Sukses

Perangi Post Vacation Blues setelah Libur Lebaran!

Post vacation blues kerap menyerang orang-orang yang punya liburan sangat menyenangkan. Ayo atasi masalah tersebut dengan cara ini.

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah mendengar tentang post vacation blues yang kerap menyerang usai liburan yang menyenangkan? Jika belum, simak artikel ini agar Anda tidak kaget setelah liburan Anda berakhir.

Mengisi liburan Lebaran dengan aktivitas yang sangat seru memang tidak ada salahnya. Sebab, liburan seru dan bikin bahagia bisa menjadi memori yang sangat indah untuk dikenang, bahkan bisa menjadi motivasi tersendiri dalam menabung.

Namun, liburan yang menyenangkan bisa menjadi “salah” jika Anda tak kunjung move on dan justru membuat Anda semakin malas kembali ke dunia nyata alias kembali bekerja. Ya, dikatakan oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, kondisi tersebut dinamakan post vacation blues.

Menurut dr. Nadia, semakin lama Anda berlibur, semakin lama pula Anda terserang post vacation blues. Gejala-gejala yang ditimbulkannya sendiri seperti kelelahan, malas, kehilangan nafsu makan, perasaan nostalgia akan momen liburan, bahkan pada beberapa kasus bisa terjadi depresi. “Hal ini dapat terjadi karena saat kembali ke rumah dan menjalani rutinitas, Anda langsung tersadar betapa kehidupan sangat membosankan dan tidak menarik,” jelas dr. Nadia.

Tips meminimalkan post vacation blues

Meski begitu, sindrom ini sebenarnya bisa hilang dalam beberapa hari. Sayangnya, pada kasus yang ekstrem, post vacation blues baru hilang beberapa minggu kemudian. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan post vacation blues, antara lain:

  • Rapikan foto ke folder dan hapus sementara aplikasi media sosial

Tidak cepat move on-nya Anda dari liburan bisa disebabkan oleh banyaknya foto dan video Lebaran di galeri ponsel Anda. Saat diam sebentar, Anda langsung membuka-buka foto tersebut sambil senyum-senyum sendiri. Ibarat ingin melupakan seseorang, tentu akan sulit prosesnya bila Anda terus-menerus memandangi fotonya, bukan?

Jadi, segera pindahkan foto dan video liburan dari ponsel ke folder laptop Anda (bukan cuma di-copy). Biasanya, orang akan lebih malas melihat-lihat foto dari laptop karena effort-nya akan lebih besar ketimbang di ponsel. Bila perlu, hapus dulu aplikasi Instagram Anda untuk sementara. Anda bisa mengunduhnya kembali saat kondisi sudah stabil.

  • Yuk, bersih-bersih rumah!

Rumah yang ditinggal liburan selama seminggu pasti penuh debu. Belum lagi ada banyak cucian kotor yang menumpuk.

Ketimbang, tidak melakukan apa pun dan membuat Anda selalu kepikiran tentang liburan, liburan, dan liburan, ada baiknya Anda menyibukkan diri di rumah sebelum besok kembali ke realitas. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menyapu, lalu mengepel, mencuci baju, dan menyetrika.

Bila selama liburan rumah Anda diurus oleh seorang asisten rumah tangga dan tak ada “hal” yang bisa dikerjakan, cobalah untuk memasak. Anda bisa membuat dua masakan, satu untuk makan malam dan satu lagi untuk dibawa ke kantor keesokan harinya. Memasak dan makan bersama teman kantor bisa membuat perasaan Anda lebih tenang, sekaligus bisa mengembalikan semangat bekerja secara perlahan.

  • Buka kembali pekerjaan Anda sembari cari tujuan liburan baru

Sama seperti anak sekolah, cara untuk mengembalikan semangat sekolah adalah dengan membuka kembali buku pelajaran dan membaca-bacanya sekilas. Begitu pula dengan Anda, sambil memegang gelas yang berisi cokelat hangat, Anda bisa kembali membuka laptop dan sambil melihat sekilas pekerjaan Anda.

Ya, intinya hanya untuk mengembalikan “ingatan” realita. Bila sudah selesai, jangan langsung tutup laptopnya! Coba cari-cari lagi destinasi liburan yang lain. Memiliki dan menanti tujuan liburan baru bisa menjadi semangat tersendiri dalam menjalani hari.

Post vacation blues pun sebenarnya bisa dicegah asalkan Anda tidak kembali dari liburan tepat pada H-1 sebelum masuk bekerja. Berikan jeda minimal 2 hari agar tubuh dan pikiran bisa kembali beradaptasi.

Selain itu, cobalah untuk cetak satu foto liburan Anda yang paling bagus atau bawa suvenir dan letakkan di meja kerja. Dengan begitu, Anda tetap bisa menyimpan kenangan berlibur dengan cara yang lebih sehat dan masuk akal, serta terhindar dari post vacation blues.

[MS/ RVS] 

0 Komentar

Belum ada komentar