Sukses

Efektifkah Olahraga Menangkal Kanker Usus?

Olahraga memang dianjurkan untuk membuat tubuh bugar. Tapi, apakah aktivitas sehat ini juga efektif untuk menangkal kanker usus?

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga dikenal sebagai salah satu cara untuk membuat tubuh menjadi sehat dan bugar. Para ahli bahkan menyarankan olahraga 30 menit dalam sehari untuk menghindari berbagai penyakit berbahaya. Akan tetapi, manfaat dari olahraga dalam menangkal kanker usus juga masih harus dipertanyakan.

Sebelum membahasnya lebih jauh, mari ketahui apa itu kanker usus. Kanker ini biasanya disebut juga dengan kanker kolon. Menurut dr. Atika dari KlikDokter, kanker usus merupakan tipe kanker saluran cerna yang paling sering terjadi.

"Kanker ini paling sering terjadi di area usus besar yang berbatasan dengan anus. Kanker kolorektal (kanker usus besar dan rektum) masih menjadi salah satu penyakit kanker yang paling sering ditemukan kasusnya," kata dr. Atika.

Sebagai penyakit kanker yang banyak mengancam nyawa, tanda-tanda kemunculan kanker usus perlu Anda kenali. Gejala yang ditimbulkan oleh kanker usus biasanya sebagai berikut:

  • Perdarahan saat buang air besar
  • Perubahan konsistensi feses (dapat cair atau keras) yang biasanya berlangsung lebih dari 4 minggu
  • Nyeri perut
  • Rasa tidak lancar saat buang air besar, dan kurang puas ketika selesai
  • Anemia defisiensi besi (akibat kehilangan darah tanpa disadari)
  • Lemah dan lesu
  • Berat badan menurun secara drastis
  • Saat kanker semakin berkembang, dapat teraba benjolan di perut.

Pada saat kanker usus masih dalam tahap awal, kemungkinan besar penderita tidak akan merasakan gejala apa pun. Sampai saat ini, penyebab tunggal kanker usus belum diketahui. Tapi, faktor genetik diketahui berperan besar pada terjadinya kanker usus.

Selain genetik, pola makan diketahui cukup memengaruhi. Pola makan seperti tinggi daging merah dan lemak hewani, kurang mengonsumsi serat, dan kurang mengonsumsi sayur-sayuran maupun buah-buahan menjadi penyebab kanker usus yang paling sering terjadi.

1 dari 2 halaman

Efektifkah olahraga menangkal kanker usus?

Anda tentu tahu manfaat luar biasa dari olahraga. Akan tetapi, apakah olahraga juga bisa diandalkan untuk mencegah kanker yang berhubungan dengan pencernaan ini?

Sebuah penelitian yang dipaparkan dalam Journal of Physiology menunjukkan bahwa ledakan singkat aktivitas fisik yang intens dapat mengurangi pertumbuhan sel tumor kolorektal.

Namun, penelitian lain juga menunjukkan ada faktor tambahan yang dapat berkontribusi untuk mengurangi pertumbuhan kanker kolorektal dan meningkatkan hasil pasien, yakni latihan atau olahraga dengan intensitas tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh James Devin, peneliti dari School of Human Movement and Nutrition Sciences at The University of Queensland in Brisbane, Australia.

Seperti yang dijelaskan Devin dan rekannya, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa berolahraga dalam jangka waktu yang lama dapat membantu melawan kanker. Akan tetapi, studi ini menunjukkan bahwa olahraga singkat sekalipun dapat memiliki efek positif yang serupa.

Latihan intensitas tinggi memiliki efek langsung

Untuk menjelaskan mekanisme ini, Devin dan tim merekrut individu dengan kanker kolorektal dan meminta mereka untuk menyelesaikan sesi olahraga interval intensitas tinggi atau high-intensity interval training (HIIT). Mereka melakukannya sebanyak 12 sesi HIIT selama periode 4 minggu.

HIIT adalah metode pelatihan yang bertujuan untuk membuat orang yang berolahraga melakukan lebih banyak pekerjaan fisik pada intensitas tinggi dalam satu sesi.

Pada kelompok sesi akut, para peneliti mengumpulkan sampel serum darah dari peserta segera setelah menyelesaikan sesi HIIT, dan 120 menit setelah latihan. Dalam kelompok 4 minggu, para ilmuwan mengumpulkan dan menganalisis serum darah sebelum melakukan HIIT dan 4 minggu setelahnya.

"Serum diperoleh segera setelah HIIT dilakukan selama 4 minggu. Secara signifikan, olahraga ini dapat mengurangi jumlah sel kanker usus besar," lapor para peneliti.

Secara khusus, para ilmuwan menemukan peningkatan kadar sitokin yang membantu memodulasi respons imun dan inflamasi tubuh. Sitokin ini adalah interleukin-6, interleukin-8, dan tumor necrosis factor-alpha.

"Efek dari HIIT dan sitokin mungkin menjadi mediator penting untuk mengurangi perkembangan sel kanker usus besar, sehingga dapat berkontribusi pada hubungan antara olahraga dan peningkatan kelangsungan hidup kanker kolorektal," para peneliti menyimpulkan.

Setelah olahraga intensif metode HIIT, peneliti juga menemukan bahwa gaya hidup aktif secara fisik mungkin penting dalam mengatasi tumor kolorektal manusia. “Kami telah menunjukkan bahwa olahraga dapat berperan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker usus besar," tegas Devin.

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa metode yang mereka gunakan untuk mempelajari kanker usus besar di laboratorium sangat berbeda dengan bagaimana sel-sel ini tumbuh dalam tubuh manusia. Jadi, mereka perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efek HIIT pada tumor kolorektal manusia.

Meski begitu, penemuan ini merupakan suatu hal yang menggembirakan. Pada akhirnya, Devin dan timnya juga memotivasi banyak orang untuk lebih rajin berolahraga demi terhindar dari penyakit, termasuk kanker usus.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar