Sukses

Makanan Kalori Negatif, Apa Itu?

Kalori dalam makanan menjadi pertimbangan penting, terutama bagi yang sedang diet. Namun, sudahkah Anda mengenal makanan kalori negatif?

Klikdokter.com, Jakarta Kalori merupakan unit perhitungan dari energi yang tersimpan dalam makanan yang Anda konsumsi. Oleh sebab itu, Anda yang sedang ingin menurunkan berat badan lewat diet akan sangat menghitung kalori yang masuk ke tubuh. Namun, apakah Anda mengetahui apa itu makanan kalori negatif? Simak penjelasannya berikut ini.

Di dalam tubuh, energi memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan karena digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya saja saat Anda beristirahat, energi diperlukan agar tubuh tetap menjalankan fungsi dasarnya seperti bernapas. Selain itu, energi juga digunakan untuk proses pencernaan setelah makan, atau ketika Anda beraktivitas dan berolahraga.

Apa itu kalori negatif?

Seperti dijelaskan sebelumnya, salah satu kegunaan energi adalah untuk mencerna dan memproses makanan yang Anda konsumsi. Lalu, yang dimaksudkan dengan makanan kalori negatif adalah makanan yang membutuhkan kalori lebih banyak untuk dimakan, dicerna, dan diproses dibandingkan dengan kandungan kalori yang diberikannya untuk tubuh.

Jadi, makanan kalori negatif bukanlah makanan yang tidak mengandung kalori, namun makanan yang membakar lebih banyak energi dalam proses pencernaannya dibandingkan konsumsi kalori yang masuk. Secara teori, dengan mengkonsumsi makanan kalori negatif, maka berat badan Anda akan turun dengan sendirinya.

Makanan yang dianggap memiliki kalori negatif biasanya berupa buah dan sayur dengan kandungan air yang tinggi. Misalnya saja selada, ketimun, seledri, apel, dan semangka. Selain mengandung sedikit kalori, makanan tersebut juga mengandung banyak nutrisi yang menyehatkan tubuh.

Bisakah turunkan berat badan dengan makanan kalori negatif?

Energi yang digunakan tubuh saat memproses makanan sangat bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi. Umumnya, energi yang digunakan tersebut digambarkan dalam persentase dari jumlah kalori yang masuk, dan bervariasi. Misalnya saja untuk karbohidrat, kurang lebih 5-10 persen kalori yang masuk akan digunakan untuk pemrosesan, 0-5 persen untuk lemak, dan 20-30 persen untuk protein.

Pemrosesan makanan ini termasuk mengunyah, pergerakan makanan melalui saluran pencernaan, penyerapan nutrisi, serta penyimpanan energi yang berlebih. Jika dirata-rata, kurang lebih satu persepuluh kalori dari makanan yang masuk akan digunakan untuk berbagai tahapan pencernaan ini.

Selain memiliki kandungan air yang banyak, makanan kalori negatif juga terdiri dari sumber karbohidrat dengan jumlah lemak dan protein yang minim. Walaupun belum terbukti secara resmi, tapi dipercaya jika pemrosesan makanan ini tidak menggunakan lebih banyak energi dibandingkan makanan sumber karbohdirat lainnya.

Lebih lanjut lagi, walaupun kandungan kalorinya sedikit, namun pemrosesannya membutuhkan kalori lebih sedikit lagi akibat tingginya kandungan air dan serat pada makanan kalori negatif. Sehingga, walaupun secara teori memungkinkan, namun fakta adanya makanan yang mengandung lebih sedikit kalori daripada kalori terbuang untuk pencernaannya kemungkinan sangat kecil.

Perlu diingat juga bahwa banyak jenis makanan yang dipromosikan sebagai kalori negatif mengandung gizi yang baik, jadi sama sekali tak masalah jika Anda tetap mengonsumsinya. Selain itu, karena umumnya rendah kalori, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah banyak biasanya tidak akan menyebabkan jumlah kalori yang masuk dalam tubuh menjadi berlebih.

Jika Anda menginginkan hasil yang permanen, jangan mengharapkan adanya hasil instan dari diet jangka pendek. Sebaiknya ubah pola makan dan minum Anda dengan pilihan yang lebih sehat secara konsisten dan tak hanya mengandalkan makanan kalori negatif. Banyak studi membuktikan jika diet dalam jangka waktu pendek memang menghasilkan, namun lebih dari 80 persen akan kembali mengalami peningkatan berat badan.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar