Sukses

Kenali 3 Fase Demam Berdarah

Katanya, fase demam berdarah mirip pelana kuda. Apa maksudnya? Yuk kenali tiga fase demam berdarah agar lebih mengerti penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus hingga tanggal 3 Februari 2019 adalah 16.692 dengan 169 orang meninggal dunia. Kasus terbanyak ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, dan Kupang. Katanya, fase demam berdarah mirip pelana kuda, yang pada dasarnya dibagi dalam tiga fase. Apa saja?

Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah. Tak heran, penyakit ini masih menjadi salah satu langganan masalah kesehatan di Tanah Air.

Secara garis besar, tanda dan gejala demam berdarah diawali dengan demam yang mendadak tinggi. Jika diukur dengan termometer, suhu tubuh bisa menyentuh angka 39-40 derajat Celcius.

Selain demam, biasanya disertai dengan nyeri kepala, menggigil, nyeri di belakang mata, nyeri seluruh badan, lemas, nafsu makan menurun, hingga disertai bercak-bercak kemerahan pada kulit.

Tiga fase demam berdarah

Setiap tanda dan gejala yang muncul merupakan fase atau perjalanan penyakit demam berdarah. Secara teori, terdapat tiga fase, yaitu:

1. Fase demam

Fase demam adalah yang pertama terjadi saat virus dengue masuk ke dalam tubuh. Tanda awal yang khas adalah demam tinggi secara tiba-tiba dan terus-menerus. Pada fase ini, demam bisa bertahan selama 2-7 hari.

Pada fase demam, Anda tak perlu panik. Saat di rumah, Anda tetap bisa membantu mengurangi rasa tak nyaman akibat demam dengan konsumsi obat penurun demam (seperti parasetamol) setiap 4 jam sekali, perbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi, serta kompres air hangat di lipat tubuh seperti ketiak dan lipat paha.

Jika dalam 3 hari demam tak membaik dan tubuh penderita makin lemas, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang dibutuhkan.

2. Fase kritis

Setelah fase demam, suhu tubuh penderita akan mulai turun, begitu juga kadar trombosit dalam tubuh. Biasanya, penderita akan merasa lebih segar dan sehat, sehingga bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Namun, inilah saatnya Anda untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, setelah melewati demam tinggi, suhu tubuh yang sudah menurun dan hampir mencapai suhu normal merupakan tanda dari fase kritis.

Fase kritis dapat bertahan selama 2-3 hari. Meskipun suhu tubuh penderita menurun, tetapi Anda perlu waspada karena pada fase ini penderita mudah mengalami syok yang ditandai dengan kaki dingin, nyeri pada perut yang tak tertahankan, bahkan muncul perdarahan spontan seperti mimisan dan buang air besar berdarah.

Pada kasus demam berdarah, fase ini bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Oleh sebab itu, pada fase ini penderita perlu dipantau setiap saat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Fase penyembuhan

Terakhir adalah fase penyembuhan. Fase ini ditandai dengan kembalinya demam pada penderita. Demam ini wajar dan tak perlu ditakutkan karena akan diiringi dengan peningkatan trombosit dan kembali normalnya jumlah sel darah putih dalam tubuh.

Pada fase penyembuhan, penderita dapat merasakan kondisi tubuh yang lebih segar dan sehat, kadang disertai dengan rasa gatal pada ruam kulit, dan meningkatnya nafsu makan. Seorang penderita dewasa dapat mengalami fase penyembuhan hingga 2 minggu ke depan.

Jika diperhatikan, tiga fase demam berdarah memang tampak seperti bentuk pelama kuda. Pada fase awal demam mendadak tinggi, kemudian mengalami penurunan suhu, serta diakhiri dengan peningkatkan suhu tubuh lagi yang diikuti dengan kembalinya jumlah trombosit dalam tubuh. Kenali tanda dan gejalanya agar komplikasi demam berdarah seperti syok dapat dihindari. Jangan lupa juga untuk selalu menerapkan prinsip “3M plus” untuk mencegah demam berdarah di lingkungan sekitar.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar