Sukses

Toner Bisa Bantu Atasi Jerawat, Benar atau Tidak?

Jangan hanya mengandalkan sabun, krim, dan masker. Nyatanya, toner juga bisa membantu mengatasi jerawat.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap tipe kulit wajah punya plus dan minus sendiri. Untuk pemilik kulit berminyak, tentu keluhan paling banyak adalah munculnya jerawat. Sehingga, pemilihan produk perawatan kecantikan pun harus sesuai dengan kondisi tersebut. Biasanya, kombinasi sabun cuci muka, krim, atau masker menjadi andalan. Selain itu, ternyata toner juga menjadi ‘amunisi’ tambahan untuk mengatasi jerawat.

Kenapa perlu pakai toner?

Dilansir dari Verywell Health, toner sangat populer di kalangan pemilik kulit berminyak dan cenderung berjerawat (acne-prone skin).

Toner adalah larutan cair yang diaplikasikan ke kulit dengan kapas, yang diusapkan ke wajah (khususnya ke bagian yang pori-porinya besar seperti pipi dan T-zone) setelah dibersihkan dan sebelum mengoleskan pelembap. Toner dapat membantu menghilangkan bekas kotoran, rias wajah, residu pembersih wajah, serta minyak berlebih.

Caira ini juga bisa membantu mengatasi jerawat dan noda kecil di wajah, tetapi penggunaannya secara mandiri tidak akan menghilangkan jerawat yang menetap. Jika hanya beberapa noda kecil yang ringan, toner mungkin cukup efektif untuk menghilangkan jerawat. Namun dengan catatan, toner yang digunakan mengandung bahan aktif anti jerawat seperti asam salisilat atau benzoil peroksida.

Produk dengan dua bahan tersebut dapat membantu pori-pori tetap bersih dan mencegah terbentuknya komedo dan jerawat kecil. Toner dapat mencegah jerawat atau noda yang muncul sesekali. Namun, jika keluhan jerawat dan komedo sering, hanya mengandalkan toner untuk memeranginya tak akan cukup. Anda disarankan untuk menggunakan produk perawatan jerawat yang lebih efektif.

Untuk kondisi tersebut, obat yang dijual bebas yang bisa Anda pakai adalah losion yang mengandung benzoil peroksida (bagus untuk radang jerawat ringan). Untuk jerawat yang sedang hingga berat, bahan tersebut tak akan cukup. Butuh konsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mengendalikan dan mengatasinya secara optimal

1 dari 3 halaman

Tips tepat memilih toner untuk kulit berminyak atau cenderung berjerawat

Hampir bisa dipastikan semua merek produk kecantikan kulit wajah yang dijual di pasaran memiliki ragam toner. Ini bisa membuat konsumen bingung ketika melihat begitu banyaknya pilihan toner di rak. Jangan khawatir, Anda bisa mempersempit pilihan dan memilih produk terbaik jika Anda tahu apa yang Anda cari.

Tips memilih toner yang tepat antara lain:

  • Untuk memerangi noda wajah ringan, cari produk dengan kandungan yang dapat menghilangkan jerawat seperti benzoil peroksida dan asam salisilat.
  • Hindari toner dengan benzoil peroksida dan asam salisilat apabila Anda sudah menggunakan produk perawatan jerawat yang diresepkan oleh dokter. Menggunakan terlalu banyak produk bisa membuat kulit kering, bersisik, dan iritasi. Lebih baik carilah non-medicated toner dengan kandungan bahan yang efeknya menenangkan (soothing) seperti aloe vera atau gliserin.
  • Perhatikan efek toner pada kulit. Jika setelah mencobanya kulit terasa seperti tersengat atau timbul kemerahan, itu tandanya toner terlalu keras untuk kulit.
  • Konsultasikan dengan dermatolog sebelum menggunakan toner sebagai salah satu ritual perawatan wajah berjerawat. Dokter mungkin akan merekomendasikan produk tertentu, atau melarang penggunaannya, tergantung perawatan jerawat yang sedang dijalani.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, Anda sebaiknya memilih toner yang bebas alkohol.

Toner yang mengandung alkohol akan membuat kulit wajah menjadi kering,” katanya.

Menurutnya, cara mengatasi kulit berminyak dan cenderung berjerawat adalah dengan mencuci muka dengan sabun khusus muka dan air yang mengalir.

“Cukup basuh wajah dengan air hangat terlebih dahulu untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel, kemudian gunakan air dingin untuk mencuci wajah dengan sabun muka. Untuk kulit berjerawat, pakai toner yang mengandung asam salisilat, yang fungsinya dapat membebaskan sebum yang menyumbat folikel,” jelas dr. Dyah.

2 dari 3 halaman

Tips menghilangkan jerawat di wajah

Pertama-tama, ketahuilah beberapa faktor yang berkaitan dengan kemunculan jerawat. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, faktor-faktor yang dimaksud adalah stres dan hormonal. Pengobatan jerawat harus mempertimbangkan dua faktor tersebut. “Jerawat bisa terus bermunculan jika faktor-faktor tersebut tidak dikontrol dengan baik,” katanya.

Untuk menghilangkan jerawat, yang harus Anda lakukan adalah:

  • Rajin mencuci muka minimal 2 kali sehari dengan sabun yang tidak banyak menghasilkan busa.
  • Diet rendah lemak dan karbohidrat.
  • Hidup teratur, sehat, olahraga 3 kali seminggu minimal 30 menit.
  • Hindari stres.
  • Gunakan kosmetik secukupnya.
  • Hindari kosmetik berbahan dasar minyak (foundation, BB cream, atau bedak padat).
  • Hindari hal-hal yang dapat memacu kelenjar minyak, yaitu alkohol, makanan pedas, atau rokok.
  • Minimalkan paparan polusi udara.
  • Hindari memencet jerawat karena dapat memperburuk erupsi.

“Kulit berminyak merupakan jenis kulit yang sangat berisiko untuk mengalami jerawat. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stres dan sebagainya,” kata dr. Sepriani mengingatkan.

Juga dikatakan oleh dr. Sepriani, pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum.

“Obat yang dapat digunakan adalah retinoic acid, benzoil peroksida, dan antibiotik topika (oles). Pada kasus yang berat, biasanya diperlukan tambahan isotretinoin oral dan antibiotik oral. Semua obat tersebut dapat menimbulkan iritasi dan efek samping lainnya, sehingga penggunaanya harus berada di bawah pengawasan dokter,” jelasnya. Selain itu, Anda juga disarankan untuk “setia” dengan dermatolog atau dokter kulit Anda agar terus terpantau.

Toner memang bukan kebutuhan mutlak untuk kulit yang sehat, tetapi penggunaannya bisa membuat kulit terasa segar dan bersih. Toner (begitu juga dengan astringent) juga dapat membantu mencerahkan, melembutkan, dan menghaluskan kulit, serta mungkin dapat membantu mencegah dan mengatasi noda minor di wajah jika mengandung bahan yang tepat. Namun, toner tak bisa membantu mengatasi masalah jerawat, apalagi pada kasus jerawat yang menetap atau membandel. Pada kasus ini, baiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit atau dermatolog yang kompeten.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar