Sukses

Kanker Menyebar ke Tulang seperti Sutopo, Apa yang Dirasakan?

Sutopo Purwo Nugroho berobat ke Tiongkok karena kanker sudah menyebar ke tulang. Apa yang biasanya dirasakan dalam kondisi tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Pada akhir pekan lalu, di media sosial banyak orang ramai-ramai mendoakan Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk sembuh. Selidik punya selidik, ternyata Sutopo pamitan akan menjalani perawatan di Guangzhou, Tiongkok terkait kanker yang dialaminya. Diketahui, kanker paru yang dialaminya kini sudah menyebar ke tulang.

Lewat akun instagram miliknya, @sutopopurwo, ia mengaku mengalami rasa sakit yang hebat akibat penyebaran kankernya tersebut. Ia juga minta didoakan agar bisa sembuh setelah menjalani pengobatan di Guangzhou.

"Hari ini saya ke Guangzhou untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh lain. Kondisinya sangat menyakitkan sekali," tulis Sutopo di Instagramnya, Sabtu (15/6).

"Saya mohon doa restu kepada kepada semua netizen dan lainnya. Jika ada kesalahan mohon dimaafkan. Sekaligus saya dimaafkan atas kesalahan dan dosa. Saya di Guangzhou selama 1 bulan. Maaf jika tidak bisa menyampaikan info bencana dengan cepat. Mohon maaf ya," sambungnya.

Sekilas tentang kanker yang diidap Sutopo

Sutopo sebelumnya divonis menderita kanker paru stadium IVB. Lebih tepatnya, ia diberitahu dokter bahwa menderita kanker paru pada Januari 2018.

Dalam wawancara dengan KlikDokter pada pertengahan Oktober tahun lalu, dirinya mengaku sempat kaget karena tidak ada riwayat kanker sebelumnya yang dialami keluarganya. Selain itu, ia juga rutin berenang dan joging.

Bahkan, Sutopo juga tidak pernah merokok. Jika terkadang ia batuk-batuk, Sutopo merasa itu hanya batuk biasa yang bisa diusirnya dengan obat batuk yang bisa dibelinya di warung-warung.

Singkat cerita, Sutopo harus menjalani hari-harinya dengan sakit kanker paru. Di tengah kondisinya tersebut, dirinya tetap menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ia tetap menjadi corong terdepan BNPB dalam memberikan data dan fakta terkait perkembangan penanganan bencana alam di Tanah Air. Selain itu, pria yang mengidolakan penyanyi Raisa ini juga tetap aktif mengajar.

1 dari 2 halaman

Kanker menyebar ke tulang, apa yang dirasakan?

Seperti disebutkan Sutopo, kanker yang menyebar ke tulang dirasakannya sangat sakit. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, kondisi seperti itulah yang terjadi jika kanker di bagian lain sudah merambat ke tulang.

Dokter Ega menyebut nyeri adalah tanda atau gejala jika kanker sudah menyebar ke tulang. Selain itu, tulang juga menjadi lebih rapuh atau berisiko mudah patah.

"Paling utama itu orang akan merasakan nyeri, lalu tulang pun akan menjadi lebih rapuh. Dalam hal ini tulang akan mudah patah," ujar dr. Dyan Mega.

"Kalau sudah menyebar ke organ lain, itu tandanya sudah memasuki fase stadium 4 atau stadium akhir, nanti tak hanya tulang bisa ke organ lain juga," sambungnya.

Lalu, nyeri bisa muncul pada awalnya pada tulang atau sendi disekitar lokasi tumor. Nyeri yang dirasakan biasanya bersifat tumpul dan menyerupai sakit akibat cedera olahraga atau akibat benturan.

Soal ini, dr. Dyan menjelaskan bahwa pembatasan aktivitas perlu dilakukan demi menjaga tulangnya tetap kuat. Jadi, orang dengan kanker di tulangnya, tidak boleh sembarangan beraktivitas, seperti olahraga intensitas tinggi.

"Jadi, jika sudah menyebar ke tulang, harus dilihat tulang mana yang sudah terkena. Dan, kalau kanker sudah menyebar ke tulang, biasanya itu akan ada pembatasan aktivitas. Biasanya, orang yang sudah mengalami penyebaran kanker di tulang, tidak boleh berolahraga intensitas tinggi karena itu menyebabkan risiko tinggi tulang patah. Sebaiknya lakukan olahraga dengan intensitas rendah, seperti yoga," tegasnya.

Ya, risiko jika kanker sudah menyebar, apalagi ke tulang memang cukup berbahaya. Pembatasan aktivitas dan pengawasan dari orang terkasih diperlukan karena risiko patah yang terjadi. Mari doakan agar pak Sutopo bisa segera sembuh setelah menjalani perawatan di Tiongkok.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar