Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penderita Kanker Payudara Tidak Harus Kemoterapi, Benarkah?

Penderita Kanker Payudara Tidak Harus Kemoterapi, Benarkah?

Ada yang mengatakan, penderita kanker payudara tidak harus menjalani kemoterapi bila ingin sembuh. Bagaimana faktanya?

Bicara soal pengobatan kanker, kemoterapi tidak mungkin absen di dalamnya. Namun ternyata ada pula sebuah studi yang mengatakan bahwa sebenarnya penderita kanker – terutama penderita kanker payudara – tidak harus menjalani kemoterapi jika ingin terlepas dari penyakit kanker payudara.

Dilansir dari Time, kemoterapi hanya dianggap sebagai pilihan terapi. Bukan sebuah terapi wajib yang mesti dijalani oleh semua penderita kanker payudara. Adapun alasan yang mendasari, yaitu penghematan biaya.

Penderita kanker umumnya banyak menghabiskan biaya untuk menjalani pengobatan kemoterapi. Dengan tidak menjalaninya, biaya yang dikeluarkan juga tidak akan membludak dan bisa dimanfaatkan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Misalnya saja, membeli makanan yang lebih baik, ikut berbagai kelas olahraga, dan lain sebagainya.

Sayangnya, melewatkan pengobatan kemoterapi tidak bisa dilakukan oleh semua penderita kanker payudara. Pasalnya, penelitian tersebut mengatakan bahwa hanya kasus kanker payudara di tahap awal yang bisa melewatkan pengobatan kemoterapi.

Dikatakan oleh Dr. Joseph Sparano dari Montefiore Medical Center, New York, Amerika Serikat, sebagian besar wanita yang memang sudah mendapatkan penanganan kanker payudara sejak awal tidak perlu melakukan pengobatan selain operasi dan terapi hormon. Dengan kata lain, mereka dengan kanker payudara yang belum parah tidak perlu menjalani kemoterapi.

Artikel Lainnya: Ciri-ciri Kanker Payudara

1 dari 2 halaman

Pro Kontra Kemoterapi pada Kanker Payudara

Wanita-wanita tertentu yang berusia 50 atau lebih muda konon mendapat manfaat dari kemoterapi. Namun, hal ini kembali lagi pada seberapa besar risiko yang ada, sehingga tidak semua pasien bisa melewati penyakit kanker payudara tanpa melakukan kemoterapi.

“Meski begitu, perlu diingat bahwa risiko wanita pengidap kanker bisa berbeda dengan yang lainnya. Ada beberapa orang yang mengaku tidak peduli dengan kemoterapi, namun sisanya amat menginginkan, demi mendapatkan kesempatan untuk sembuh sekecil apa pun,” ujar salah satu dokter dari Anderson Cancer Center di Houston, Jennifer Litton.

Sementara itu, dr. Ellen Theodora mengatakan bahwa pasien kanker payudara tetap perlu berkonsultasi dengan dokter guna menentukan jenis terapi yang paling tepat untuknya.

“Kemoterapi, terapi hormon, dan terapi target juga mungkin masih dibutuhkan guna mendapatkan hasil yang maksimal,” tambah dr. Ellen.

Jadi, ya, wanita dengan kanker payudara stadium awal dan telah ditangani lewat operasi bisa saja melewatkan kemoterapi. Namun saat tahap pengobatan, pasien dianjurkan untuk melibatkan keluarga, orang terdekat hingga dokter yang merawat, agar segala tindakan yang dilakukan dapat berujung pada kesembuhan.

(NB/ RVS)

 

0 Komentar

Belum ada komentar