Sukses

Benarkah Orang Vegan Berisiko Rendah Kena Kanker?

Ternyata banyak keuntungan menjadi vegan, salah satunya disebut-sebut berisiko rendah terkena kanker. Mari cek kebenarannya.

Klikdokter.com, Jakarta Seseorang memutuskan untuk menjadi seorang vegan yang merupakan variasi dari pola makan vegetarian karena berbagai alasan, termasuk kesehatan, keyakinan agama, hingga karena masalah sumber daya lingkungan. Pola makan seperti ini dikatakan dapat mencegah seseorang terkena penyakit kanker.

Menjadi seorang vegan kini lebih mudah. Hal ini tak lepas dari dukungan perkembangan teknologi, ketersediaan produk segar sepanjang tahun, menjamurnya pilihan tempat makan khusus vegetarian atau vegan, dan pengaruh budaya kuliner yang berkembang dengan sebagian besar menganut pola makan nabati.

Variasi pola makan vegetarian

Sebenarnya, vegetarian adalah orang yang tidak makan daging, unggas, atau makanan laut. Tetapi orang-orang dengan berbagai pola diet menyebut diri mereka vegetarian, termasuk yang berikut ini:

  • Vegan (total vegetarian): tidak makan daging, unggas, ikan, atau produk apa pun yang berasal dari hewan, termasuk telur, produk susu, dan gelatin.
  • Vegetarian lacto-ovo: tidak makan daging, unggas, atau ikan, tetapi makan telur dan produk susu.
  • Vegetarian lacto: tidak makan daging, unggas, ikan, atau telur, tetapi tidak mengonsumsi produk susu.
  • Vegetarian Ovo: tidak makan daging, unggas, ikan, atau produk susu, tetapi makan telur.
  • Sebagian vegetarian: tidak makan daging tetapi bisa makan ikan, yang disebut dengan pescatarian (pesco-vegetarian) atau pemakan unggas (pollo-vegetarian).

Orang vegan berisiko rendah terkena cancer

Penelitian mengonfirmasikan manfaat kesehatan dari makan tanpa daging. Saat ini, pola makan nabati diakui tidak hanya mencukupi gizi, tetapi juga sebagai cara untuk mengurangi risiko banyak penyakit kronis. 

Menurut American Dietetic Association, diet vegan itu sehat, cukup nutrisi, dan dapat memberikan manfaat kesehatan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit tertentu.

Ratusan studi menunjukkan bahwa makan banyak buah dan sayuran dapat mengurangi risiko mengembangkan penyakit kanker tertentu, dan ada bukti bahwa vegetarian memiliki insiden kanker yang lebih rendah daripada non-vegetarian.

Tetapi perbedaannya tidak besar. Saat menjalankan diet vegan,Anda menjadi lebih mudah untuk mendapatkan minimum lima porsi harian yang disarankan untuk buah dan sayuran. Meski demikian, diet vegetarian murni tidak selalu lebih baik daripada diet nabati yang juga mencakup ikan atau unggas.

Sebagai contoh, dalam analisis kumpulan data dari Studi Vegetarian Oxford dan EPIC-Oxford, pemakan ikan memiliki risiko lebih rendah terkena kanker tertentu daripada vegetarian atau vegan.

Jika berhenti makan daging merah (tak tergantung daristatus Anda seorang vegetarian atau tidak), Anda akan menghilangkan faktor risiko kanker usus besar.

Dalam penelitian tersebut tidak disebutkan apakah menghindari semua produk hewani dapat mengurangi risiko terkena kanker. Namun, vegetarian terbukti memiliki kadar zat karsinogenik yang berpotensi lebih rendah dalam usus mereka.

Penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa seorang vegetarian memiliki resiko kanker yang lebih rendah, khususnya kanker yang sering terjadi pada wanita, seperti kanker payudara.

Walaupun demikian, bukan berarti Anda tidak sehat bila tidak menjadi seorang vegetarian atau vegan. Demikian halnya, menjadi seorang vegetarian pun memiliki resikonya tersendiri.

Namun, berbagai penelitian menemukan bahwa seorang vegan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kekuranganzat besi. Jadi, pastikan Anda memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi untuk menjaga kesehatan tubuh, baik Anda seorang vegan ataupun bukan.

Memang benar menjadi vegan memiliki risiko kanker lebih rendah. Namun, penyebab kanker ada banyak, lo. Anda harus tetap hati-hati.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar