Sukses

Cedera Pergelangan Kaki, Neymar Absen dari Copa America 2019

Neymar harus absen dari Copa America 2019 akibat cedera pergelangan kaki. Apa penyebab cedera ini dan bagaimana penanganannya?

Klikdokter.com, Jakarta Turnamen sepak bola antar negara paling bergengsi di tanah Amerika Selatan, Copa America 2019, sudah akan digelar pada 14 Juni mendatang. Namun, tim tuan rumah sekaligus salah satu tim yang paling diunggulkan untuk menjuarai Copa America 2019, Brazil, mendapat “pukulan telak” setelah bintang utama mereka, Neymar, mengalami cedera pergelangan kaki.

Pemain berusia 27 tahun tersebut mendapat cederanya dalam laga uji coba melawan Qatar pada hari Kamis (6/6) lalu. Meski telah dipastikan tak perlu naik meja operasi, cedera pergelangan kaki tersebut tetap memaksa Neymar untuk absen dari Copa America 2019, karena ia harus beristirahat penuh selama empat pekan untuk memulihkan cederanya.

Dalam satu tahun terakhir, Neymar memang lebih sering berada di ruang perawatan dibanding beraksi di atas lapangan hijau. Tak sampai dua bulan lalu, Neymar baru saja sembuh dari cedera metatarsal yang membuatnya harus absen membela klubnya, Paris Saint-Germain, selama hampir tiga bulan.

Penyebab cedera pergelangan kaki

Dikutip dari AS, dr. Rodrio Lasmar, yang merupakan dokter tim nasional Brazil, menyebut gaya bermain Neymar yang membuatnya mudah mendapat cedera. "Dia dilanggar, melindungi diri, mencoba menghidari pelanggaran, dan pada akhirnya membuat kakinya berputar. Kali ini tidak ada yang terjadi pada metatarsalnya, tapi ligamen pergelangan kakinya pecah," kata dr. Rodrio Lasmar.

Pergelangan kaki, atau sering disebut sebagai engkel, merupakan titik di mana tiga tulang kaki bertemu, yaitu tibia dan fibula kaki bagian bawah dengan talus kaki.

Tulang-tulang tersebut disatukan di sendi pergelangan kaki oleh ligamen, pita elastis kuat dari jaringan ikat yang menjaga agar tulang tetap di tempatnya, sambil tetap memungkinkan normalnya gerakan pergelangan kaki. Selain itu, ada juga tendon yang berfungsi menempelkan otot pada tulang untuk melakukan pekerjaan yang membuat pergelangan kaki dan kaki bergerak, serta membantu menjaga pesendian agar tetap stabil.

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, ada beberapa macam cedera yang biasa terjadi pada pergelangan kaki.

"Paling umum adalah sprain atau strain, atau yang biasa disebut orang sebagai terkilir atau ototnya saja yang tegang. Kalau jenis cedera pergelangan kaki ini, hanya perlu dibebat dengan perban, tak banyak bergerak, atau lebih bagus lagi jika bisa didiamkan selama tiga minggu," jelasnya.

"Namun, ada juga cedera pergelangan kaki akibat retak atau patah tulang. Cedera seperti ini biasanya ditangani lewat pemasangan pen atau operasi," tambah dr. Atika.

Cedera-cedera yang telah disebut dr. Atika di atas dapat terjadi ketika sendi pergelangan kaki terputar terlalu jauh dari posisi normalnya. Hal tersebut paling sering terjadi saat berolahraga.

Namun, selain saat berolahraga, cedera pergelangan kaki juga sering terjadi akibat beberapa hal lainnya, seperti:

  • Berjalan atau berlari di permukaan yang tidak rata
  • Memakai alas kaki yang tak sesuai, seperti sepatu hak tinggi
  • Tersandung atau jatuh
  • Salah mendarat setelah melompat
  • Dampak mendadak, seperti kecelakaan lalu lintas
1 dari 2 halaman

Penanganan cedera pergelangan kaki

Pada cedera pergelangan kaki yang ringan seperti terkilir, cara penanganannya yang paling mudah dan efektif adalah dengan menggunakan metode RICE, yaitu Rest (istirahat), Ice (kompres dengan es), Compression (kompresi), dan Elevation (diangkat tinggi).

Akan tetapi, jika kasus terkilir tersebut turut melibatkan robekan atau rusaknya ligamen, maka perlu dirawat dengan membuat sendi tak bergerak atau imobilisasi. Setelah itu, perawatan akan diikuti dengan terapi fisik untuk rentang gerakan, peregangan, dan pembangunan kekuatan. Jika masih tak kunjung sembuh, terkadang akan diperlukan tindakan operasi untuk merekonstruksi ligamen yang robek.

Sementara untuk pergelangan kaki yang mengalami retak atau patah tulang, penanganannya bisa dengan tindakan operasi atau non-operasi. Jika hanya satu tulang yang patah dan posisi tulang tidak keluar dari tempatnya, biasanya dokter akan membuat pergelangan kaki tidak bisa bergerak dengan mengenakan belat atau gips.

Sedangkan bila pergelangan kaki tidak stabil, maka akan dilakukan tindakan operasi. Pergelangan kaki akan dibuat stabil dengan menggunakan pelat logam dan sekrup untuk menahan tulang pada tempatnya.

Risiko cedera pergelangan kaki memang lebih tinggi terjadi pada atlet, apalagi pemain sepak bola seperti Neymar. Namun, bukan berarti Anda sama sekali tak dapat mengalaminya. Jika cedera tersebut sampai terjadi pada Anda, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar