Sukses

Krim Perawatan Kulit Mengganggu Kesuburan?

Sempat heboh diisukan bahwa pemakaian krim perawatan kulit tertentu bisa mengganggu kesuburan. Secara medis, benarkah demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Penggunaan krim perawatan kulit sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari sebagian orang. Namun, sempat heboh diisukan bahwa pemakaian krim kulit atau kosmetik tertentu bisa mengganggu kesuburan penggunanya. Sebelum memutuskan untuk menyingkirkan produk atau mengubah ritual perawatan kulit Anda akibat isu tersebut, ketahui kebenarannya lewat artikel ini.

Krim perawatan kulit, baik yang mengandung obat-obatan maupun yang murni bersifat kosmetik, memang harus dipilih dengan saksama sebelum digunakan. Sebab, penyerapan zat ke dalam kulit tak bisa dianggap enteng. Kadar zat yang terserap di kulit hingga beredar dalam darah bisa saja berjumlah cukup tinggi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Hubungan antara produk perawatan kulit dan gangguan kesuburan

Diperkirakan sekitar 7,4 persen pasangan di Amerika Serikat menderita infertilitas (ketidaksuburan). Adapun jumlah pasangan infertil di dunia bisa setinggi 15 persen, terutama di negara maju.

Kesuburan dipengaruhi oleh begitu banyak faktor. Salah satu faktor pentingnya adalah gaya hidup, seperti nutrisi, berat badan, olahraga, stres psikologis, serta paparan lingkungan dan okupasional. Gaya hidup seperti merokok, penggunaan narkoba, alkohol, dan konsumsi kafein berlebihan juga dikatakan berpengaruh negatif terhadap kesuburan.

Baru-baru ini, semakin meningkat kesadaran akan pentingnya mewaspadai bahan-bahan yang terkandung dalam krim perawatan kulit. Sebab, beberapa di antaranya dicurigai dapat berpengaruh terhadap kesuburan sehingga harus diwaspadai.

Bahan-bahan dalam produk perawatan kulit yang harus diwaspadai

Berikut adalah beberapa zat campuran krim perawatan kulit atau kosmetik yang dicurigai berbahaya bila terserap tubuh secara berlebihan:

1. Paraben

Banyak produk perawatan kulit dan kosmetik yang mengandung paraben. Paraben biasa digunakan untuk menjaga agar makanan, obat, kosmetik, serta produk personal care seperti deodoran atau sampo jauh dari bakteri dan jamur, sehingga lebih awet. Tanpa paraben, mungkin produk kosmetik Anda sudah dipenuhi bakteri dan jamur dalam waktu singkat.

Meski demikian, penggunaan paraben perlu diwaspadai, apalagi setelah banyaknya studi yang mengungkap bahaya bahan ini. Paraben yang terserap dalam jumlah sangat berlebihan serta dalam jangka waktu lama, memiliki efek seperti hormon estrogen dan efek anti androgenik (hormon pria). Penelitian menyebutkan bahwa paraben dapat berikatan dengan reseptor pengatur hormon manusia.

Gangguan kesuburan yang terjadi akibat paraben misalnya berkurangnya produksi sperma pada pria. Pada wanita, dicurigai paraben dapat mengganggu siklus hormon normal wanita.

2. Phthalate

Phthalate banyak digunakan pada kosmetik untuk kulit, rambut, kuku, karena menambah daya tahan produk-produk tersebut. Sebuah asosiasi bernama Environmental Working Group (EWG) di Amerika Serikat merilis pernyataan kewaspadaan terhadap produk kecantikan yang mengandung dibutyl phthalate (DBP).

Dicurigai, DBP dapat mengganggu fungsi hormonal normal, serta dapat menyebabkan gangguan janin bagi ibu yang sedang hamil. Pada pria, berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di Universitas Missouri, Amerika Serikat, DBP diketahui dapat menurunkan jumlah sperma.

3. Penyaring sinar ultraviolet seperti benzophenone-1, benzophenone-3, dan octinoxate

Ketiga bahan di atas dicurigai dapat mengganggu fungsi hormon dan menyebabkan perubahan fisiologi dalam tubuh.

4. Perfluorinated chemicals (PFC)

Zat PFC digunakan secara luas dalam berbagai produk sehari-hari, seperti kemasan makanan (misalnya bungkus popcorn yang dimasak dengan microwave), pestisida, karpet, hingga produk perawatan tubuh.

PFC diperkirakan berkaitan dengan gangguan kesuburan. Temuan peneliti menyebutkan bahwa wanita yang kadar PFC dalam darahnya cukup tinggi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa hamil.

Produk perawatan wanita yang diketahui mengandung PFC umumnya adalah eyeshadow, foundation, bedak, dan perona pipi. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena PFC bisa mengganggu pengaturan hormon.

Kesimpulannya? Bagi Anda – wanita atau pria – yang sedang dalam usia reproduktif dan berniat untuk memiliki keturunan, ada baiknya untuk menghindari zat-zat di atas. Sebab, paparan dan zat-zat di atas dalam jumlah besar besar dan paparannya dalam jangka waktu lama dicurigai dapat mengganggu kesuburan. Oleh karena itu, jika ingin membeli krim perawatan kulit, produk personal care, atau kosmetik lainnya, perhatikan kandungannya secara cermat.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar