Sukses

Jangan Menggaruk Kulit Saat Mengalami 7 Kondisi Ini!

Menggaruk kulit yang terasa gatal itu hal yang biasa. Tapi ada beberapa kondisi kulit yang membuat Anda tak boleh menggaruknya.

Klikdokter.com, Jakarta Biasanya, ketika Anda mengalami kondisi gatal, Anda akan merasa “enakan” setelah menggaruknya. Padahal, nyatanya menggaruk kulit tak selalu boleh dilakukan karena berbagai alasan. Selain itu, ada beberapa kondisi kulit yang tidak seharusnya Anda garuk meski terasa gatal.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter meski menggaruk adalah hal yang wajar atau respons alamiah ketika mengalami gatal, nyatanya itu banyak negatifnya. Itu justru akan meningkatkan rasa gatal itu sendiri.

"Pada akhirnya, terjadilah siklus gatal-garuk yang akan semakin memburuk. Selain itu, garukan juga akan menimbulkan trauma pada kulit, yang akan semakin merusak sawar pertahanan kulit. Rusaknya lapisan atas kulit inilah yang akan semakin membuat kulit rentan terhadap infeksi, luka, dan kehilangan kelembapan," ujar dr. Karin.

Masalah kulit yang tak boleh digaruk

Ada beberapa masalah kondisi kulit yang membuat Anda tak boleh menggaruknya, yakni:

1. Kulit kering

Alasan paling umum munculnya rasa gatal karena keringnya lapisan luar kulit pelindung Anda (stratum corneum. Menggaruk bisa memberikan kepuasan segera, tetapi bisa menimbulkan kerusakan pada lapisan permukaan kulit Anda yang sudah terganggu.

"Kulit Anda dapat membentuk celah dan bukaan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan infeksi. Terlebih lagi, bahan-bahan keras dari deterjen atau produk kecantikan berpotensi membuat Anda alergi terhadap formulasi yang awalnya tak membuat Anda alergi," kata Sylvia Hsu, MD, ketua dermatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Temple Katz Lewis di Amerika Serikat.

2. Kulit terbakar sinar matahari

Gatal karena terbakar sinar matahari adalah hal yang menjengkelkan karena dapat menimbulkan rasa gatal luar biasa. Menggaruknya malah bisa merusak kulit, memperlambat proses penyembuhan, dan memperburuk rasa gatal.

3. Eksim

Penyakit ini muncul ketika Anda mengalami kondisi kulit kering, kasar, dan meradang. Namun, biasanya, ini mengacu pada dermatitis atopik, suatu kondisi di mana pelindung kulit gagal berfungsi dengan baik. Apa pun penyebabnya, efeknya tetap sama, yakni lapisan kulit menjadi kasar.

Namun, menggaruknya justru akan membuat masalah menjadi lebih buruk. Khususnya, Anda bisa berakhir dengan sesuatu yang disebut lichen simplex kronisus.

“Kulit menjadi lebih tebal, lebih gelap, dan lebih keriput,” kata Dr. Hsu. Rasanya pun akan semakin gatal dan semakin sulit diobati. Anda juga mungkin terkena masalah prurigo nodularis, di mana kulit yang tergores atau terangkat berkembang menjadi benjolan yang gatal.

4. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit peradangan pada kulit yang bersifat kronis atau berkepanjangan. Gejala psoriasis dapat berbeda-beda pada setiap orang, tetapi dapat mencakup bercak merah pada kulit yang ditutupi dengan sisik, kulit kering, kulit pecah-pecah yang mudah berdarah, dan gatal-gatal disertai sendi yang nyeri, bengkak, dan kaku.

Sebaiknya lawan keinginan Anda untuk menggaruk ketika mengalami ini. Sebab, bagian-bagian epidermis di atas pembuluh darah yang melebar dapat berdarah ketika skalanya tergores atau diangkat.

5. Dermatitis kontak

Ini penyakit bagian dari eksim. Kondisi gatal ini disebabkan oleh iritasi atau alergen. Iritan menerobos penghalang kulit dan segera mengobarkannya.

Jika mengalami kondisi ini, jangan digaruk karena Anda akan menghadapi risiko masalah lainnya yang muncul, yaitu pendarahan, infeksi, dan rasa gatal yang lebih hebat.

6. Ketombe

Serpihan putih yang ada di rambut cukup membuat malu. Ketombe memang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri.

Secara teknis, ketombe mengacu pada kondisi yang disebabkan oleh jamur yang disebut malassezia. Jamur tersebut hidup di kulit kepala semua orang, tetapi bagi orang-orang yang rentan terhadap ketombe, malassezia menyebabkan iritasi dan pertumbuhan sel kulit yang berlebih. Menggaruk dapat memperburuk proses inflamasi yang sudah dipicu oleh malassezia.

7. Kaki atlet

Kaki atlet atau athlete's foot sangat mungkin terjadi akibat kaki – terutama sela-sela jari kaki – yang selalu lembap. Ini bisa disebabkan oleh lantai kamar mandi yang basah, ruang ganti di tempat gym, atau dek kolam renang. Selain kulit bersisik, terutama di antara jari kaki, kaki bagian bawah akan menjadi kering dan memerah.

Melihat kondisi-kondisi tersebut, Anda benar-benar tak boleh menggaruk bagian yang gatal. Selain menyebabkan fisura dan kemungkinan infeksi, menggaruk kulit yang gatal berpotensi menyebarkan jamur ke bagian tubuh lain yang secara tak sengaja Anda sentuh segera setelah menggaruk.

Itulah beberapa masalah kulit yang tak boleh Anda garuk ketika timbul rasa gatal. Sebab jika Anda menggaruk kulit dalam kondisi tersebut, justru akan membuat keadaan makin parah. Lebih baik obati dengan salep antijamur atau antibakteri. Tapi, rasa gatalnya makin parah, lebih baik segera berkonsultasi pada dokter.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar