Sukses

Diare Saat Puasa? Ini Penyebabnya

Mengalami diare saat puasa amatlah mengganggu. Mari kenali apa saja penyebabnya.

Berniat menjalani puasa dengan khusyuk, tapi malah terkena diare? Tentu kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan Anda beribadah di bulan Ramadan. Agar tak terjadi lagi, ketahui apa saja yang menyebabkan Anda mengalami diare saat puasa.

Salah satu masalah kesehatan yang bisa terjadi saat Anda diare adalah badan lemas. Selain itu, Anda juga rentan dehidrasi ketika diare saat puasa. Bila tak segera diatasi dan terus berulang, kondisi ini akan sangat berbahaya bagi tubuh Anda.

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Diare Saat Puasa

Mungkin Anda bingung mengapa bisa muncul diare saat puasa, ketika perut tidak diisi makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Nyatanya, penyebab diare bisa beragam. Berikut ini adalah beberapa penyebab diare saat puasa:

1. Konsumsi Makanan Tertentu

Ini adalah penyebab paling umum dari diare yang dialami kebanyakan orang. Makanan yang Anda makan saat berbuka dan sahur cukup bisa menjadi faktor penyebab Anda mengalami diare.

Selama diare, sebisa mungkin hindari makanan berlemak (gorengan atau bersantan), makanan pedas, atau yang berbumbu tajam.

Artikel Lainnya: Mengungkap Bahaya Diare pada Lansia

2. Infeksi pada Saluran Pencernaan

Infeksi pada saluran pencernaan mungkin terjadi ketika makanan yang Anda santap tidak higienis, sehingga infeksi bisa berasal dari bakteri yang Anda makan.

3. Stres

Terlalu banyak pikiran alias stres juga bisa menjadi faktor Anda mengalami diare. Tak dimungkiri bahwa stres memang bisa memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, salah satunya adalah diare.

4. Perubahan Hormon

Tidak semua orang yang sedang mengalami perubahan hormon akan mengalami diare. Akan tetapi, hal ini memang cukup memengaruhi. Biasanya, orang yang sedang haid mengalami hal ini.

5. Konsumsi Pemanis Buatan

Puasa identik dengan takjil yang manis. Tapi hati-hati, belum tentu pemanis yang digunakan alami dan sehat. Sorbitol dan mannitol, pemanis buatan yang terdapat di permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat menyebabkan diare pada orang sehat.

Sebenarnya diare bisa sembuh sendiri tanpa ada pengobatan. Akan tetapi, jika sudah berlangsung cukup lama dan mengganggu aktivitas Anda, lebih baik jangan tunda untuk berobat ke dokter.

Artikel Lainnya: Kiat Jitu Bebas Dehidrasi saat Puasa

Hal yang sangat penting dalam penanganan diare adalah mempertahankan keseimbangan cairan tubuh yang keluar dan masuk. Setiap kali BAB, langsung berikan minum untuk mengganti cairan yang keluar.

Selain kehilangan cairan, diare juga menyebabkan kehilangan kandungan elektrolit tubuh. Karena itu bila seseorang mengalami dehidrasi dan asupan cairannya kurang, perlu diganti dengan pemberian cairan infus.

Bagi Anda yang mengalami diare saat puasa, periksakan kondisi Anda ke dokter. Konsultasikan juga apakah kondisi Anda layak untuk menjalankan puasa. Karena bagaimanapun juga, kondisi orang bisa berbeda-beda meskipun penyakit yang dideritanya sama.

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Diare Saat Puasa

1. Banyak Minum Saat Buka dan Sahur

Saat diare, cairan tubuh akan keluar cukup banyak. Namun saat bulan puasa, Anda tidak dapat langsung menggantikan cairan yang hilang tersebut.

Oleh karenanya, untuk mengganti dan menyimpan cairan tubuh, saat berbuka dan sahur dianjurkan minum air putih dan atau minuman berelektrolit lainnya guna menggantikan cairan tubuh yang hilang. Larutan oralit sangat dianjurkan untuk dikonsumsi saat diare di bulan puasa.

2. Hindari Buka dan Sahur dengan Makanan Berlemak dan Berminyak

Makanan tinggi lemak dapat memperparah diare dan sakit perut, jadi sebisa mungkin hindari makanan ini untuk menjadi santapan buka puasa atau menu sahur.

Artikel Lainnya: Kembalikan Energi saat Buka Puasa dengan 5 Makanan Ini

Batasi konsumsi lemak kurang dari 15 gram per hari. Selain itu, jika diare yang Anda alami belum sembuh 100%, hindari daging merah, mentega, margarin, produk susu, makanan yang digoreng, makanan cepat saji, makanan kemasan siap makan, dan makanan olahan.

3. Konsumsi Obat Diare

Obat antidiare akan mampu mengurangi gejala, serta mempersingkat lamanya diare sebanyak satu hari. Obat antidiare yang paling sering digunakan adalah loperamide. Obat ini terbukti efektif dan memiliki efek samping yang sedikit.

Loperamide mampu menjadikan kotoran lebih padat dan mengurangi frekuensi buang air besar. Namun, apabila diare telah dirasa tidak kunjung membaik, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar dapat ditangani lebih cepat.

4. Hindari Minuman Manis dan Berkafein

Pada saat diare kondisi tubuh Anda cenderung dehidrasi. Apabila Anda mengonsumsi minuman yang terlalu manis dan berkafein, tubuh akan semakin kehilangan cairan karena kedua sifat minuman ini ialah menarik cairan.

Selain itu, makanan dan minuman manis juga dapat memperburuk kondisi diare. Lebih baik konsumsi air putih dulu sampai kondisi pencernaan benar-benar sembuh.

5. Konsumsi Yoghurt

Mengonsumsi yoghurt secara teratur dapat meningkatkan imunitas, terutama yang berhubungan dengan pencernaan. Sebuah studi menunjukkan, yoghurt dapat mengatasi masalah infeksi pencernaan.

Bakteri probiotik yang terkandung di dalam yoghurt dapat melawan bakteri jahat pada sistem pencernaan dan membantu ‘perjalanan’ makanan di saluran cerna. Yoghurt sebaiknya dikonsumsi pada malam hari sebelum tidur.

Pilihlah yoghurt yang tidak mengandung pemanis buatan, karena yang mengandung pemanis buatan justru akan memperparah diare. Namun, jika Anda sering diare atau diare lebih parah ketika mengonsumsi susu atau produk olahan susu, bisa jadi Anda mengalami intoleransi laktosa.

Apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai diare atau pola hidup sehat saat puasa, silakan bertanya langsung kepada dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar