Sukses

Mengintip Seluk-beluk Diet Tinggi Protein

Anda tertarik untuk melakukan diet tinggi protein? Jangan buru-buru. Simak dulu artikel ini.

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa orang yang ingin menurunkan berat badan dan membentuk massa otot pasti membutuhkan diet tertentu untuk mencapai target tersebut. Sayangnya, diet terkadang membuat tubuh menjadi lemas sehingga beberapa orang cenderung berhenti di tengah jalan. Kendati demikian, hal itu ternyata tidak berlaku buat diet tinggi protein. Dilansir dari Reader’s Digest, diet tinggi protein dapat memberikan lebih banyak energi ketimbang metode diet yang lain.

Menurut Associate Professor Bidang Nutrisi dan Olahraga dari Central Washington University, Kelly Pritchett, Ph.D.RD, protein memainkan banyak peran di dalam tubuh. Mulai dari menunjang pertumbuhan, memperbaiki sel, menciptakan enzim, membantu mempertahankan keseimbangan cairan, hingga membentuk antibodi.

Manfaat diet tinggi protein

Mengonsumsi protein dalam jumlah cukup memang sangat bisa membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa protein memiliki efek mengenyangkan yang lebih lama. Ini artinya, tubuh membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memecah dan mencerna sebagian besar protein. Sehingga, nafsu makan akan menurun dan mencegah Anda untuk makan berlebihan.

Dalam pelaksanaannya, diet tinggi protein mengharuskan pelakunya untuk mengonsumsi 0,8 hingga 1 gram protein per pon berat badan. Jadi, untuk orang dengan berat badan 150 pon atau 68 kilogram, ia membutuhkan 120–150 gram protein dalam sehari.

Bila Anda makan tiga kali sehari ditambah dua makanan ringan, itu rata-rata memasok sekitar 25-30 gram protein setiap kali makan. Anda juga dapat menghitung protein sebagai persentase dari total kalori. Rencanakan untuk mendapatkan 20–35% protein dari total kalori harian.

Bila suka berlari, berenang, bersepeda dan mengangkat beban, Anda membutuhkan protein yang cukup dalam makanan. Asam amino atau bahan penyusun protein adalah makanan terbaik bila Anda ingin membentuk otot setelah berolahraga. Jadi, sehabis olahraga, ada baiknya Anda mengonsumsi camilan yang mencakup beberapa protein.

Memilih jenis protein yang baik

Produk hewani seperti daging, ikan, unggas, susu dan telur memberi Anda lebih banyak protein per gram daripada sumber nabati. Meski begitu, bukan berarti sumber nabati sama sekali tidak berguna, lo.

Anda tetap dapat menemukan banyak protein dalam kacang-kacangan, khususnya kacang lentil. Dalam setengah cangkir, kacang lentil mengandung sekitar 9 gram protein.

Bila Anda kesulitan dalam mencari kacang lentil, kacang buncis bisa menjadi alternatif. Pasalnya, dalam setengah cangkir kacang buncis terkandung 7 gram protein di dalamnya.

Selain itu, jangan lupakan juga kacang kedelai. Ini karena kacang kedelai adalah satu-satunya protein nabati lengkap yang memiliki semua asam amino yang dibutuhkan. Dalam setengah cangkir kacang kedelai yang sudah diolah menjadi tahu, terkandung setidaknya 10 gram protein.

Di samping daging dan kacang-kacangan, Anda juga disarankan untuk tetap mengonsumsi sayuran hijau. Ini karena sayuran hijau mengandung serat yang penting untuk menunjang proses menurunkan berat badan dan membantu menjaga saluran pencernaan. Dalam sayuran, juga terkandung mikronutrien penting seperti vitamin, mineral dan fitonutrien untuk menangkal berbagai jenis penyakit.

Efek samping yang mungkin timbul

Meski diet tinggi protein terasa menjanjikan, Anda yang punya penyakit ginjal sebaiknya tidak melakoni metode diet yang satu ini. Karena, diet tinggi protein akan memperburuk kondisi kesehatan ginjal Anda.

Sebagaimana dikatakan dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter. Menurutnya, metabolisme protein akan memunculkan amonia yang harus dibuang melalui urine.

“Apabila jumlahnya berlebihan, hal itu dapat meningkatkan beban kerja ginjal,” jelas dr. Reza.

Jadi, kondisi kesehatan Anda memungkinkan untuk melakukan diet tinggi protein? Bila memang tidak yakin, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter atau ahli gizi. Hal ini dilakukan agar diet tinggi protein atau metode diet lain yang hendak Anda jalankan benar-benar tepat sasaran dan sepenuhnya memberikan manfaat tanpa diikuti efek samping merugikan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar