Sukses

Penyebab Tak Kunjung Hamil Meski Pakai Kalender Masa Subur

Tak semua pasangan berhasil mendapatkan kehamilan dengan menggunakan kalender masa subur. Mengapa bisa begitu?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian pasangan suami istri ingin segera mendapatkan momongan setelah menikah. Untuk mewujudkan hal itu, pasangan suami istri melakukan hubungan seksual dengan berpedoman pada kalender masa subur.

Meski demikian, tidak semua pasangan bisa segera mendapatkan keinginan tersebut. Mengapa demikian?

Kalender masa subur adalah acuan untuk mengetahui terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur dan masa subur. Perhitungan ini dapat diketahui dengan menghitung siklus haid yang umumnya berlangsung selama 28-35 hari setiap bulannya, yaitu dari hari pertama haid hingga satu hari sebelum waktu haid berikutnya.

Ovulasi normalnya terjadi pada 14 hari sebelum siklus haid berikutnya. Sementara itu, masa subur adalah tiga hari sebelum hingga satu hari sesudah ovulasi. Dengan demikian, apabila siklus haid Anda adalah 28 hari, masa ovulasi akan terjadi pada hari ke-14. Artinya, masa subur Anda adalah pada hari ke-11 hingga 15.

Kalender masa subur tak selamanya efektif

Meski sudah berpedoman pada kalender masa subur, tidak selamanya kehamilan segera terjadi. Beberapa hal di bawah ini dapat menjadi penyebabnya, yaitu:

  • Siklus haid wanita tidak teratur

Kalender masa subur hanya dapat meningkatkan kemungkinan hamil jika wanita mengalami siklus haid yang teratur selama 3 - 6 bulan. Jika pada rentang waktu tersebut siklus haid cenderung memendek atau memanjang (kurang dari 28 hari atau lebih dari 35 hari), perhitungan untuk menentukan masa ovulasi menjadi sulit untuk dilakukan. Alhasil, proses pembuahan juga tidak akan tepat sasaran.

  • Miom

Miom merupakan tumor jinak yang terbentuk di dalam rahim, baik di luar maupun di dalam rahim. Jika tumor terbentuk di bagian tengah otot rahim (miom intramural) dan di dalam rongga rahim (miom submukosa), tingkat kesuburan wanita akan benar-benar menurun.

Penelitian menyebutkan bahwa miom intramural dan miom submukosa dapat menurunkan kemungkinan terjadinya kehamilan hingga 70 persen. Seorang wanita yang mengalami salah satu dari dua jenis miom tersebut umumnya akan merasakan gejala siklus haid tidak teratur, haid terasa nyeri, serta darah haid yang keluar sangat banyak.

  • Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi yang terjadi ketika jaringan pembentuk lapisan dalam dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, misalnya di indung telur, usus, tuba falopi, atau vagina.

Pada wanita yang mengalami penyakit ini, jaringan yang tumbuh di luar rahim dan ikut meluruh saat haid tidak keluar melalui vagina dalam bentuk darah, melainkan menumpuk dan mengendap di sekitar organ reproduksi. Endapan tersebut dapat menyebabkan peradangan, jaringan parut, kista, dan lainnya.

  • Usia tua

Wanita yang sudah berusia lebih dari 35 tahun umumnya akan mengalami penurunan kualitas sel telur, termasuk dari segi jumlah. Ini artinya, kemungkinan untuk terjadinya kehamilan juga tergolong rendah, meskipun Anda sudah menggunakan kalender masa subur sebagai acuan.

Kalaupun bisa hamil, risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes gestasional (diabetes saat hamil), hipertensi gestasional (tekanan darah tinggi saat hamil), dan kelahiran prematur sangat tinggi.

  • Kualitas sperma yang buruk

Agar mampu membuahi sel telur, sperma pria harus memiliki kualitas yang baik. Beberapa hal yang dapat menjadi acuan terkait kondisi sperma yang berkualitas, misalnya volume sperma saat ejakulasi mencapai 2-5 ml dan berbentuk kental, berwarna putih keabu-abuan, dan terdiri dari 20 juta sel sperma per 1 ml.

Itu adalah lima penyebab Anda tak kunjung hamil meski sudah menggunakan kalender masa subur. Jika Anda mencurigai melesetnya perhitungan masa subur disebabkan oleh salah satu kondisi di atas, sebaiknya segera periksakan diri dan pasangan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Hal ini bertujuan untuk mencari solusi yang paling baik agar kehamilan bisa segera didapatkan.

[HNS/ RVS]

2 Komentar