Sukses

Stres Usai Liburan, Normalkah?

Biasanya, orang akan mulai stres setelah menyadari liburan akan segera berakhir. Tapi, apakah kondisi ini normal dialami orang lain juga?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak yang sedih dan stres setelah masa liburan berakhir. Bagi sebagian orang, kesedihan tersebut bisa datang tiba-tiba dan menghantui. Tapi, reaksi terhadap berakhirnya liburan sebenarnya tidaklah aneh.

Stres usai liburan merupakan suatu perasaan yang campur aduk dan dapat dialami secara berbeda-beda oleh banyak individu. Dan walaupun belum diakui sebagai suatu kumpulan gejala, kondisi ini tentunya bukan sesuatu yang ingin Anda rasakan setelah bersenang-senang usai liburan.

Perlu dipahami juga, ada beberapa alasan mengapa seseorang merasakan kesedihan ini.

  • Terbiasa dengan keramaian dan jadwal yang padat

Hal ini biasanya akan membuat Anda merasa “kosong” setelah selama berlibur Anda memiliki agenda yang padat, dari mengunjungi tempat wisata atau mencicipi kuliner tertentu.

Selain itu, terkait dengan libur Lebaran, bersosialisasi dengan keluarga maupun kerabat belum tentu bisa dilakukan pada hari kerja biasa. Sehingga ketika liburan usai, Anda merasakan bosan, kesepian, bahkan terisolasi.

  • Sedih berpisah dengan saudara atau keluarga

Menghabiskan waktu dengan keluarga dalam durasi yang lebih lama dari biasanya dapat meninggalkan perasaan campur aduk. Bisa saja Anda merasa sangat bahagia, sehingga meninggalkan kesan sedih atau karena harus berpisah dengan saudara atau keluarga yang berasal dari kota lain.

  • Kelelahan

Jika banyak bepergian ketika liburan, mungkin Anda baru menyadari rasa lemas setelah semua kegiatan usai. Lelah berlebihan ini dapat memengaruhi suasana hati dan membawa kesedihan tersendiri.

  • Pekerjaan yang menumpuk saat hari pertama masuk kantor

Bagi Anda yang mengambil beberapa hari cuti tambahan, bisa jadi ada pekerjaan yang sudah menumpuk. Akibatnya, tekanan untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaan tersebut mungkin akan memicu stres.

  • Kalap saat liburan

Saat liburan, biasanya orang akan kalap mencoba berbagai makanan dan minuman. Alhasil, seusai liburan, penyesalan pun datang. Hal ini yang kemudian bisa menyebabkan stres karena harus mengembalikan berat badan.

1 dari 2 halaman

Tips bebas stres setelah libur panjang

Untuk menyiasati rasa berkabung setelah liburan berakhir, berikut ini adalah beberapa usaha yang mungkin dapat Anda terapkan untuk menolong diri sendiri agar tidak terkena stres:

1. Terapkan apa yang Anda lakukan saat liburan ke dalam rutinitas sehari-hari

Jika Anda memiliki banyak rencana dan senang bertemu dengan banyak orang, rencanakanlah hal tersebut dalam 1 bulan ke depan. Jika sulit, aturlah rencana mingguan. Tidak harus sesuatu yang formal, Anda bisa mengundang teman untuk sekadar bermain game, menonton film, atau memasak bersama.

2. Mulailah berolahraga kembali secara rutin

Hal ini mungkin akan sulit dilakukan, apalagi untuk sebagian orang yang baru memulainya. Solusinya, lakukan dengan teman, terlebih lagi mereka yang jarang Anda temui, agar tidak merasa sendirian.Kehadiran teman saat berolahraga ini juga turut memotivasi Anda untuk terus melakukannya.

3. Hindari menghukum diri sendiri saat berat badan naik

Berat badan naik saat liburan? Jangan cemas dan merasa lemah, tidak berguna, apalagi tidak bertanggung jawab. Mulai atur kembali diet Anda, dan berusahalah sebaik mungkin.

4. Buat resolusi baru

Jika Anda merasa ada resolusi yang terlalu berat dan sulit dicapai, lakukanlah secara bertahap atau atur ulang resolusi Anda. Tetapkan tujuan yang realistis, namun tidak terlalu menyimpang dari tujuan awal Anda.

Misalnya, Anda ingin menyelesaikan 10 dokumen salam 2 hari, lakukan secara bertahap dengan menyelesaikannya satu-persatu.

5. Terapkan gaya hidup sehat

Jaga diri Anda, termasuk dalam hal mengatur asupan makanan, berolahraga, serta mengusahakan waktu tidur yang cukup.

Merasakan stres usai liburan ternyata merupakan hal yang normal.  Ketahuilah bahwa yang terbaik adalah dengan tidak memendamnya sendirian. Namun, jika Anda merasakan gejala depresi, janganlah sungkan untuk bercerita dengan keluarga atau teman. Selain itu, sgera kunjungi psikolog atau dokter spesialis kesehatan jiwa agar kondisi Anda tak semakin parah.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar