Sukses

Penderita Kanker Payudara Tidak Harus Kemoterapi, Benarkah?

Ada yang mengatakan, penderita kanker payudara tidak harus menjalani kemoterapi bila ingin sembuh. Bagaimana faktanya?

Klikdokter.com, Jakarta Bicara soal pengobatan kanker, kemoterapi tidak mungkin absen di dalamnya. Namun ternyata ada pula sebuah studi yang mengatakan bahwa sebenarnya penderita kanker – terutama penderita kanker payudara – tidak harus menjalani kemoterapi jika ingin terlepas dari penyakit mematikan tersebut.

Dilansir dari Time, kemoterapi hanya dianggap sebagai pilihan terapi. Bukan sebuah terapi wajib yang mesti dijalani oleh semua penderita kanker payudara. Adapun alasan yang mendasari, yaitu penghematan biaya.

Penderita kanker umumnya banyak menghabiskan biaya untuk menjalani pengobatan kemoterapi. Dengan tidak menjalaninya, biaya yang dikeluarkan juga tidak akan membludak dan bisa dimanfaatkan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Misalnya saja, membeli makanan yang lebih baik, ikut berbagai kelas olahraga, dan lain sebagainya.

Sayangnya, melewatkan pengobatan kemoterapi tidak bisa dilakukan oleh semua penderita kanker payudara. Pasalnya, penelitian tersebut mengatakan bahwa hanya kasus kanker payudara di tahap awal yang bisa melewatkan pengobatan kemoterapi.

Dikatakan oleh Dr. Joseph Sparano dari Montefiore Medical Center, New York, Amerika Serikat, sebagian besar wanita yang memang sudah mendapatkan penanganan kanker payudara sejak awal tidak perlu melakukan pengobatan selain operasi dan terapi hormon. Dengan kata lain, mereka dengan kanker payudara yang belum parah tidak perlu menjalani kemoterapi.

Pengobatan kanker payudara yang ada di Indonesia

Butuh atau tidaknya tindakan kemoterapi untuk mengatasi penyebaran sel kanker tentu membutuhkan pertimbangan yang matang dari dokter dan ahli medis lainnya. Jadi, tindakan tersebut sangat disesuaikan dengan kondisi kanker yang terjadi.

Kepada KlikDokter, dr. Dina Kusumawardhani mengatakan, setidaknya ada 6 protokol pengobatan kanker payudara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Yaitu:

  • Mastektomi (pembedahan)

Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengangkat sel kanker payudara. Mastektomi dapat dilakukan menyeluruh atau sebagian saja, tergantung dari kondisi pasien.

  • Breast Conserving Therapy (BCT)

Mirip pembedahan, tapi BCT tetap mempertahankan bentuk payudara. Sayangnya, kanker payudara mungkin bisa terjadi berulang.

  • Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker dengan pemberian obat tunggal atau gabungan beberapa obat. Kemoterapi diberikan bertahap (6-8 siklus).

  • Terapi hormon

Terapi ini diberikan pada kasus kanker payudara yang memiliki gangguan hormon.

  • Terapi target

Terapi ini menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat. Obat yang digunakan pada terapi target bisa menghambat perkembangan protein HER2, yang membantu sel kanker tumbuh lebih agresif.

  • Radioterapi

Terapi kanker payudara yang satu ini menggunakan sinar berkekuatan tinggi, seperti sinar-X dan proton. Radioterapi dilakukan dengan menembakkan sinar ke tubuh pasien menggunakan mesin atau dengan menempatkan material radioaktif ke dalam tubuh pasien.

Penderita kanker payudara tahap awal memang tidak memerlukan kemoterapi. Meski begitu, bukan berarti penyakit ini bisa diabaikan dan dianggap sepele. Kanker payudara tetap perlu dideteksi dini dan diobati dengan segera agar tidak menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar