Sukses

Bayi Gampang Sakit Kulit Akibat Terlalu Higienis?

Menjaga kebersihan kulit bayi penting, tapi tak perlu terlalu higienis. Konon, hal itu malah membuat bayi mudah sakit kulit. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai orang tua, Anda tentu ingin memberikan yang terbaik bagi sang buah hati, termasuk soal kebersihan. Anda pasti ingin anak Anda selalu bersih dan sehat. Hanya saja, benarkah bayi yang terlalu higienis justru rentan mengalami sakit kulit?

Membersihkan kulit bayi Anda adalah hal yang wajib untuk dilakukan. Akan tetapi, jangan sampai Anda menjadi orang tua yang terlalu higienis pada bayi. Hal tersebut diungkapkan dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter.

"Kalau misalnya terlalu higienis, kulit itu kan punya lapisan untuk melindungi diri dari kuman. Sekarang, kalau terlalu bersih, artinya lapisan di kulit itu sampai rusak, tidak ada lagi yang melindungi tubuh dari kuman. Misalnya karena dimandikan terlalu sering atau dilap terlalu sering," ujar dr. Theresia Rina Yunita.

"Kalau mandi atau dilap berarti kan ada penggunaan sabun. Nah, kandungan kimia di sabun itu fungsinya membersihkan sekaligus bisa mengangkat lapisan kulit yang fungsinya melindungi tubuh dari kuman. Akhirnya, kulit menjadi kering dan tidak punya proteksi. Kalau kena kuman atau patogen, anak itu akan mudah sakit," dr. Theresia menjelaskan.

Menurut dr. Theresia, anak yang terlalu higienis akan berisiko kehilangan lapisan kulit tersebut. Tak cuma saat mandi, anak juga bisa kehilangan lapisan kulit pelindung tadi jika sebentar-sebentar dilap dengan tisu basah.

"Tindakan itu justru membuat kulit bayi Anda menjadi jelek, mudah sakit jadinya. Intinya, membersihkan kulit secara berlebihan bisa merusak lapisan kulit," kata dr. Theresia lagi.

Bagaimana cara merawat kulit bayi?

Yang perlu Anda ingat, kulit bayi masih sangat sensitif dan lembut. Oleh karena itu, pastikan perawatan yang Anda berikan aman untuk kulit bayi. Gunakan prinsip less is more saat memilih produk perawatan bayi. Tidak perlu pemakaian banyak produk dalam waktu. Selain itu, pilih produk sabun mandi yang tanpa kandungan pewarna, pengawet, atau pengharum yang terlalu menyengat.

Anda juga perlu membatasi waktu mandi bayi. Jangan biarkan bayi Anda mandi terlalu lama, cukup sekitar 5 menit. Pastikan juga kontak bayi dengan sabun tidak terlalu sering.

"Satu hal lagi, jangan lupa untuk mengoleskan pelembap pada bayi segera setelah mandi. Intensitas pemakaian pelembap dapat ditingkatkan bila kulit bayi cenderung kering atau cuaca dingin," kata dr. Melyawati Hermawan Sp.KK dari KlikDokter.

Sementara itu, perawatan kulit yang berada di area popok juga perlu mendapat perhatian khusus. Saat mengganti popok, bersihkan area tersebut dengan kain basah, bukan dengan tisu basah atau pembersih yang mengandung alkohol.

Tisu basah atau cairan yang mengandung alkohol dapat mengikis lapisan kulit dan membuat kering. Setelah itu, area kulit yang berada di area popok juga harus diangin-anginkan selama mungkin supaya kulit tetap bisa "bernapas".

Terlalu higienis memang dapat menyebabkan bayi rentan mengalami sakit kulit, seperti kulit kering dan kehilangan lapisan pelindung. Agar terhindar dari masalah ini, cukup mandikan anak dua kali sehari, pagi dan sore hari, dengan sabun khusus bayi. Tidak perlu juga terlalu sering menyeka tubuh bayi dengan tisu basah yang mengandung alkohol. Dengan demikian, bayi tetap terjaga kebersihannya tanpa mengalami masalah kulit.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar