Sukses

Konsumsi Bekatul, Adakah Manfaatnya untuk Kesehatan?

Jika selama ini bekatul lebih sering jadi makanan ternak, kini ada pula sebagian kalangan yang menyantapnya. Apa manfaatnya untuk kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang Indonesia tentu tidak asing lagi dengan padi dan beras sebagai makanan pokok. Namun, bagaimana dengan bekatul? Mungkin Anda agak sedikit asing dengan kata tersebut. Padahal, bekatul sebenarnya adalah lapisan pelindung beras.

Dalam proses penggilingan padi, ada tiga lapisan pembungkus yang biasanya lepas sebelum didapatkan beras itu sendiri. Yang pertama adalah sekam, ciri khasnya kulitnya keras dan tajam. Lalu, kedua ada dedak. Nah, bekatul ini lapisan ketiga atau nama lainnya adalah bran.

Bekatul adalah lapisan beras yang berada di bagian endosperma. Secara kasat mata, dedak dan bekatul memang memiliki warna cokelat muda memiliki kemiripan. Hal inilah yang membuat banyak orang sulit membedakan di antara keduanya.

Melansir dari Heathline, bekatul memiliki rasa yang manis dan pedas. Karena itu, bekatul dapat digunakan untuk menambah tekstur dan rasa penuh ke roti, muffin, dan makanan panggang lainnya.

Kaya serat dan vitamin B1

Meski masih baru, manfaat dari bekatul cukup luar biasa. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, yang paling menonjol dari bekatul adalah kandungan seratnya yang tinggi serta vitamin B1.

"Sebagaimana diketahui serat sangat bermanfaat bagi saluran pencernaan. Selain itu, serat juga bisa mencegah sembelit dan menurunkan risiko kanker usus besar. Tak hanya hal-hal tersebut, serat juga bisa berperan menjaga kadar kolesterol, gula darah dan juga berat badan," ujar dr. Dyan Mega.

Serat juga menjadi "teman baik" bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Serat merupakan bahan pangan yang lambat dicerna, sehingga akan memenuhi lambung dan seluruh saluran pencernaan. Proses inilah yang mengakibatkan seseorang merasa kenyang lebih lama dan tidak mudah lapar.

Selain itu, seperti disebutkan sebelumnya, kandungan nutrisi bekatul adalah vitamin B1. Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, vitamin B1 atau tiamin dapat ditemui pada gandum, ragi, kacang-kacangan, dan daging.

"Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan Anda berisiko terkena penyakit beri-beri. Gejalanya antara lain hilangnya rasa raba pada tangan dan kaki, kesulitan berjalan, kelumpuhan, hingga gagal jantung," kata dr. Nadia.

1 dari 2 halaman

Manfaat sehat konsumsi bekatul

Selain kaya serat dan vitamin B1, masih banyak kandungan lain dari bekatul yang bermanfaat baik bagi tubuh. Berikut beberapa komponen yang memperkaya nutrisi bekatul:

1. Tinggi antioksidan

Bekatul memiliki sumber polifenol, yang merupakan molekul nabati yang bertindak sebagai antioksidan. Antioksidan melindungi tubuh Anda dari molekul berbahaya yang dikenal sebagai radikal bebas. Dalam jumlah tinggi, radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan sel yang terkait dengan penyakit kronis.

Avenanthramides adalah keluarga antioksidan yang unik untuk gandum. Mereka telah dikaitkan dengan pengurangan peradangan, sifat antikanker, dan tingkat tekanan darah yang lebih rendah.

2. Kaya magnesium

Bekatul dan jenis gandum-ganduman kaya akan magnesium. Magnesium adalah mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk fungsi otot dan saraf, menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat, mengatur ritme jantung, dan membangun tulang yang kuat.

Manfaat bantuan magnesium lainnya termasuk pengurangan risiko penyakit jantung, pengaturan tekanan darah, dan pengurangan sindrom pramenstruasi (PMS).

3. Baik untuk diabetes tipe-2

Studi menunjukkan bahwa konsumsi bekatul dan biji-bijian dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 20 persen. Anda dapat makan setidaknya 2 porsi biji-bijian per hari selama setidaknya satu tahun.

4. Kaya folat

Bekatul adalah sumber folat (vitamin B9) yang diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh termasuk sintesis dan perbaikan, pembelahan sel, dan pertumbuhan sel. Manfaat lain dari folat adalah perlindungan dan perbaikan DNA untuk mengurangi risiko kanker dan memperlambat penuaan. Bekatul yang dikonsumsi dalam biji-bijian utuh seperti beras merah dan roti gandum merupakan cara terbaik untuk meningkatkan asupan folat.

Meski masih terdengar asing, bekatul menawarkan banyak manfaat karena mengeyangkan dan bergizi. Jadi, mulai sekarang Anda dapat menambahkan bekatul dalam diet harian Anda. Makanan ini bisa dijadikan bubur, campuran bahan baku kue, biskuit, dan roti.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar