Sukses

Mau Lash Lift? Kenali Dulu Efek Sampingnya

Lash lift membuat lentik bulu mata Anda secara instan dengan perawatan minimal. Tapi sebelum melakukannya, kenali dulu efek sampingnya!

Klikdokter.com, Jakarta Setelah metode sambung bulu mata populer beberapa waktu lalu, kini ada prosedur lash lift untuk mempercantik tampilan mata Anda. Dengan metode lash lift, bulu mata Anda terangkat lentik selama berminggu-minggu, tanpa perlu menggunakan alat penjepit bulu mata atau bulu mata palsu. Namun, meski cantik dan praktis, ternyata ada efek samping lash lift yang perlu Anda tahu.

Lash lift menggunakan cairan yang mengandung keratin untuk menciptakan volume pada bulu mata. Prosedur ini perlu dilakukan kembali beberapa bulan kemudian demi menjaga kelentikan bulu mata.

Prosedur lash lift memerlukan waktu kurang lebih 45 menit. Anda tidak disarankan memakai lensa kontak saat menjalani lash lift. Selain itu, pastikan kelopak mata dan bulu mata Anda bebas dari riasan dan bersih, termasuk dari sisa make-up, juga minyak yang ada pada pembersih make-up. Dalam 24 jam pertama usai lash lift dilakukan, area mata disarankan untuk tidak terpapar air dan maskara agar mendapatkan hasil maksimal.

Lash lift disebut-sebut sebagai prosedur yang aman. Namun, prosesnya melibatkan bahan kimia, termasuk keratin buatan, yakni protein yang membentuk lapisan luar dari kulit manusia, termasuk rambut dan kuku. Karena itulah, efek samping dapat timbul.

Risiko lash lift

Seperti perawatan lain yang digemari wanita, lash lift bukanlah sesuatu yang tak berisiko. Terdapat banyak efek samping serius yang perlu dipertimbangkan, apalagi jika tidak dilakukan oleh seorang ahli kecantikan yang berpengalaman.

Berikut beberapa efek samping yang dapat dirasakan setelah melakukan prosedur lash lift:

1. Iritasi kulit

Ini merupakan risiko terbesar dari prosedur lash lift. Walaupun terdapat bantalan protektif yang diletakkan disepanjang garis bulu mata Anda untuk mencegah lem keratin terkena kulit, metode ini tidaklah akan berhasil 100 persen.

Anda juga mungkin lebih cenderung mengalami iritasi terhadap bahan kimia yang didapat di dalam cairannya jika memiliki riwayat mata kering, alergi, maupun kondisi hipersensitif pada mata maupun kulit. Efek samping dari lem keratin antara lain luka lepuh, ruam, kemerahan, mata kering, mata berair, peradangan, serta bulu mata yang menjadi lebih rapuh.

2. Iritasi mata hingga luka lecet pada kornea mata

Jika lem masuk ke dalam mata dalam jumlah yang tak sedikit, kemungkinan akan terjadi iritasi, hingga luka yang terasa seperti terbakar, atau bahkan meninggalkan luka. Anda juga dapat mengalami risiko lecet pada kornea mata jika mengucek mata atau secara tidak sengaja tergores.

3. Kerusakan bulu mata

Selain larutan lem yang dapat menyebabkan iritasi, rusaknya bulu mata dapat terjadi jika lash lift tidak dilakukan oleh seorang ahli kecantikan. Bulu mata dapat rusak akibat bahan kimia atau tarikan yang diberikan pada helai bulu mata. Hal ini dapat mengakibatkan rontoknya bulu mata yang bersifat sementara.

Lash lift dapat menjadi alternatif bagi wanita yang tidak ingin menggunakan maskara atau bulu mata palsu terus-menerus. Jika Anda memiliki kulit yang sensitif, alergi, atau keluhan di area sekitar mata Anda, beritahu praktisi sebelum lash lift dilakukan. Dengan berkonsultasi terlebih dahulu, Anda dapat meminimalisasi efek samping yang mungkin terjadi. Selain itu, yang terpenting, selalu lakukan prosedur lash lift di klinik dan ahli kecantikan tepercaya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar