layaknya Anda secara sukarela ingin “dijajah” kuman penyakit.

  • Risiko terjadinya infeksi

Mengelap tubuh dengan handuk kotor bisa meningkatkan risiko infeksi. “Ketika Anda menggosok tubuh kuat-kuat dengan handuk, kulit bisa tergaruk,” kata Prof. Gerba. Lecet atau luka (bahkan yang tak kasatmata) bisa menjadi pintu masuk bakteri ke dalam tubuh.

Meski demikian, terkena penyakit akibat pemakaian handuk yang kotor kasusnya sangat jarangnya. Hal ini diutarakan oleh spesialis penyakit menular Aaron Glatt, MD, FACP, FIDSA, FSHEA, juru bicara Infectious Disease Society of America. Kata Prof. Gerba, kuman dari tubuh Anda sendiri tak akan membuat Anda sakit, tetapi lebih pada meningkatkan risiko tertular penyakit saat Anda saling meminjam handuk dengan orang lain.

  • Timbulnya jerawat

Jika Anda cenderung berjerawat (acne-prone), Anda sebaiknya cuci handuk setelah menggunakannya. Saat Anda menggosok kulit dengan handuk kotor, khususnya pada kulit dengan pustula (gelembung yang berisi nanah) yang terbuka, bakteri bisa masuk ke dalam tubuh dan memunculkan jerawat baik di wajah, punggung, atau bagian tubuh mana pun.

1 dari 2 halaman

Cara menjaga handuk Anda tetap bersih

Meski hanya Anda yang menggunakan handuk tersebut, Prof. Gerba dan Prof. Tierno merekomendasikan Anda untuk mencuci handuk setiap 2-3 hari. Lebih dari itu, mikroorganisme tersebut akan membuat handuk kotor.

Memang Anda tak akan langsung sakit jika menggunakan handuk yang belum dicuci selama 2 minggu, tapi ibaratkan saja, apakah Anda mau menggunakan pakaian dalam kotor setelah mandi (kecuali dalam keadaan darurat)?

Selain itu, dr. Nadia juga secara tegas melarang Anda untuk saling meminjam atau bertukar handuk dengan orang lain, meski dengan pasangan atau anggota keluarga sendiri. Ingat, handuk adalah barang pribadi.

“Sama seperti sikat gigi atau pakaian dalam, handuk sebaiknya tidak digunakan bergantian dengan orang lain. Pasalnya, bertukar handuk dengan orang lain sama saja dengan bertukar kuman, jamur, ataupun penyakit menular lainnya.”

Selain handuk mandi, perhatikan juga handuk tangan yang digunakan setelah mencuci tangan.

“Karena pemakaiannya lebih sering, sebaiknya handuk tangan dicuci lebih sering, yakni tiap 2-3 kali sehari. Namun, jika handuk digunakan bersama-sama, sebaiknya cuci setiap hari,” papar dr. Nadia.

Meski terlihat bersih atau cuma Anda yang memakainya, tetapi handuk bisa menjadi sarang mikroorganisme. Karenanya, jangan malas cuci handuk, baik handuk mandi, handuk tangan, atau handuk kepala, karena bisa mengakibatkan infeksi, timbulnya jerawat atau jerawat makin “subur”, atau keluhan lainnya. Selain itu, hindari juga saling meminjamkan handuk untuk mencegah penularan penyakit tertentu. Setelah membaca artikel ini, jangan lagi malas untuk mencuci handuk, ya!

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar