Sukses

Berduka Terlalu Lama Bisa Bahayakan Kesehatan

Kehilangan seseorang yang Anda cintai tentu akan membuat berduka. Tapi, jangan terlalu lama karena itu bisa membahayakan kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Siapa pun pasti akan merasa sangat kehilangan ketika ada kerabat, keluarga, atau teman dekat yang meninggal. Hal tersebut akan menimbulkan perasaan duka yang sangat mendalam. Hanya saja, jangan berduka terlalu lama, karena ternyata bisa membahayakan kesehatan.

Kehilangan seseorang yang Anda cintai dapat mengguncang Anda dengan memengaruhi pikiran dan tubuh. Selama masa berduka, Anda "disibukkan" dengan pikiran, ingatan, dan gambar teman atau orang yang Anda cintai, kesulitan menerima fakta bahwa Anda sudah kehilangan, dan mengalami gelombang kesedihan serta kerinduan.

"Banyak orang tiba-tiba merasa rentan, karena mereka kehilangan teman. Mereka juga mulai melihat lebih dekat pada kematian mereka sendiri, sering kali untuk pertama kalinya," kata Dr. Eric Bui, peneliti dari Center for Anxiety and Traumatic Stress Disorders and Complicated Grief Program di Harvard-affiliated Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat.

Namun, larut dalam duka terlalu lama ternyata bisa membahayakan kesehatan. Biasanya berawal dari stres kronis yang dapat menyebabkan berbagai masalah fisik dan emosional, seperti depresi, sulit tidur, perasaan marah, gelisah, kehilangan nafsu makan, serta sakit dan nyeri pada umumnya.

Selain itu, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, kesedihan membuat otak mengeluarkan zat kimia seperti interleukin-8 (IL-8) yang dapat memicu respons inflamasi atau radang di seluruh tubuh. Senyawa interleukin tersebut dapat melemahkan sistem daya tahan tubuh dan membuat tubuh mudah terserang penyakit.

"Selain itu, adanya hormon stres, yaitu kortisol, dapat mengganggu kualitas tidur, membuat kadar gula darah tidak stabil, dan menaikkan tekanan darah, sehingga semakin melemahkan kondisi fisik saat berduka," kata dr. Sepriani.

Tak cuma itu, fakta lainnya adalah berduka terlalu lama juga bisa memengaruhi kesehatan jantung. Dalam sebuah penelitian yang dimuat di Openheart menunjukkan bahwa mereka yang berduka karena kematian pasangan rentan mengalami gangguan irama jantung (atrial fibrilasi).

Hal tersebut terjadi karena adanya senyawa sitokin yang dikeluarkan saat sedang berduka. Senyawa ini bersifat aritmogenik atau dapat membuat irama jantung tidak teratur. Bila dibiarkan, gangguan irama jantung ini dapat berakibat fatal, bahkan bisa menyebabkan serangan jantung.

1 dari 2 halaman

Mengatasi rasa berduka yang mendalam

Namun tenang, perasaan berduka ternyata bisa diatasi dengan beberapa cara. Berikut beberapa cara yang disarankan Dr. Bui berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya:

1. Berlatih yoga dan tai chi

Yoga dan tai chi dapat membantu tubuh Anda membalikkan efek stres dan kecemasan. Pada orang yang secara teratur terlibat dalam jenis latihan tersebut, para peneliti menemukan lebih sedikit aktivitas gen yang membuat peradangan di dalam tubuh. Banyak kelas yoga dan tai chi yang dirancang khusus untuk mengurangi stres.

2. Pertahankan pola makan sehat

Stres akan memicu keinginan mengonsumsi gula dan lemak, padahal, kebanyakan makanan ini bisa membuat Anda merasa lebih buruk. Sebaliknya, fokuslah untuk tetap menjaga pola makan seimbang. Itu berarti makan banyak sayuran, buah-buahan, dan protein tanpa lemak, serta minum banyak air.

3. Cukup tidur

Berduka sangat melelahkan secara emosional. Setelah merasa kehilangan, orang sering mengalami susah tidur. Dr. Bui menyarankan agar Anda tetap berusaha tidur tepat waktu dan hindari kafein dan alkohol menjelang tidur. Itu bisa sangat membantu.

4. Aktif bergerak

Cobalah untuk aktif bergerak. Mulai dengan jalan kaki yang ternyata dapat membantu mengurangi depresi dan kesedihan terkait kehilangan orang yang dicintai. Memang, sulit menemukan energi untuk berolahraga saat berduka. Oleh sebab itu, jika Anda kurang motivasi, mintalah seseorang untuk menemani atau bergabung dengan grup olahraga.

5. Tetap terhubung dengan orang lain

Penting untuk menjaga koneksi dengan orang lain. "Ini mengingatkan Anda bahwa Anda tidak sendirian, dan bahkan jika Anda merasa terisolasi, mungkin ada anggota keluarga, teman, atau bahkan tetangga yang dapat memberikan dukungan," kata Dr. Bui.

Merasa berduka setelah kehilangan seseorang yang Anda cintai adalah hal yang sangat wajar. Akan tetapi, jika terlalu lama berkubang dalam perasaan berduka, itu bisa membahayakan kesehatan. Cobalah untuk menghindari rasa sedih dengan cara-cara di atas, sehingga kesehatan Anda juga bisa tetap terjaga.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar