Sukses

Perlukah Cek Kesehatan Sebelum Mudik?

Periksa kesehatan sebelum mudik sering dianggap tidak sepenting alat transportasi dan parsel Lebaran. Perlukah cek kesehatan sebelum mudik?

Klikdokter.com, Jakarta Lebaran tinggal hitungan hari. Bagi masyarakat yang sudah hendak mudik, kegembiraan yang dirasakan makin berlipa ganda. Mobil untuk mudik sudah siap, baju baru sudah ada, oleh-oleh Lebaran sudah dibeli. Apa lagi? Satu hal yang sering dilupakan adalah cek kesehatan sebelum mudik.

Terdengar simpel memang. Tapi pemeriksaan kesehatan yang Anda jalani sebelum mudik sebenarnya bisa menunjukkan seberapa siap Anda menempuh perjalanan yang panjang itu.

Layak mengemudi atau tidak, dilihat dari cek kesehatan

Hal ini pun dibenarkan oleh dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter. Pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan sebelum Anda dan keluarga mudik ke kampung halaman, khususnya bagi Anda yang menjadi pengemudi.

Sebab, menurut dr. Fiona, melalui pemeriksaan kesehatan, dapat diketahui sejak dini penyakit apa saja yang sudah diderita dan apa saja kemungkinan yang dapat kambuh saat Anda mengemudi. “Lagi pula, dengan periksa kesehatan, dapat diketahui juga apakah pengemudi kendaraan bermotor akan membahayakan penumpang atau tidak,” tambahnya.

Tak perlu khawatir apabila Anda terlalu sibuk dan tak sempat melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum mudik. Itu karena, terdapat sejumlah posko-posko kesehatan di beberapa titik lokasi jalur mudik.

Posko tersebut biasanya akan memberikan pemeriksaan pada pengemudi yang memiliki waktu tempuh perjalanan lebih dari 4 jam atau yang melalui rute padat atau rawan kemacetan.

“Pemeriksaan kesehatan yang umum dilakukan bagi pengemudi kendaraan bermotor, antara lain cek tekanan darah, cek kadar gula darah sewaktu, deteksi kadar alkohol dalam darah, sekaligus kadar amfetamin dalam urin,” tutur dr. Fiona.

1 dari 2 halaman

Jangan lupa cek kesehatan jantung

Baik Anda yang menjadi pengemudi maupun penumpang, terutama yang memiliki sejumlah faktor risiko, pemeriksaan jantung sepertinya menjadi hal yang tak boleh dilupakan. Sebab, dalam sebuah perjalanan mudik, terkadang ada saja beberapa pemicu yang bikin penderita mengalami kekambuhan serangan jantung.

Misalnya saja, kemacetan parah yang bikin marah, berhenti di rest area dan mengonsumsi makanan yang sebenarnya menjadi pantang, dan lain sebagainya. Adapun beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Punya kebiasaan merokok
  • Kadar gula darah yang tidak normal
  • Kolesterol yang cenderung tinggi.

Apabila hasil pemeriksaan dari dokter baik, tentu perjalanan mudik akan terasa lebih menenangkan. Anggota keluarga lainnya pun bisa saling mengingatkan dan mendukung agar penderita penyakit jantung yang ikut mudik tidak mengalami kekambuhan akibat beberapa hal yang sebenarnya bisa dicegah.

Lantas, bagaimana bila hasil periksa jantung tersebut kurang memuaskan? Ada baiknya si penderita penyakit jantung tidak menjadi pengemudi. Berikan tugas tersebut kepada anggota keluarga lain yang kondisi fisiknya lebih fit.

Jika tak ada yang bisa menyetir selain dia, lebih baik ambil opsi naik kendaraan umum saja atau diskusikan lagi hal tersebut kepada dokter. Karena kalau hasilnya benar-benar tidak fit, memaksakan tetap mudik bukan keputusan yang bijak, bukan?

Di sisi lain, dr. Fiona juga menyarankan agar ibu hamil, bayi, dan lansia untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan sebelum mudik.

“Ya, untuk ibu hamil, pastikan bahwa kandungan aman untuk perjalanan jauh dan melelahkan. Berkonsultasilah dulu dengan dokter Anda sebelum pergi. Sedangkan alasan mengapa bayi dan lansia perlu juga memeriksakan kesehatan karena dua kelompok umur ini punya daya tahan tubuh yang rendah sehingga rentan jatuh sakit.” dr. Fiona menegaskan.

Cek kesehatan sebelum mudik itu wajib untuk dilakukan, terutama bagi pengemudi kendaraan dan beberapa orang dengan kondisi yang telah disebutkan di atas. Selain itu, jangan lupa sediakan stok obat-obatan pribadi. Dengan demikian tidak akan terganggu dengan masalah kesehatan baik selama perjalanan maupun saat berkumpul dengan keluarga saat mudik Lebaran.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar