Sukses

Menu Lebaran Ini Terlarang untuk Penderita Diabetes

Pasca terdiagnosis diabetes, pola makan harus dijaga. Ketahui menu Lebaran yang harus dihindari penderita diabetes.

Klikdokter.com, Jakarta Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk Anda semua yang merayakan! Sedang bersiap-siap untuk silaturahmi dan makan-makan bersama sanak saudara? Rasanya pasti sudah tak sabar untuk menyantap menu Lebaran yang disajikan. Tapi bagi penderita diabetes, Lebaran adalah momen “penuh cobaan”. Pasalnya, ada beragam makanan lebaran yang rentan mengancam kadar gula naik.

Saat Lebaran penderita diabetes atau diabetesi harus lebih cermat dalam memilih makanan yang dikonsumsi. Kalau tidak, risiko gula darah yang tiba-tiba meningkat akan semakin besar.

Nilai gula darah yang normal bagi penderita diabetes tentu berbeda dengan kadar gula darah normal pada orang-orang tanpa diabetes. Ada beberapa jenis kadar gula darah normal tergantung waktu pemeriksaan. Kisaran kadar normal gula darah bagi penderita diabetes antara lain:

  • Saat puasa:
  • Sebelum makan:
  • Dua jam setelah makan:
  • Waktu tidur:

Jika kadar gula darah tidak dijaga dengan baik, diabetes dapat berujung pada berbagai komplikasi yang serius, mulai dari penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga kebutaan. Itulah kenapa penderita diabetes harus disiplin dalam mengatur pola makan.

Menu Lebaran terlarang untuk penderita diabetes

Karena Lebaran identik dengan sajian makanan yang tidak sehat (bersantan, berlemak, dan yang manis), sebaiknya penderita diabetes menghindari makanan di bawah ini.

  • Kue kering

Nastar, putri salju, kastengel, cookies cokelat, kue kering kacang, dan masih banyak lagi tak pernah absen menghiasi meja tamu rumah saat Lebaran (atau beberapa diam-diam menyimpannya untuk disantap sendiri).

Perlu diingat, bahan dasar aneka kue tersebut adalah telur, tepung, keju, cokelat, atau tambahan pemanis buatan lain yang membuat penderita diabetes harus berhati-hati saat menyantapnya.

Sebagai contoh, 1 keping nastar mengandung 75 kalori, 2,14 gram lemak, 12,66 gram karbohidrat, dan 1,14 gram protein. Coba hitung sendiri jika sekali makan Anda menghabiskan paling sedikit 10 keping?

  • Minuman manis

Es sirop, es teler, es campur, minuman bersoda, atau minuman manis lainnya memang segar dan nikmat apalagi diminum saat cuaca panas dan gerah. Namun, perlu dicatat bahwa sekaleng atau sebotol minuman bersoda (350ml) mengandung 140 kalori, 0,04gram lemak, 36,05 gram karbohidrat, dan 0.26gram protein.

Dilihat dari jumlah kalorinya per satu kemasan, sebaiknya penderita diabetes menghindarinya karena dikhawatirkan akan bikin kadar gula darah melonjak.

  • Makanan bersantan

Pada momen Hari Raya Idul Fitri, makanan bersantan ada di mana-mana. Sajian opor, gulai, lodeh, hingga rendang memang menawarkan kenikmatan, tetapi jenis makanan seperti ini adalah faktor pencetus terjadinya kenaikan berat badan dalam periode singkat. Pasalnya, jenis makanan ini juga mengandung lemak jenuh (saturated fat) tinggi, yaitu 21 gram untuk 100 gram santan.

Sebagai contoh, dalam ukuran porsi 100 gram gulai daging terdapat sebanyak 271 kalori, 11,53 gram lemak, 7,52 gram karbohidrat, dan 32,87 gram protein. Selain menghindari kuah santan dari makanan yang tersaji, perhatikan porsinya. Makanlah dalam porsi kecil, imbangi dengan perbanyak konsumsi buah.

Amannya memang lebih baik hindari makanan bersantan (dengan daging berlemak di dalamnya), karena bisa menjadi faktor risiko terjadinya komplikasi penyakit lain seperti dislipidemia (gangguan lemak pada darah, termasuk kolesterol dan trigliserida), intoleransi glukosa, ataupun aterosklerosis.

Lebaran memang identik dengan kue, makanan, serta minuman manis yang menggiurkan, begitu juga makanan lezat-tapi-tak-sehat lainnya seperti makanan bersantan. Itu semua termasuk dalam menu terlarang untuk diabetes, apalagi jika konsumsinya berlebihan. Untuk mencegah gula darah melonjak, tetap berolahragalah secara teratur, disiplin dalam pola makan, serta rutin mengonsumsi obat penurun gula darah sesuai anjuran dokter. Itu semua penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang mungkin timbul.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar