Sukses

Bahaya Banyak Menyantap Makanan Bersantan Saat Lebaran

Lebaran identik dengan makanan bersantan. Namun, mengonsumsinya secara berlebih akan menimbulkan banyak bahaya bagi tubuh.

Klikdokter.com, Jakarta Saat Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang, memang sulit untuk menghindar dari makanan bersantan. Sebut saja opor ayam, gulai daging sapi, atau pun rendang. Kebanyakan orang juga menjadikan momen tersebut sebagai ajang balas dendam untuk menikmati makanan Lebaran sepuasnya setelah berpuasa sebulan penuh, tanpa memedulikan bahayanya.

Padahal, makanan bersantan memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi dan jika dikonsumsi berlebih akan mendatangkan berbagai macam penyakit yang berbahaya bagi tubuh.

Dampak buruk makanan bersantan

Berikut beberapa dampak buruk akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan bersantan saat lebaran:

  • Meningkatkan kadar kolesterol dalam darah

Setiap 300 ml santan kaya akan lemak jenuh yang mengandung hampir 90 persen dari total kebutuhan dalam sehari. Begitu juga dengan seporsi kelapa kering yang biasa digunakan sebagai bumbu rendang dan serundeng. Bahkan, secangkir kelapa kering memiliki lemak jenuh lebih dari 100 persen batas atas yang disarankan.

Konsumsi santan yang berlebih dalam makanan dapat meningkatkan LDL atau kolesterol jahat dalam darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Hal ini disebabkan oleh lemak atau kolesterol jahat yang membuat timbunan plak dan menyumbat pembuluh darah Anda.

  • Peningkatan gas dan asam lambung

Mengonsumsi makanan bersantan dalam jumlah besar dapat meningkatkan produksi gas dan membuat perut terasa penuh, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. Terlebih lagi ketika perut dalam keadaan kosong saat menjalankan ibadah puasa, hendaknya hindari makanan yang bersantan dan mulailah dengan minuman manis terlebih dahulu.

Perut yang kosong, tapi sudah dimasuki santan dapat mempersulit lambung mencerna makanan lain, sehingga akan timbul rasa nyeri pada lambung dan memicu peningkatan asam lambung secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat menjadikan faktor pencetus munculnya penyakit mag atau gastritis.

  • Penyempitan pembuluh darah

Penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis terjadi karena adanya sumbatan dari plak. Plak ini sendiri terdiri dari kolesterol dan endapan lemak jahat.

Saat plak terbentuk, dinding arteri kehilangan elastisitas yang mengurangi aliran darah dan menyumbat asupan oksigen ke otak dan sel tubuh lainnya. Sehingga, jika terdapat sumbatan dalam jumlah besar, maka hal ini bisa menyebabkan munculnya penyakit jantung koroner yang sangat berbahaya.

  • Meningkatkan tekanan darah

Tingginya kolesterol dalam makanan yang dikonsumsi akan berpengaruh terhadap hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan kondisi saat tekanan darah pada dinding arteri meningkat. 

Dalam keadaan normal, arteri yang sehat bersifat fleksibel, kuat. dan elastis. Lapisan dindingnya halus, sehingga darah mengalir bebas dan mampu memasok nutrisi dan oksigen ke organ vital dan jaringan tubuh lainnya. 

Hal ini berubah ketika arteri mengalami penumpukkan plak atau endapan kolesterol jahat. Arteri menjadi tidak elastis, sehingga bisa menjadi faktor pencetus naiknya tekanan darah.

  • Diare

Kadar serat tinggi pada santan kelapa dapat menyebabkan gas yang berlebih dan memicu penekanan pada saluran pembuangan, sehingga proses pengentalan dan pengerasan feses jadi sulit terjadi. Kondisi ini menyebabkan munculnya keluhan nyeri perut dan diare.

  • Munculnya jerawat

Jenis kulit berminyak sangat rentan menjadi lebih sensitif karena santan kelapa yang dikonsumsi secara berlebih. Lemak santan dapat meningkatkan kadar minyak alami yang ada di bawah kulit menjadi terkontaminasi lemak jenuh, sehingga dapat menyumbat pori-pori, meningkatkan jumlah komedo, dan memicu munculnya jerawat.

Saat Hari Raya Lebaran tiba, hendaknya Anda dapat mengontrol diri untuk tetap mengonsumsi makanan yang sehat dan bagi tubuh. Kurangi kebiasaan buruk terlalu banyak mengonsumsi makanan bersantan, karena sebenarnya, santan merupakan jenis makanan yang  dapat mendatangkan manfaat jika dikonsumsi dalam porsi yang pas.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar