Sukses

4 Fakta Kanker Perut yang Dialami Desainer Gloria Vanderbilt

Deasainer jeans Gloria Vanderbilt meninggal akibat kanker perut stadium lanjut yang dideritanya. Simak fakta kanker perut di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Nama Gloria Vanderbilt mungkin kurang populer di telinga Anda. Namun, wanita berusia 95 tahun tersebut dikenal sebagai desainer celana jeans dan juga model cantik asal Amerika Serikat pada masanya di era 40 hingga 60-an. Di awal bulan Juni, ibu dari jurnalis CNN yang bernama Anderson Cooper itu didiagnosis menderita kanker perut hingga akhirnya meninggal pada 17 Juni lalu.

Dari situ, terlihat jelas bahwa jarak diagnosis dengan kematian penderitanya amat dekat sehingga bagi sebagian orang, hal tersebut sangat mengejutkan. Agar Anda bisa mewaspadai hadirnya penyakit kanker perut dan bahkan meminimalkan risikonya, ada beberapa fakta kanker perut yang mesti Anda ketahui, yakni sebagai berikut.

1. Kanker lambung menurun, kanker esofagus meningkat

Dilansir dari Mayo Clinic, kanker perut biasanya dimulai dari sel-sel penghasil lendir yang melapisi perut dan dinamakan adenokarsinoma. Selama beberapa dekade terakhir, kanker di bagian utama lambung telah menurun di seluruh dunia.

Sayangnya, dalam periode yang sama, kanker di bagian atas lambung yang bertemu dengan ujung bawah tabung menelan alias kerongkongan (area persimpangan gastroesofageal) justru meningkat. Dan hal itu pun dibenarkan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter. Menurutnya, selain kanker usus besar, kanker Esofagus atau kerap disebut kanker esofagus kini sering dialami oleh masyarakat.

2. Kanker esofagus bisa disebabkan GERD yang parah dan faktor lain

Timbulnya kanker Esofagus kerap kali dikaitkan dengan penyakit gastroesophageal reflux disease atau GERD yang sudah telanjur parah. GERD itu sendiri dipicu oleh seringnya aliran balik asam lambung ke kerongkongan. Namun, ada hal lain yang meningkatkan angka kejadian kanker Esofagus, yaitu obesitas dan merokok. Bahkan, keseringan makan makanan yang diolah secara diasap dan bercitarasa asin juga bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit tersebut.

3. Beberapa faktor risiko kanker esofagus

Selain disebabkan penyakit GERD yang parah dan obesitas serta makanan tinggi garam, beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko kanker, antara lain:

  • Jarang makan sayur dan buah
  • Ada anggota keluarga yang mengidap kanker lambung atau kanker esofagus
  • Terinfeksi Helicobacter pylori
  • Peradangan lambung jangka panjang
  • Mengalami anemia pernisiosa
  • Adanya polip perut
  • Dan kebiasaan merokok selama bertahun-tahun.

4. Cara mencegah terkena kanker perut

Anda dapat mengubah gaya hidup untuk mengurangi risiko kanker esofagus, kanker lambung, ataupun kanker usus besar. Sedangkan beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan, meliputi:

  • Rajin olahraga. Olahraga teratur dikaitkan dengan penurunan segala risiko kanker.
  • Makan lebih banyak buah dan sayur. Cobalah untuk memasukkan lebih banyak buah dan sayuran ke dalam menu harian Anda. Tak perlu semuanya hijau, semakin banyak variasi warna dari sayur dan buah yang dikonsumsi, semakin banyak manfaat yang didapat.
  • Kurangi makanan asin dan diasap.
  • Berhentilah merokok. Merokok dapat meningkatkan segala risiko kanker.
  • Konsultasikan kepada dokter Anda bila memiliki gangguan perut yang tak kunjung sembuh. Jangan ragu bila dokter menyarankan untuk melakukan endoskopi untuk melihat keadaan organ lambung yang sebenar-benarnya.

Itulah 4 fakta kanker perut. Pada umumnya, apa yang Anda makan sangat bisa memengaruhi kondisi kesehatan organ pencernaan Anda. Oleh sebab itu, perhatikan selalu pola makan dan hindari kebiasaan buruk lainnya. Periksakan diri sedini mungkin. Bila kanker perut terdiagnosis saat sudah lanjut – seperti yang dialami oleh Gloria Vanderbilt – maka kesempatan untuk sembuh akan kecil.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar