Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Lama Tidak Berhubungan Intim, Ini Akibatnya

Tahukah Anda, berhenti atau lama tidak berhubungan intim ternyata menimbulkan efek bagi tubuh. Ketahui efek lama tidak berhubungan intim di sini.

Seks memegang peranan penting dalam kehidupan rumah tangga dan keintiman bersama pasangan. Tanpa kualitas dan kuantitas seks yang memadai, hubungan antara suami dan istri bisa menjadi taruhannya.

Meski seks nikmat dan menyenangkan, ada periode dalam hidup ketika frekuensinya berkurang, terhenti dalam jangka waktu tertentu, atau berhenti sama sekali. Nah, ada beberapa hal yang terjadi pada tubuh ketika lama tidak berhubungan intim.

Ada beberapa alasan seseorang menghentikan aktivitas seks. Mulai dari alasan agama atau nilai-nilai kesucian, jasmani (menghindari kehamilan atau penularan infeksi menular seksual), psikososial (depresi, kecemasan), trauma, dan lain-lain.

Apa pun alasannya, efek lama tidak berhubungan intim dapat berdampak pada tubuh dan jiwa secara umum. Dilansir dari berbagai sumber, berikut efek samping lama tidak berhubungan seksual.

1 dari 7 halaman

1. Berbahaya bagi Jantung

Penelitian menemukan, orang-orang yang berhubungan seks sebulan sekali atau kurang, lebih berisiko sakit jantung dibandingkan dengan orang-orang yang berhubungan seks dua kali seminggu.

Salah satu alasannya mungkin seks bisa berperan sebagai olahraga (membakar kalori sekitar 5 kalori per menit) dan bisa menurunkan kecemasan atau depresi. Alasan lainnya, jika Anda lebih sering berhubungan seks, kondisi fisik dan mental dipercaya akan lebih baik.

Hormon endorfin yang dilepaskan tubuh saat melakukan aktivitas seksual juga nyatanya mampu menjaga kesehatan sel dan menangkal radikal bebas penyebab kerusakan organ, termasuk jantung.

Artikel lainnya: Berhubungan Seksual Bisa Timbulkan dan Hilangkan Migrain, Ini Faktanya!

2. Mudah Gelisah

Saat sedang stres, seks mungkin adalah hal terakhir yang ingin dilakukan. Padahal, seks saat sedang stres dapat membantu menurunkan kecemasan.

Seks tampaknya mengurangi jumlah hormon yang dikeluarkan tubuh sebagai respons stres. Nah, aktif secara seksual bisa membuat Anda lebih bahagia dan lebih sehat, yang mungkin dapat membantu mencegah kecemasan.

Selain itu, seks yang dilakukan secara rutin dipercaya dapat menjadi penghilang stres. Sementara itu, mereka yang frekuensi berhubungan intimnya kurang aktif dilaporkan mengalami lonjakan tekanan darah sebagai respons terhadap stres.

Rasa nyaman ketika berhubungan seks mampu membuat tubuh melepaskan endorfin, si pengusir stres. Dalam satu penelitian, ditemukan kalau orang yang berhubungan seks secara rutin terbukti memiliki tingkat stres yang lebih rendah ketimbang yang tidak melakukannya sama sekali.

Efek relaksasi ini umumnya langsung dapat dirasakan setelah selesai berhubungan seksual. Sebagian bahkan merasakan efek rileks yang setara seperti saat sedang meditasi.

2 dari 7 halaman

3. Mudah Lupa

Anda sering lupa menaruh kunci? Bisa jadi ini akibat efek lama tidak berhubungan intim. Bercinta secara teratur dihubungkan dengan peningkatan daya ingat, khususnya pada usia 50-89 tahun. Meski demikian, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

4. Kekebalan Tubuh Mudah Turun

Penelitian di Pennsylvania, Amerika Serikat, membuktikan bahwa seks 1-2 kali seminggu membuat pelakunya memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.

Secara kuantitatif, kadar immunoglobulin A-nya 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak berhubungan seks sama sekali. Imunoglobulin adalah zat yang diperlukan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terlindungi dari serangan kuman penyakit.

Meski demikian, terlalu sering berhubungan seks juga tidak disarankan. Lewat penelitian yang sama, disebutkan bahwa seks lebih dari 2 kali dalam seminggu bisa menurunkan daya tahan tubuh. Pelakunya justru lebih rentan terhadap serangan penyakit.

Artikel lainnya: Tak Hanya Nikmat, Ini Manfaat Orgasme bagi Kesehatan

3 dari 7 halaman

5. Memengaruhi Hubungan Anda dan Pasangan

Setelah berhubungan seks, otak seakan “bermandikan” kimia rasa senang yang bisa bertahan hingga 2 hari. Aktivitas ini juga dapat membantu mempererat ikatan Anda dan pasangan dalam jangka panjang.

Tanpanya, Anda bisa kehilangan kepuasan dalam hubungan yang telah Anda bina. Hubungan seksual yang sehat dan bahagia dapat membangun kepercayaan rasa pengertian antara Anda dan pasangan.

6. Kehilangan Libido

Lama tidak berhubungan intim rupanya juga berdampak pada penurunan bahkan kehilangan libido.

Beberapa orang yang menghentikan seks dapat merasa lebih lesu dan vitalitas berkurang. Tidak hanya itu, dorongan seksnya juga akan berkurang.

4 dari 7 halaman

7. Dinding Vagina Menipis

Biasanya, kondisi ini terjadi pada wanita yang memasuki masa menopause. Tanpa frekuensi seks yang teratur seiring bertambahnya usia, dinding-dinding vagina akan menipis.

Hal tersebut bisa mengakibatkan rasa sakit saat berhubungan seks.

8. Mungkin Akan Kehilangan Pelumas

Efek samping lainnya jika menghentikan seks pada wanita yang lebih tua, vagina bisa bermasalah dalam memproduksi pelumas lagi saat berhubungan seksual.

Penyebabnya sama seperti dinding vagina yang menipis yakni berkurangnya hormon estrogen.

5 dari 7 halaman

9. Prostat Bisa Menjadi Kurang Sehat

Meski alasannya tidak jelas, ada studi yang menemukan bahwa pria yang ejakulasi kurang dari 7 kali dalam sebulan lebih mungkin mengalami kanker prostat, dibandingkan dengan pria yang melakukannya setidaknya 21 kali dalam sebulan.

Namun demikian, hal ini masih membutuhkan kajian lebih dalam.

Artikel lainnya: Pengaruh Stres pada Libido Pria

10. Sulit Tidur

Tanpa seks, Anda tak memiliki pasokan hormon yang menunjang kualitas tidur seperti prolaktin dan oksitosin.

Untuk wanita, hubungan seksual bisa merangsang lonjakan estrogen yang dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak.

6 dari 7 halaman

11. Mengusir Rasa Nyeri

Hubungan seks bisa mengalihkan pikiran dari rasa sakit yang Anda rasakan. Lebih dari itu, orgasme menyebabkan tubuh melepaskan endorfin dan hormon lainnya yang dapat membantu meringankan nyeri di kepala, punggung, serta kaki.

Hal ini bisa dimanfaatkan untuk meredakan kondisi seperti artritis dan kram perut saat menstruasi.

12. Disfungsi Ereksi Lebih Mungkin Terjadi

Dilansir dari Bustle, lama tidak berhubungan intim bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya disfungsi ereksi pada pria. Studi mengenai ini tampaknya cenderung fokus pada pria yang berusia lebih tua.

Akan tetapi, peneliti sepakat bahwa aktivitas seksual yang reguler berefek sehat pada ereksi pria.

Dikutip dari WebMD, beberapa penelitian mengatakan pria yang berhubungan seks kurang dari satu kali seminggu, dua kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang rutin seminggu sekali.

Itulah beberapa hal yang terjadi saat Anda lama tidak berhubungan intim. Apabila masih memiliki pertanyaan seputar kehidupan seksual atau kesehatan organ reproduksi, manfaatkan layanan Live Chat dari Klikdokter.

[HNS/JKT]

1 Komentar