Sukses

Tips Menghabiskan Waktu Bersama bagi Ayah dan Anak

Dalam parenting, peran ayah dan ibu sama pentingnya. Agar tercipta ikatan yang kuat, bagaimana seharusnya ayah dan anak habiskan waktu bersama?

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini, bisa dibilang jumlah ayah yang ingin terlibat dalam kegiatan mengasuh anak semakin bertambah. Semakin banyak pula ayah yang menyadari betapa pentingnya kebersamaan mereka dengan anak. Masalahnya, sebagian besar ayah masih kebingungan bagaimana mengoptimalkan waktu bersama anak (khususnya ayah yang sibuk bekerja), begitu juga dengan bagaimana seharusnya ayah dan anak menghabiskan waktu bersama demi ikatan yang makin kuat.

Ada studi yang mencoba menjawab pertanyaan besar para ayah: apa aktivitas terbaik untuk bisa memperkuat ikatan bersama anak, dan kapan aktivitas tersebut paling baik dilakukan?

Waktu terbaik bonding ayah dengan anak: hari kerja vs hari libur

Studi baru dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa jenis keterlibatan (mengasuh vs mengajak bermain) dan waktu (hari kerja vs akhir pekan) memiliki dampak pada kualitas hubungan awal ayah-anak.

Studi tersebut dipublikasikan di “Journal of Family Psychology”. Temuannya adalah, para ayah yang menghabiskan waktu bersama anak pada hari tidak bekerja lebih bisa mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengan anak, dan aktivitas bermain tampaknya sangat penting, bahkan setelah memperhitungkan kualitas pengasuhan ayah.

“Ayah yang memilih untuk mendedikasikan waktu mereka di luar hari kerja untuk menghabiskan waktu bersama anak terlihat mampu mengembangkan hubungan yang terbaik,” kata Geoffrey Brown, asisten profesor di UGA College of Family and Consumer Sciences, Universitas Georgia, Amerika Serikat (AS), seperti dikutip di Science Daily.

“Dan pada hari ketika ayah libur bekerja, melakukan aktivitas yang fokus pada anak atau bersenang-senang dengan dengan anak, sepertinya menjadi prediktor terbaik dari hubungan ayah dan anak yang kuat,” lanjutnya.

Meski demikian, hubungan terbaik justru ditemukan saat ayah yang banyak menghabiskan waktu membantu tugas-tugas harian yang berhubungan dengan pengasuhan anak saat hari kerja.

“Sulit dijelaskan, tetapi saya pikir ini mencerminkan perbedaan dalam konteks waktu interaksi keluarga saat hari kerja vs hari libur,” kata Geoffrey lagi. Ia juga bilang, dari sudut pandang pembangunan hubungan baik dengan anak, poin pentingnya adalah usaha ayah untuk ikut membantu mengasuh dan merawat anak saat hari kerja (meski sang ayah sudah capek bekerja).

1 dari 2 halaman

Keterlibatan ayah memengaruhi tumbuh kembang psikologis anak

Anak-anak mulai membentuk ikatan emosial dengan pengasuh mereka, yang bisa dirasakan saat orang tua menjaga mereka tetap aman, memberikan kenyamanan, serta memberi contoh bagaimana sebuah hubungan seharusnya berjalan.

Banyak manfaat yang didapat oleh anak saat ayah berperan aktif dalam proses pertumbuhannya. Dalam sebuah penelitian yang dikutip dalam buku “The Role of Father in Child Development”, anak dengan ayah yang aktif terlibat sejak usia satu bulan cenderung memiliki skor kognitif yang lebih tinggi saat usia anak 1 tahun.

Dikatakan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, saat anak memasuki usia lebih tua, peran ayah pun makin penting.

“Penelitian menyatakan bahwa anak yang terlibat dalam kegiatan harian seperti makan malam dan bermain sehari-hari, memiliki dampak yang signifikan dibandingkan dengan ayah yang hadir sesekali (meski ayah mengajak tamasya),” jelas dr. Astrid.

Kehadiran ayah pun akan memberikan pengalaman yang berbeda pada anak. “Karena sikap yang terlalu overprotektif, anak yang sering bermain dengan ayahnya cenderung punya lebih banyak kesempatan untuk mengeksplor lingkungan dengan bebas,” tambahnya.

Tips mendukung pertumbuhan psikologis anak

Supaya turut serta dalam mendukung pertumbuhan psikologis anak dengan optimal, dr. Astrid menyarankan para ayah untuk melakukan hal-hal di bawah ini.

  • Terlibat aktif sejak anak masih dalam kandungan.
  • Turut mengambil peran dalam proses pengasuhan eksplisit bersama ibu, seperti membantu mengerjakan pekerjaan rumah dan bergantian bangun pada malam hari.
  • Meluangkan waktu setiap hari meski sebentar untuk berinteraksi dengan anak, baik itu bermain, berbincang, atau sekadar duduk bersama.
  • Bersama ibu menyepakati pola didik bersama untuk anak.

Berdasarkan hasil studi, itulah bagaimana seharusnya ayah dan anak menghabiskan waktu bersama demi memperkuat ikatan mereka. Tidak hanya quality time seharian dengan anak saat libur, kualitas hubungan ayah-anak justru lebih kuat ketika ayah terlibat dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan anak saat hari kerja.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar