Sukses

Mudik Bersama Lansia, Ini Persiapannya

Mudik bersama lansia perlu persiapan tersendiri mengingat kondisi fisiknya yang sudah tidak sekuat dulu. Apa saja persiapannya?

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin, persiapan Anda sebagai orang dewasa di usia produktif dengan lansia saat hendak mudik ke kampung halaman agak berbeda. Mudik bersama lansia perlu persiapan khusus.

Hal ini karena kondisi fisik lansia sudah tidak sekuat saat mereka masih muda seperti Anda. Apalagi bila lansia yang ikut mudik bersama Anda itu sedari awal sudah memiliki penyakit kronis. Tentu seluruh anggota keluarga perlu siap sedia membantu jika gangguan kesehatan yang diderita lansia tersebut kambuh.

Nah, agar perjalanan mudik bersama lansia tetap berjalan lancar, dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter memberikan tips mudahnya berikut ini.

  • Bawa obat-obatan pribadi

Menurut dr. Sara, lansia perlu membuat dompet atau kotak khusus yang berisikan segala jenis obat yang berkaitan dengan penyakit yang dideritanya. Obat-obatan yang mesti ada di dalam dompet adalah obat yang sebelumnya sudah diresepkan oleh dokter. Sehingga untuk mendapatkannya, lansia tersebut mesti berkonsultasi secara langsung dulu kepada dokter.

“Obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter itu mesti selalu dibawa dan diminum sesuai dosis. Bila memungkinkan, perbanyak stoknya sesuai lamanya waktu mudik dan menginap di kampung halaman. Karena ditakutkan, obat-obatan yang dibutuhkan tidak tersedia di lokasi tujuan,” jelas dr. Sara.

  • Beristirahat di rest area beberapa jam sekali  

Jangan samakan kondisi fisik lansia dengan tingkat kekuatan tubuh Anda. Bisa saja Anda belum merasa lelah, tetapi dia sudah merasa lelah. Jadi, usahakan beberapa jam sekali untuk beristirahat di rest area.

“Ketika memutuskan untuk berhenti di rest area, gunakanlah kesempatan tersebut untuk berjalan kaki selama beberapa waktu agar peredaran darah lancar. Anda juga bisa melakukan peregangan agar tidak pegal karena kelamaan duduk,” tambah dr. Sara.

Ada beberapa lansia yang tidak bisa menahan buang air kecil sama sekali karena kondisi fisik tertentu. Jadi, ketika dia minta berhenti dulu, biarkanlah. Coba juga untuk cari minuman hangat yang bisa menyegarkan tubuh kembali.

  • Bawa camilan sehat, khususnya bagi lansia diabetes dan penderita mag

Mudik lewat jalur darat pasti tak bisa lepas dari kemacetan. Sehingga, waktu makan pun bisa terlewat karena kendaraan tak bisa beranjak ke restoran terdekat.

Agar gula darah tidak turun drastis (hipoglikemia) hingga menyebabkan gejala seperti pusing, pandangan kabur, bahkan kehilangan kesadaran, lansia penderita diabetes harus membawa camilan sehat, seperti buah potong atau kacang-kacangan.

Kacang-kacangan yang dimaksud pun bukan kacang goreng, ya. Pilihlah kacang yang dipanggang tanpa tambahan bumbu penyedap. Hal ini berlaku juga untuk lansia yang memiliki masalah mag. Jika tak suka kacang dan repot makan buah di dalam mobil, setidaknya Anda bisa membawa roti atau biskuit gandum.

  • Bawa benda yang bikin lansia nyaman

Akan lebih baik lagi bila lansia bepergian dengan membawa benda kesayangan yang membuatnya nyaman. Misalnya saja, bantal leher atau sweater yang sering sekali dia pakai.

Selain bisa mendukung kesehatan fisiknya, benda tersebut bisa membuatnya lebih tenang. Jika dia ingin membawa sejumlah buku atau CD berisi tembang kenangan, jangan dilarang.

Cobalah sesekali menyenangkan hatinya dengan memutarkan CD musik yang ia bawa di CD Player mobil Anda. Dengan begitu, pasti dia akan lebih menikmati perjalanan.

Meski mudik bersama lansia saat Lebaran itu perlu persiapan khusus, tapi jangan samakan lansia dengan anak kecil. Sebab, hal tersebut justru bisa menyakiti perasaannya dan membuat perjalanan mudik menjadi tidak nyaman. Jika Anda merasa bingung dengan rute jalan, masalah mesin, dan lain sebagainya, lalu dia menawarkan bantuan, terimalah. Dia pasti akan merasa berguna dan dihargai. Nah, jika kondisi psikisnya baik, kesehatannya selama perjalanan mudik pasti juga akan ikut terjaga.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar