Sukses

Anak Belajar Piano Saat Libur Lebaran, Ini Manfaatnya

Menjelang libur Lebaran, anak bisa memanfaatkan waktu untuk belajar piano. Menurut penelitian, kegiatan menyenangkan ini banyak manfaatnya.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang tua sudah mengakrabkan telinga anak mereka dengan musik sejak masih di dalam kandungan. Salah satu kelas yang paling diminati adalah belajar piano. Selain menyenangkan, aktivitas ini ternyata memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Mumpung libur Lebaran, Anda bisa memperkenalkan aktivitas ini kepada anak Anda.

Musik dan pertumbuhan anak

Memang banyak ahli yang menyarankan ibu hamil untuk memperdengarkan musik klasik kepada janinnya untuk menstimulasi perkembangan otak. Bila anak sudah cukup umur, Anda bisa mengarahkan anak untuk belajar memainkan alat musik, misalnya piano.

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, musik memang dapat mendorong perkembangan serta keahlian yang diperlukan anak nantinya saat bersekolah. Misalnya, kemampuan intelektual, sosial, emosional, motorik dan bahasa.

Sebab, musik membantu keselarasan kerja tubuh dan pikiran. Selain itu, musik juga bisa memperkuat memori, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

"Paparan terhadap musik sejak dini dapat membantu anak-anak memahami suara dan makna dari kata-kata. Menari mengikuti alunan musik juga turut membantu perkembangan motorik, serta membantu anak untuk mengekspresikan dirinya sendiri," ujar dr. Sara.

Namun, dr. Sara menyarankan agar anak-anak bisa terlibat dalam pengalaman musikal dibandingkan hanya mendengarkan. Dalam artian, Anda bisa mendorong anak untuk berlatih minimal satu alat musik. Hal ini nantinya juga memberikan manfaat yang baik bagi buah hati Anda.

Anak-anak yang terbiasa mendapatkan pelatihan musik menunjukkan aktivitas saraf yang lebih besar pada area auditorik dan prefrontal korteks dari otak.

Menurut studi di University of Toronto, pelajaran musik diketahui mendorong IQ anak. Studi lain di University of Montreal, Kanada juga mempelajari bagaimana pelajaran musik dapat mengubah struktur otak, bahkan membantu anak yang mengalami gangguan perkembangan.

1 dari 2 halaman

Cobalah mainkan alat musik piano

Anda bisa saja mendorong anak untuk latihan piano. Dengan 88 tombol dan ratusan string internal, piano standar menghasilkan suara dan nada unik.

Melansir dari Time, sebuah studi mengatakan, menguasai sistem yang rumit seperti saat belajar piano selain menghasilkan musik yang indah, juga bisa meningkatkan keterampilan bahasa anak.

"Ada bukti bahwa paparan awal terhadap belajar piano memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dari musik, tetapi juga termasuk kemampuan bahasa," kata John Gabrieli, seorang ahli saraf kognitif di Massachusetts Institute of Technology’s McGovern Institute for Brain Research, dalam Proceedings of National Academy of Sciences.

Ia pun melanjutkan bahwa dengan cara tertentu, mempelajari piano dapat membantu anak meningkatkan keterampilan pemrosesan bahasa mereka. Gabrieli menjelaskan ketika telinga anak-anak dilatih untuk membedakan antara nada-nada yang berbeda di piano mereka juga akan belajar penguasaan bahasa.

Untuk hal tersebut, para peneliti memilih 74 taman kanak-kanak di Tiongkok yang menggunakan bahasa pengantar Mandarin. Anak-anak berusia 4 atau 5 tahun kemudian dibagi menjadi tiga kelompok.

Satu kelompok mengambil 3 sesi pelajaran piano 45 menit setiap minggu, satu kelompok mendapat instruksi untuk membaca buku bacaan secara rutin, dan kelompok terakhir tidak melakukan keduanya.

Setelah 6 bulan, kelompok-kelompok tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam ukuran IQ, memori, dan rentang perhatian. Akan tetapi, kelompok yang berlatih piano punya perbedaan mencolok dibanding kelompok lainnya. Anak-anak di kelompok tersebut menjadi lebih baik dalam membedakan antara kata-kata yang diucapkan.

Baik piano dan kelompok membaca berkinerja lebih baik daripada kelompok yang tidak melakukan apa-apa. Hal ini sangat terlihat saat anak membedakan antara pengucapan huruf. Konsonan, seperti "T" dan "D", dapat terdengar sangat mirip, sehingga otak manusia harus membuat keputusan cepat tentang apa yang didengarnya.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa pelajaran piano memengaruhi elemen penting dan kompleks dari pemrosesan bahasa, terutama bagian konsonan. Sebab, konsonan memang memerlukan sedikit lebih banyak ketelitian untuk membedakan satu dari yang lain daripada huruf vokal," ujar Gabrieli.

Efek belajar piano ini bisa sangat terlihat pada orang yang berbahasa Mandarin. Karena bahasa tersebut sangat bergantung pada perbedaan nada yang halus. Gabrieli  juga mengatakan kalau temuan soal belajar piano ini mungkin juga bisa meluas ke pendidikan musik lainnya juga.

Hasil penelitian ini tentu menggembirakan para orang tua yang sedang mempertimbangkan anaknya untuk belajar alat musik. Belajar piano bisa menjadi pilihan jika Anda ingin memilihkan aktivitas yang berguna untuk anak Anda saat libur Lebaran kali ini.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar