Sukses

Apa Bedanya Sindrom Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan?

Sindrom baby blues dan depresi pasca melahirkan merupakan dua gangguan psikis yang sering dialami ibu baru. Kenali gejala dan solusinya!

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan dan persalinan merupakan peristiwa yang menyebabkan perubahan besar dalam diri seorang ibu. Tak heran, gangguan psikis sangat rentan terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan. Data menyebutkan, lebih dari 70% ibu yang baru melahirkan mengalami gangguan psikis, bisa berupa sindrom baby blues atau depresi pasca melahirkan.

Meski sama-sama gangguan psikologis pada ibu baru, sindrom baby blues maupun depresi pasca melahirkan memiliki gejala dan dampak yang berbeda.

  • Sindrom baby blues

Sindrom baby blues adalah gangguan adaptasi yang dialami oleh ibu baru. Keadaan ini biasanya terjadi dalam beberapa hari hingga dua minggu setelah melahirkan.

Seorang ibu yang mengalami sindrom baby blues ditandai dengan rasa lelah, sedih yang tak jelas penyebabnya, serta stres berlebih. Hal ini biasanya terjadi karena ibu terkejut dengan berbagai perubahan drastis tak diduga sebelumnya. Selain itu, suami yang kurang peka terhadap istri yang baru melahirkan juga bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom baby blues.

Seorang ibu yang mengalami sindrom baby blues tetap bisa merawat si buah hati dengan optimal meski sering kelelahan atau merasa sedih berlebihan. Kendati begitu, kondisi ini tetap harus diatasi.

Jika diabaikan, sindrom baby blues dapat berlanjut menjadi depresi pasca melahirkan. Faktanya, satu dari tujuh ibu baru pernah mengalami gangguan ini.

  • Depresi pasca melahirkan

Depresi pasca melahirkan adalah tahap lanjut dari sindrom baby blues. Risiko terjadinya kondisi ini sangat tinggi jika sang ibu kekurangan waktu tidur, asupan gizi tidak terpenuhi, tidak mendapat dukungan suami, atau terdapat gangguan kesehatan pada bayi.

Berbeda dengan sindrom baby blues, depresi pasca melahirkan bisa menimbulkan gejala, yaitu:

  • Ibu menjadi tidak percaya diri dalam merawat bayi
  • Ibu sulit tidur meski bayi sudah tertidur
  • Ibu menjadi mudah marah terhadap hal sepele
  • Ibu tidak ingin melihat bayinya lagi
  • Dalam kondisi yang berat, ibu bisa memiliki ide untuk bunuh diri.
1 dari 2 halaman

Ini solusinya

Meski gangguan psikis ini sering terjadi pada ibu baru, sindrom baby blues maupun depresi pasca melahirkan dapat diatasi dan dicegah. Untuk mengatasi sindrom ini, ibu harus diberi banyak waktu untuk beristirahat. Ayah atau anggota keluarga lain sebaiknya mengambil alih sebagai 'pemeran utama' dalam merawat bayi untuk sementara waktu. Berikan ibu 'me-time' untuk mengurangi stres yang dirasakan.

Sementara untuk depresi pasca melahirkan, di samping melakukan hal-hal tersebut, berkonsultasi dengan psikiater merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Psikiater  akan memberikan obat anti-depresan dan melakukan konseling pada ibu maupun keluarga. Pengobatan pada ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan harus diprioritaskan. Sebab jika tidak diobati dengan baik, ibu bisa mengalami gangguan jiwa yang berat.

Hal yang tak kalah penting adalah mengerti bagaimana cara mencegah sindrom baby blues dan depresi pasca melahirkan. Pencegahan terhadap gangguan psikis ini harus dimulai saat kehamilan, yaitu dengan cara:

  • Ibu harus melengkapi diri dengan pengetahuan yang cukup tentang perawatan bayi sejak masa kehamilan
  • Membuat 'perjanjian' mengenai pembagian peran dan tugas dalam mengurus bayi dengan suami
  • Jika diperlukan, ibu dapat meminta bantuan orang lain seperti anggota keluarga, doula, atau baby sitter untuk membantu merawat bayi.

Setelah itu semua, ibu sebaiknya memiliki waktu untuk dirinya sendiri setidaknya selama satu jam per hari untuk dapat melepas penat dan lelah usai melahirkan.

Merawat dan membesarkan bayi bukan hanya tanggung jawab ibu seorang diri, melainkan juga tanggung jawab ayah dan anggota keluarga lainnya. Membekali diri dengan pengetahuan tentang perawatan bayi dan berbagi peran yang baik antara ayah maupun ibu merupakan kunci penting untuk mencegah serta mengatasi sindrom baby blues serta depresi pasca melahirkan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar