Sukses

7 Kesalahan Pertolongan Pertama yang Sering Dilakukan

Sesuatu yang lazim dilakukan tak berarti selalu benar. Contohnya adalah kesalahan tindakan pertolongan pertama berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Cedera dan kecelakaan bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk melakukan pertolongan pertama agar kondisi darurat tersebut tak semakin parah.

Sayangnya, karena keterbatasan informasi tepercaya dan hanya berdasarkan logika awam, Anda kerap melakukan kesalahan dalam melakukan pertolongan pertama tersebut.

Ya, setidaknya ada tujuh kesalahan yang sering dilakukan oleh masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama. Dan jangan-jangan, Anda juga ikut melakukannya.

Lantas, apa saja kesalahan yang dimaksud?

  • Mendongakkan kepala saat mimisan

Menurut Christopher Sampson, MD, seorang dokter di University of Missouri Health Care, Anda sangat tidak disarankan untuk mendongakkan kepala bila sedang mimisan. Sebab, hal tersebut bisa membuat darah tertelan dan memicu Anda untuk muntah darah.

Ketimbang mendongakkan kepala, lebih baik condongkan tubuh ke depan dan jepit ujung hidung. Umumnya, mimisan ringan akan berhenti setelah 10 menit. Namun, bila perdarahan tak juga kunjung berhenti, Anda bisa menyumbatnya dengan tisu dan segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan.

  • Memberi mentega atau es pada luka bakar

Meski nenek atau orang tua Anda menyuruh untuk melakukan hal tersebut, sebaiknya jangan diikuti. Sebab, memberi mentega atau menempelkan es batu di luka bakar hanya akan menjebak panas di dalam luka bakar dan memperburuk keadaan.

Hal itu pun dibenarkan oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter. Menurutnya, pemberian es secara langsung pada luka justru akan menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih parah.

  • Langsung memindahkan tubuh orang yang cedera serius

Bila Anda melihat korban kecelakaan atau cedera olahraga yang serius, mungkin Anda “tergoda” untuk membuat orang tersebut bergerak dan memastikan bahwa dia baik-baik saja.

Tapi, sebaiknya Anda tidak melakukan itu karena menggerakkan tubuh korban bisa membuatnya mengalami cedera tulang belakang yang serius. Bahkan, beberapa jenis gerakan dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen dan kelumpuhan. Lebih baik segera hubungi petugas medis.

  • Memberikan sensasi panas pada area yang keseleo atau patah tulang

Saat bagian tubuh Anda ada yang terkilir atau bahkan mengalami patah tulang, lebih baik jangan memberikan sensasi panas apa pun di area tersebut.

Mungkin bagi Anda, sensasi panas tersebut dapat mengurangi rasa sakit. Sayangnya, menurut juru bicara Urgent Care Association, suhu panas akan meningkatkan aliran darah yang dapat memperburuk pembengkakan.

  • Menggosok gigi saat baru saja ada gigi yang copot

Sebagian besar masyarakat tidak mengetahui apa yang seharusnya dilakukan saat kehilangan gigi alias gigi copot. Meskipun membersihkannya mungkin terdengar sebagai ide bagus, tahan niatan tersebut. Sebab, sikat gigi sehabis mengalami gigi copot hanya akan merusak gigi.

  • Memberikan air liur pada luka

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa air liur atau air ludah dapat membersihkan luka dari kuman. Faktanya, hal tersebut tidak benar.

Mulut justru penuh dengan bakteri dan memberikan air liur pada luka akan meningkatkan risiko infeksi. Lebih baik cuci luka dengan air mengalir.

  • Menghilangkan kotoran atau benda asing dari mata dengan tangan

Saat mata Anda sakit akibat kemasukan sesuatu, lebih baik hilangkan dengan air mengalir yang bersih selama 15 menit ketimbang dengan tangan. Sebab, tangan penuh bakteri dan itu justru akan menambah infeksi baru pada mata.

Jika kondisinya cukup gawat, mintalah bantuan orang lain untuk membuat “cangkir” penutup mata yang terbuat dari kertas, lalu tempel ke mata menggunakan selotip agar tidak kemasukan benda asing lainnya. Setelah itu, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Memberikan pertolongan pertama kepada mereka yang sakit atau cedera memang perlu. Tapi jika tidak tahu cara yang tepat, biasanya akan terjadi kesalahan. Agar hal tersebut tidak terjadi, perkaya pengetahuan Anda dengan membaca atau menyaksikan video pertolongan pertama dari sumber yang valid. Sehingga, apa yang dilakukan tidak menjadi bumerang bagi si korban atau penderita.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar