Sukses

Berapa Lama Pengemudi Harus Tidur Sebelum Mudik Lebaran?

Pemudik biasanya berangkat mudik Lebaran saat tengah malam atau pagi buta. Tapi, apakah kebutuhan tidur mereka sudah terpenuhi?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang memutuskan untuk mudik Lebaran dengan menggunakan kendaraan pribadi, salah satu hal yang wajib diperhatikan adalah istirahat yang cukup bagi pengemudi. Pasalnya, bila kurang tidur, risikonya adalah kecelakaan. Bukannya bertemu keluarga, bisa-bisa Anda merayakan Lebaran di rumah sakit.

Faktanya, dilansir dari Nation Wide, lebih dari 60 persen pengemudi mengaku mengantuk saat berkendara, karena tidak cukup beristirahat. Padahal, hal ini amat membahayakan keselamatan orang-orang yang ada di dalam kendaraan.

Bahaya berkendara saat kurang tidur

Dijelaskan oleh dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, kurang tidur bisa menyebabkan gangguan pada area pada otak yang disebut substansi putih (white matter). Bagian otak ini seharusnya berfungsi sebagai pembawa informasi.

“Jika terjadi gangguan pada white matter, maka orang tersebut akan sulit untuk fokus berkonsentrasi,” ucapnya. Terkait dengan mudik Lebaran, biasanya pengemudi akan menempuh perjalanan jauh dan memakan waktu berjam-jam. Bila tidak fokus, maka akan rentan terjadi kecelakaan.

Tak hanya itu, menurut dr. Reza, kurang tidur juga bisa memengaruhi kesehatan mental. Sehingga, pengemudi yang tidak cukup tidur rentan mengalami cemas yang berlebihan, dan tidak tenang selama perjalanan.

Dari segi daya tahan tubuhnya, menurut dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc dari KlikDokter bahwa orang yang kurang tidur akan menghasilkan respons antibodi yang lebih rendah, sehingga menjadi lebih mudah sakit. Apalagi bila pengemudi tak ada yang menggantikan, risiko “tumbang” sesampainya di kota tujuan pun bisa terjadi.

Menyoal hal tersebut, Lembaga Global Road Safety Partnership (GRSP) mengatakan, kondisi tubuh yang lelah saat berkendara di kemacetan adalah salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan, terutama bila pengemudi berpuasa.

Maka dari itu, dr. Reza menyarankan Anda untuk tidur 7-8 jam sebelum melakukan perjalanan. Sehingga, tubuh segar dan dapat berkendara dalam kondisi prima. Bahkan, Nation Wide merekomendasikan durasi tidur tersebut dilakukan selama 2 malam berturut-turut untuk membangun cadangan energi.

1 dari 2 halaman

Tips tidur di rest area

Bila mengemudi dalam jangka waktu lama, sangat disarankan bagi Anda untuk berhenti sekitar 2-4 jam. Bila berkendara dengan mobil, setidaknya Anda keluar untuk menghirup udara segar dan melakukan peregangan sederhana.

Hal ini perlu dilakukan untuk melemaskan otot yang tegang, sehingga Anda siap menempuh perjalanan berikutnya. Selain itu, sebagai pengemudi Anda juga harus mengusahakan suasana yang nyaman selama perjalanan mudik. Bila merasa lelah, menepilah di tempat peristirahatan terdekat.

Nah, saat ingin tidur di rest area, sebaiknya Anda coba hal-hal berikut ini agar istirahat lebih optimal dan tubuh terasa segar kembali saat bangun tidur:

1.  Gunakan pakaian senyaman mungkin saat berkendara

Kenakan pakaian yang longgar dan lepaskan alas kaki saat ingin tidur. Setidaknya kendurkan tali sepatu bila Anda tidak ingin melepaskannya. Bila ingin lebih nyaman lagi, Anda bisa membawa selimut dari bahan katun atau wol untuk menghangatkan tubuh.

2.  Hindari tidur di tempat yang terlalu terang

Hindari tempat yang terlalu terang dan ramai. Biasanya, orang akan mencari lahan parkir di rest area yang jauh dari toilet atau tempat makan, agar tidak terlalu bising. Bila tak menemukan rest area, Anda dapat meminta izin beristirahat sejenak di lahan parkir kantor polisi.

Jika lokasi peristirahatan Anda benar-benar ramai dan terang, kenakan penutup mata dan penyumbat telinga untuk meredam bising, sehingga Anda dapat tidur lebih tenang.

Untuk tidur yang lebih nyaman, Anda dapat mencari penginapan terdekat untuk beristirahat semalam, dan membersihkan diri. Dengan demikian, tubuh Anda lebih segar keesokan harinya, dan siap melanjutkan perjalanan kembali.

3.  Posisikan tubuh dengan benar

Hal ini yang paling penting. Karena tantangan terbesar untuk tidur di dalam mobil adalah harus melakukannya sambil duduk.

Dipaparkan pada situs National Sleep Foundation, bila Anda tidak memiliki ruang untuk berbaring, tidurlah di kursi kemudi, posisikan kepala tetap tinggi dengan memasang bantal leher. Bagaimanapun juga, otot leher Anda harus relaks agar bisa tidur nyenyak.

Lakukan ini agar perjalanan Anda nyaman

Menempuh perjalanan jauh dengan mobil atau motor tidaklah mudah. Belum lagi, bila di tengah jalan Anda terjebak kemacetan arus mudik Lebaran. Agar momen berkendara Anda nyaman selama perjalanan, beberapa hal berikut ini sebaiknya Anda lakukan.

  • Perbanyak minum air sebelum imsak dan setelah buka puasa

Jaga agar persediaan air minum tetap ada, sehingga Anda terhindar dari risiko dehidrasi selama di perjalanan. Sebab, dehidrasi dapat mengganggu konsentrasi berkendara.

  • Rencanakan pemberhentian di tempat peristirahatan

Sebelum berangkat, cek tempat-tempat peristirahatan pada rute yang Anda lalui. Rencanakan pemberhentian di titik-titik tersebut, sehingga Anda tak pusing mencari saat di tengah perjalanan. Selain itu, Anda juga bisa sekaligus menentukan akan makan di mana untuk berwisata kuliner.

  • Putar musik favorit

Agar terjaga selama perjalanan, putar musik kesukaan yang bisa membuat Anda semangat dan tetap ceria. Dilansir dari Nation Wide, musik terbukti membantu menjaga otak tetap aktif tanpa menciptakan gangguan yang berbahaya.

Sebagai alternatif, pilihlah stasiun radio dengan penyiar yang kocak. Sebab, tertawa juga berfungsi sama seperti musik, dapat menghilangkan rasa kantuk.

Durasi tidur pengemudi kerap diabaikan saat mudik Lebaran demi cepat sampai di kota tujuan. Padahal, istirahat yang cukup merupakan hal yang harus diperhatikan. Anda berencana mudik dengan mengendarai mobil atau motor? Jangan sampai kurang tidur, ya! Ikuti berbagai saran di atas agar perjalanan Anda beserta keluarga aman dan selamat sampai tujuan.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar