Sukses

Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut bagi Lansia

Perubahan fisiologis yang dialami lansia juga berpengaruh pada kondisi kesehatan gigi dan mulut. Yuk, cari tahu bagaimana cara merawat gigi dan mulut untuk lansia.

Seiring bertambahnya usia seseorang, beberapa masalah kesehatan gigi mulai muncul satu per satu. Tak heran jika kaum lansia umumnya rentan terhadap kondisi tersebut. Namun, dengan rutin merawat gigi untuk lansia, secara signifikan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Perawatan gigi untuk lansia sebenarnya sama saja seperti orang dewasa yang lebih muda. Hanya saja, adanya penyakit sistemik yang biasa diderita lansia membuat mereka harus ekstra hati-hati dalam merawatnya.

 

1 dari 3 halaman

Gangguan Gigi dan Mulut pada Lansia

Semakin tua tubuh, penurunan fungsi organ pun semakin berkurang. Oleh karena itu, berbagai penyakit kerap muncul termasuk masalah kesehatan gigi. Berikut beberapa gangguan gigi dan mulut yang sering muncul pada lansia:

1. Karies

Kerusakan gigi terjadi ketika enamel yang keras menutupi gigi. Ini dikarenakan bakteri (plak) yang menumpuk di atasnya sehingga membentuk suatu rongga. Rongga tersebut lama-kelamaan dapat berkembang jika tidak segera dilakukan perawatan.

Penurunan produksi aliran air liur serta pola makan yang tidak sehat juga dapat menjadi faktor penyebabnya. Selain itu, penurunan gusi yang menyebabkan terbukanya akar gigi pun dapat meningkatkan risiko karies akar.

Artikel lainnya: Waktu yang Tepat untuk Mengganti Gigi Palsu

2. Penyakit Periodontal

Beberapa survei telah ditemukan bahwa prevalensi dan keparahan penyakit periodontal semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Penyakit periodontal merupakan penyakit kronis yang merusak jaringan lunak mulut dan tulang yang menyangga gigi.

Penyebabnya adalah karena penumpukan plak dan karang gigi yang tidak dibersihkan. Akibatnya, terjadi peradangan pada gusi hingga menimbulkan  kerusakan pada tulang alveolar. Ini merupakan lanjutan dari penyakit radang gusi yang tidak diobati.

3. Mulut Kering

Dikenal juga dengan xerostomia, mulut kering merupakan suatu kondisi yang sering dialami oleh lansia. Penyebabnya adalah penurunan fungsi kelenjar ludah akibat konsumsi obat-obatan, seperti antihipertensi, antidepresan, dan antipsikotik. Obat-obatan tersebut membuat mulut menjadi kering.

Tak hanya itu, adanya manifestasi penyakit sistemik seperti penyakit diabetes juga bisa membuat mulut lebih kering.

4. Kehilangan Gigi

Kehilangan gigi sebagian atau seluruhnya dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam mengunyah makanan. Akibatnya, bisa terjadi kondisi malnutrisi yang berpengaruh pada kesehatan gigi.

5. Perubahan Warna Gigi

Perubahan warna gigi dapat terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman tertentu yang dapat meninggalkan noda pada permukaan gigi. Misalnya, minuman kopi. Gigi yang gelap atau lapisan gigi yang menipis mungkin merupakan tanda masalah yang lebih serius dan harus diperiksa oleh dokter gigi Anda.

Artikel lainnya: Jangan Asal, Ini Cara Memilih Sikat Gigi yang Baik dan Benar

6. Tulang Rahang Tidak Rata

Ini disebabkan oleh gigi yang hilang dan tidak segera diganti dengan gigi tiruannya. Akibatnya, sisa gigi yang ada bergerak atau bergeser ke arah yang kosong. 

7. Sariawan

Pada kaum lansia, tak jarang sariawan muncul pada rongga mulut mereka. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penggunaan gigi tiruan yang tidak tepat, kebersihan gigi yang buruk, atau penumpukan jamur.

2 dari 3 halaman

Tips Merawat Gigi untuk Lansia

Agar gigi tetap sehat dan menghindari timbulnya gangguan, seorang lansia harus rutin dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Berikut cara merawat gigi untuk lansia yang mudah diterapkan:

1. Menggosok Gigi

Rutin menggosok gigi setiap hari mampu mengurangi penumpukan plak yang ada pada permukaan gigi. Hanya saja, pada lansia yang sering mengalami penurunan gusi (resesi gusi), harus benar-benar memperhatikan teknik menyikat gigi yang tepat.

Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang halus dan lembut, serta pilih pasta gigi yang mengandung fluoride agar gigi tetap kuat dan sehat.

Artikel lainnya: Dampak Penggunaan Gigi Palsu yang Tidak Sesuai

2. Lakukan Dental Flossing

Cara merawat gigi untuk lansia lainnya adalah dengan dental flossing. Membersihkan sela-sela gigi tak boleh ketinggalan. Gunakan benang khusus atau dental floss dan lakukan minimal satu kali sehari.

3. Jangan Lupa Berkumur

Penggunaan obat kumur antiseptik juga penting bagi kesehatan gigi dan mulut. Zat yang terkandung di dalamnya bermanfaat bagi permukaan gigi serta lingkungan mulut.

Selain itu, senyawa di dalam kandungan obat kumur berperan sebagai pembunuh bakteri, sehingga efektif dalam mengatasi radang gusi atau gingivitis.

4. Bersihkan Gigi Palsu

Bagi seorang lansia yang menggunakan gigi tiruan seluruhnya, pembersihan dan perawatan secara efektif harus dilakukan. Sikat dan bilaslah gigi tiruan Anda setiap hari. Lepaslah gigi tiruan tersebut saat beristirahat di malam hari.

Rendam gigi tiruan dalam air hangat atau air yang sudah diisi pembersih khusus gigi tiruan. Jangan lupa juga untuk melakukan pembersihan dan pemijatan pada jaringan di bawah gigi tiruan minimal satu kali sehari. Hal ini berguna untuk meningkatkan sirkulasi dan kesehatan pada jaringan.

5. Periksa ke Dokter Gigi

Kunjungan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali pun tak boleh dilewatkan. Ini bertujuan agar bila terjadi masalah dengan kondisi kesehatan gigi atau mulut, dapat segera diatasi dengan tepat.

Merawat gigi untuk lansia sangatlah penting. Selain rutin dalam membersihkannya, para lansia juga sebaiknya menjaga asupan makanan sehari-hari agar gigi dan mulut tetap sehat.

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar masalah kesehatan gigi dan mulut lansia atau penyakit lainnya, dapat bertanya langsung kepada dokter kami. Gunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar