Sukses

Mengapa Sesak Napas Menjadi Pertanda Serangan Jantung?

Aktor Robby Sugara mengeluh sesak napas sebelum meninggal dunia akibat serangan jantung. Apa kaitan antara sesak napas dan serangan jantung?

Klikdokter.com, Jakarta Aktor keturunan Jawa, Ambon, dan Belanda yang terkenal di era 70-an hingga 90-an, Robby Sugara, meninggal dunia pada usia 67 tahun akibat serangan jantung, Kamis (13/6). Dilansir dari pemberitaan media, sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit UKI, Jakarta Timur, almarhum sempat mengeluh sesak napas pada malam sebelumnya. Sayang, nyawanya tak tertolong. Apakah sesak napas menjadi pertanda serangan jantung?

Masyarakat lebih sering menghubungkan sesak napas dengan gangguan pernapasan. Padahal, keluhan tersebut juga bisa menjadi gejala kondisi yang lebih serius, seperti serangan jantung.

Penyebab sesak napas pada kasus serangan jantung

Menurut dr. Devia Irine, dari KlikDokter, serangan jantung adalah kondisi saat jantung tidak mendapat aliran darah yang seharusnya. Sehingga, jantung tidak dapat berfungsi dengan baik dalam mengantarkan darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh.

“Sesak napas terjadi apabila ada kegagalan organ jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini terjadi karena terdapat sumbatan di pembuluh darah yang mengakibatkan darah tidak dapat mencapai ke target organ,” jelasnya.

Kondisi sesak napas ini biasanya terjadi tiba-tiba, terutama saat seseorang hendak beristirahat (umumnya di malam hari) atau di tengah-tengah aktivitas.

Gejala serangan jantung lainnya

Selain serangan jantung, gejala serangan jantung yang perlu diwaspadai adalah nyeri dada. Kata dr. Devia, nyeri dada adalah gejala khas serangan jantung.

“Nyeri yang dirasakan bersifat seperti tertekan atau seperti tertindih beban berat di sekitar dada, yang menjalar hingga lengan kiri, leher, rahang kiri, bahu, atau bahkan ulu hati. Keluhan nyeri dada ini dapat berlangsung dalam beberapa menit atau lebih dari 20 menit dan tidak membaik dengan istirahat,” paparnya.

Meski demikian, pada beberapa kondisi (seperti usia lanjut), nyeri dada mungkin tak dirasakan. Justru, keluhan nyeri ulu hati lebih dominan. Karenanya, kadang serangan jantung terlambat diketahui karena hanya dianggap asam lambung naik.

Selain nyeri dada dan sesak napas, ada pula gejala penyerta lainnya. Pada kasus serangan jantung yang khas, biasanya pasien akan mengalami keringat dingin, mual dan muntah, tubuh lemah mendadak, bahkan terjadi penurunan kesadaran.

“Gejala penyerta tak selalu muncul. Namun, pada banyak kasus serangan jantung banyak ditemukan gejala penyerta yang mendukung diagnosis,” kata dr. Devia.

1 dari 2 halaman

Pertolongan pertama pada penderita serangan jantung

Boleh jadi kemungkinannya kecil, tapi mana tahu suatu hari Anda dihadapkan pada situasi ketika ada seseorang di sekitar Anda yang mengalami serangan jantung. Karenanya, membekali pengetahuan seputar pertolongan pertama terkait serangan jantung perannya bisa krusial.

Karena serangan jantung adalah kondisi kegawatan, secepat mungkin cari bantuan medis. Sembari menunggu, Anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini.

  • Baringkan dan tenangkan penderita

Saat seseorang dicurigai menderita serangan jantung (dengan menunjukkan gejala nyeri dada di sebelah kiri yang menjalar ke lengan kiri, leher, dan menembus ke belakang, mengalami sesak napas, dan keringat dingin), baringkan dan tenangkan penderita.

Semakin tinggi rasa cemas, akan semakin buruk kondisinya (karena beban kerja jantung meningkat). Sebisa mungkin, buat penderita menjadi relaks.

  • Kendurkan kerah dan pakaian yang terlalu ketat

Agar sesak napas tak makin parah, bantu penderita dengan mengendurkan kerah atau melepas ikat pinggangnya. Dengan cara ini pernapasan penderita menjadi lebih lega.

  • Tanyakan obat pribadi penderita

Tanyakan apakah ada obat rutin yang diminum oleh si penderita. Pasalnya, salah satu obat yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri serangan jantung adalah nitrat atau nitrogliserin. Jika penderita memilikinya, bantu ia untuk mengonsumsi obat tersebut secepatnya. Jika tak ada, minta seseorang untuk membelikannya sementara Anda tetap tinggal untuk menjaganya.

  • Jika penderita tak sadarkan diri, lakukan resusitasi jantung paru

Apabila penderita sudah hilang kesadaran, mulai lakukan resusitasi jantung paru (RJP). Lakukan penekanan jantung dengan kecepatan 100 kali per menit.

Selain nyeri dada, sesak napas juga diketahui sebagai pertanda khas serangan jantung, seperti yang dialami oleh almarhum Robby Sugara. Dari situ, Anda bisa memetik poin penting bahwa kondisi sesak napas tidak boleh diremehkan. Jika Anda memiliki sejumlah fakto risiko atau mengalami gejala yang mengarah pada penyakit jantung, segera periksakan diri ke dokter.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar