Sukses

Bolehkah Bayi Baru Lahir Dibawa Mudik?

Supaya kesehatan si Kecil tetap terjaga, baca ini sebelum memutuskan untuk membawa bayi yang baru lahir mudik Lebaran!

Klikdokter.com, Jakarta Mudik sambil membawa bayi baru lahir bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Pertanyaannya, apakah medis memperbolehkan hal ini? Atau, mudik sebaiknya ditunda dulu hingga bayi berusia lebih besar?

Perlu Anda ketahui, bayi baru lahir adalah anak yang berusia 0–28 hari, dihitung dari waktu dilahirkan. Melihat usianya yang masih sangat dini, wajar bila Anda sebagai orang tua merasa ragu dan khawatir untuk membawanya mudik. Tentu, banyak pertimbangan, salah satunya terkait kondisi kesehatan si Kecil.

Apakah diperbolehkan?

Sesungguhnya, para pakar spesialis anak tidak melarang Anda mengajak bayi baru lahir untuk pergi mudik. Namun, syaratnya adalah bayi lahir cukup bulan, sehat dan tidak dalam kondisi flu berat. Yang penting, bayi harus diperiksakan kesehatannya ke dokter paling sedikit 2 minggu sebelum keberangkatan.

Sementara itu, bila bayi lahir prematur, ia baru diperbolehkan ikut mudik setelah usianya di atas 2 atau 3 bulan dari waktu lahir. Sebab, bayi prematur baru bisa beradaptasi dengan lingkungan secara sempurna pada rentang usia tersebut.

Adakah risikonya?

Setiap tindakan tentu membawa risiko, tak terkecuali dalam kasus membawa bayi baru lahir untuk pergi mudik. Salah satu risiko nyata terkait hal tersebut adalah infeksi.

Tak dimungkiri bahwa perjalanan mudik akan meningkatkan peluang bayi terpapar dengan banyak kuman dari lingkungan sekitar. Terutama, dari orang-orang yang berseliweran di tempat-tempat umum atau yang berada di dalam satu moda transportasi yang sama.

Memang, risiko tersebut bisa dikurangi bila Anda memlih untuk mudik dengan kendaraan pribadi. Kendati begitu, Anda tetap perlu melakukan persiapan matang agar mudik bersama si Kecil yang baru lahir berjalan dengan aman dan nyaman. Beberapa hal yang penting untuk diperhatikan, yaitu:

  1. Siapkan pakaian yang tepat

Pilih pakaian sesuai dengan moda transportasi yang akan digunakan. Bila menempuh perjalanan darat atau laut, siapkan pakaian yang berbahan katun, menyerap keringat dan sejuk. Ini karena bayi akan lebih banyak terpapar dengan suhu lingkungan yang panas dan lembap. Sebaliknya, bila menempuh perjalanan udara, gunakan baju hangat karena suhu kabin pesawat tergolong dingin bagi bayi.

  1. Persiapkan perlengkapan bayi dan pastikan mudah dijangkau

Bawa pakaian bayi yang cukup dan nyaman dipakai. Tak ketinggalan, siapkan pula segala perlengkapan yang diperlukan, seperti popok, minyak telon, losion antinyamuk, tisu basah, dan lain sebagainya. Pastikan semuanya mudah dijangkau kalau-kalau diperlukan segera.

  1. Buat bayi kenyang sebelum memulai perjalanan

Sesaat sebelum memulai perjalanan, susui bayi dengan memberikan ASI atau susu formula (sesuai yang biasa dilakukan). Ini agar bayi kenyang dan merasa nyaman sehingga tidak mudah rewel selama perjalanan.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Pilih jalur yang ramah bagi bayi

Bila Anda berkendara bersama bayi, hindari jalur yang padat dan banyak guncangan. Ini dimaksudkan untuk meminimalkan kerewelan bayi selama di perjalanan.

Bila tidak memungkinkan, sering-seringlah memberikan ASI untuk menenangkan bayi. Atau bila perlu, Anda bisa menepi dan berhenti sejenak untuk menenangkan si Kecil.

  1. Bila mudik dengan pesawat

Agar bayi merasa nyaman di pesawat, ia harus mengisap dan menelan, utamanya saat lepas landas dan mendarat. Bayi bisa menyusu pada ibu atau menggunakan botol susu.

Di samping itu, penting untuk mencari informasi apakah maskapai penerbangan tersebut mengizinkan bayi baru lahir untuk dibawa terbang. Tiap maskapai memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Ada yang mengizinkan meski bayi baru berusia 3 hari, ada pula yang baru memberikan izin setelah bayi berusia 1 atau 2 minggu.

Mudik dengan bayi baru lahir bisa menjadi pengalaman yang amat berkesan bagi keluarga Anda. Meski demikian, selalu ingat bahwa si Kecil masih sangat rentan terhadap berbagai kuman penyebab penyakit, karena sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna.Karena itu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi bayi sehat dan layak untuk dibawa mudik.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar