Sukses

Gejala Demam Berdarah yang Wajib Anda Tahu

Gejala demam berdarah perlu Anda pahami agar bisa lebih mewaspadai penyakit endemik ini. Berikut adalah tanda-tandanya.

Demam berdarah cukup sering menjadi topik utama pemberitaan di Tanah Air. Bagaimana tidak, Indonesia tergolong sebagai daerah tropis, di mana insiden penyakit demam berdarah termasuk tinggi. Untuk menanggulanginya, diperlukan pemahaman masyarakat seputar cara pencegahan dan gejala demam berdarah.

Sebab, demam berdarah yang tidak tertangani dengan baik bisa berujung pada kematian. Untuk itu, ketahuilah gejala-gejala khas demam berdarah agar Anda mampu mengenalinya dengan segera.

Demam berdarah dengue disebabkan oleh virus yang disebarkan lewat serangga (arboviral). Dalam penyakit ini sendiri terdapat 4 tipe virus, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.

Serangga yang terlibat dalam transmisinya adalah nyamuk Aedes aepypti yang hidup di area tropis dan sub tropis. Maka, tidak heran bila banyak daerah di Indonesia yang endemik terhadap penyakit tersebut.

Artikel Lainnya: Fase Demam Berdarah pada Anak dan Orang Dewasa, Samakah

1 dari 2 halaman

Penjelasan Siklus Gejala DBD

Penyakit ini tergolong sebagai self-limited disease atau penyakit yang dapat sembuh sendiri. Ketika dapat dideteksi secara dini dan terdapat akses menuju perawatan medis yang baik, angka mortalitasnya kurang dari 2-5 persen. Namun, ketika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, angka kematian yang terjadi bisa setinggi 20 persen.

Oleh sebab itu, sebagai negara yang cukup endemik terhadap penyakit demam berdarah, sudah sewajarnya Anda mengenali gejala penyakit demam berdarah dengue. Apalagi faktanya gejala awal demam berdarah dengue tak ubahnya seperti demam saat batuk pilek biasa.

Berikut adalah gejala demam berdarah yang wajib Anda ketahui:

1. Periode inkubasi

Rata-rata, penyakit ini menimbulkan gejala setelah 4-10 hari pasca tergigit nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue. Gejala biasanya berlangsung selama 2-5 hari antara lain:

  • Demam tinggi mendadak, bisa mencapai 40 derajat Celcius
  • Menggigil
  • Ruam berupa bintik merah di kulit
  • Sakit kepala
  • Nyeri di belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi seluruh tubuh
  • Mual dan muntah
  • Wajah kemerahan
  • Tubuh terasa lemah
  • Nyeri tenggorokan
  • Membesarnya kelenjar getah bening

Artikel Lainnya: Losion Anti Nyamuk Efektif untuk Cegah Demam Berdarah?

2. Periode kebocoran plasma

Setelah mengalami gejala-gejala di atas (bisa terjadi 3-7 hari pasca kemunculan gejala awal atau bahkan 24 jam sebelumnya), muncul tanda-tanda kebocoran plasma darah.

Penderita akan mengalami perdarahan dalam durasi yang cukup lama dari lokasi cedera, sesak napas, perdarahan dalam saluran cerna, maupun muncul darah di urine (hematuria). Dari pemeriksaan laboratorium, jumlah trombosit bisa menurun drastis, dan nilai hematokrit (kekentalan darah) sangat meningkat.

Pasien biasanya juga merasakan nyeri perut yang sangat hebat, hingga muntah terus-menerus yang bisa mengandung darah. Tipe demam pada kondisi ini juga cukup khas, yaitu kurvanya berbentuk seperti pelana kuda.

Hal ini dikarenakan setelah mengalami demam bersuhu tinggi, tubuh dapat mengalami periode bebas demam, sebelum akhirnya suhu tubuh meningkat kembali.

Selama 24 jam setelah muncul tanda kebocoran plasma tersebut merupakan tahap yang kritis. Biasanya kondisi ini terjadi saat suhu tubuh perlahan menurun (dasar pelana kuda).

Bila dibiarkan tanpa penanganan yang memadai, penderita dapat mengalami syok dengan tanda-tanda seperti wajah yang pucat, jantung berdebar, sesak napas, pusing, dan penurunan kesadaran.

Ketika sudah muncul tanda demam berdarah yang ditandai dengan adanya bukti kebocoran plasma, artinya penderita membutuhkan penanganan yang sangat komprehensif. Biasanya dokter akan memberikan cairan (bahkan bisa lewat infus) yang sesuai kebutuhan, disertai dengan pemeriksan laboratorium secara berkala.

Demikianlah tanda dan gejala demam berdarah yang wajib Anda tahu. Semoga dengan mengenali tanda-tanda di atas, Anda dapat lebih waspada terhadap penyakit yang mengancam nyawa ini. Jika masih ada pertanyaan mengenai DBD bisa langsung Download Aplikasi Klikdokter sekarang juga. Dokter kami segera menjawab pertanyaan Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar