Sukses

Pilihan Makanan Lebaran Sehat untuk Ibu Hamil

Di antara beragam jenis banyak makanan Lebaran, mana yang boleh dan aman untuk dikonsumsi ibu hamil?

Klikdokter.com, Jakarta Di hari Lebaran, meja makan di rumah Anda tentu akan penuh dengan berbagai hidangan khas yang menggugah selera. Makanan dan kue kering, serta minuman manis tersaji dan menunggu untuk disantap. Namun, apakah makanan Lebaran tersebut cukup sehat untuk ibu hamil?

Pasti ada sedikit rasa ragu dan khawatir. Di satu sisi, Anda tak ingin ketinggalan menikmati makanan Lebaran. Tapi di sisi lain, ada pertanyaan mengusik tentang apakah makanan-makanan tersebut aman dan sehat bagi Anda dan janin.

Jangan khawatir, Anda tetap boleh menikmati makanan lebaran kendati sedang hamil. Selama Anda selalu benar-benar memperhatikan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi. Panduan sederhana berikut dapat diikuti ibu hamil agar tetap mengonsumsi makanan sehat selama Lebaran.

  • Makanan berlemak

Opor ayam, gulai ikan, rendang, ketupat sayur, dan makanan bersantan lainnya pasti tersaji saat Lebaran. Menu tersebut tinggi akan lemak yang penting untuk perkembangan sistem saraf janin.

Selain itu, ikan, daging, dan ayam juga mengandung protein dan mikronutrien seperti asam folat, kalsium, dan zat besi yang juga vital untuk kesehatan kehamilan. Karena itu, ibu hamil sangat boleh mengonsumsi menu-menu tersebut.

Yang penting untuk dicatat adalah mengontrol porsi makanan berlemak tersebut. Hindari mengonsumsi makanan bersantan berturut-turut dalam sehari, apalagi selama beberapa hari. Kelebihan lemak juga tidak baik untuk ibu hamil karena dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga obesitas.

  • Makanan dan minuman manis

Kue kering seperti nastar, putri salju, kue lapis, serta minuman manis seperti sirup, es buah, dan es campur tetap boleh dikonsumsi asal tidak berlebih. Kelebihan gula saat hamil dapat mencetuskan penyakit gula dalam kehamilan (diabetes gestasional) yang mengakibatkan bayi lahir besar (makrosomia) dan berbagai komplikasi lainnya seperti persalinan macet.

Oleh karena itu, saat waktunya nyemil, jangan konsumsi kue kering tersebut sebagai camilan utama. Tetap selingi dengan buah dan camilan sehat lainnya seperti yoghurt atau keju.

  • Jangan lupakan sayur

Banyaknya makanan Lebaran sering kali membuat ibu hamil lupa untuk makan sayur. Padahal sayur sangat penting, khususnya untuk ibu hamil.

Sayuran hijau kaya akan vitamin E, vitamin B, dan asam folat yang penting untuk perkembangan saraf janin. Selain itu, serat dalam sayur juga baik untuk melancarkan pencernaan ibu hamil yang rentan mengalami konstipasi alias sembelit. Karena itu, usahakan selalu ada sayur dalam setiap makan berat Anda.

Ibu hamil juga harus memperhatikan asupan air putih. Perjalanan mudik dan menuju ke rumah-rumah kerabat rentan membuat Anda dehidrasi akibat kekurangan cairan. Bila terjadi, bisa fatal akibatnya untuk ibu hamil dan janin.

Selain itu, jangan lupa untuk membawa suplemen dan obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter kebidanan Anda. Suplemen seperti asam folat, zat besi, kalsium, dan omega-3 sebaiknya jangan terlewatkan untuk Anda konsumsi setiap hari demi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Yang tak kalah penting adalah istirahat yang cukup. Usahakan untuk cukup tidur setiap hari.

Kondisi ibu hamil tentu tidak boleh membuatnya terhalang untuk menikmati kegembiraan saat Lebaran. Selama Anda memperhatikan porsi dan jenis makanan Lebaran, tetap konsumsi suplemen, dan istirahat cukup, ibu hamil tetap dapat merayakan Lebaran dengan suka cita, menikmati makanan khasnya sekaligus tetap sehat.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar