Sukses

Nyeri Dada karena Sakit Jantung dan Asam Lambung, Ini Bedanya

Nyeri dada identik dengan sakit jantung. Tapi tahukah Anda gangguan asam lambung juga dapat menyebabkan keluhan serupa?

Klikdokter.com, Jakarta Nyeri dada merupakan keluhan yang patut Anda waspadai. Pasalnya, serangan jantungmemiliki gejala berupa nyeri dada. Namun, tidak semua nyeri dada disebabkan olehsakit jantung. Penyebab lain nyeri dada adalah gangguan asam lambung atau dikenaldengan istilah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Apakah beda gejala nyeri dikedua penyakit tersebut?

Sakit jantung dan asam lambung

Serangan jantung adalah kondisi kesehatan akibat penyumbatan pembuluh darah arteri koroner. Pembuluh darah ini berfungsi untuk mengalirkan darah ke jantung, dan menjaganya tetap hidup dengan pasokan energi dan oksigen.

Ketika pembuluh arteri koroner tersumbat, aliran darah ke bagian otot jantung juga akan hilang. Kondisi tersebut yang dapat menyebabkan serangan jantung. Tak main-main, serangan jantung dapat menyebabkan jantung berhenti. Seseorang dengan serangan jantung biasanya mengalami keluhan nyeri dada, sesak napas,bahkan bisa mengalami kematian.

Namun, serupa dengan sakit jantung, penderita gangguan asam lambung GERD juga dapat mengalami nyeri dada. GERD terjadi ketika asam lambung kembali masuk ke dalam saluran kerongkongan.

Keluhan yang dirasakan pada kasus GERD dikenal dengan istilah heartburn. Ini adalah sensasi dengan sifat yang membakar berada di daerah ulu hati yang menjalar ke atas.

1 dari 2 halaman

Ini cara membedakannya

Lalu bagaimana membedakan dua penyakit dengan gejala nyeri dada ini? Apakah ada ciri khas dari kedua penyakit ini yang dapat membantu membedakan kedua penyakit ini? Mari simak ulasannya.

1. Sifat nyeri yang berbeda

Sifat nyeri dari kedua penyakit ini berbeda. Pada serangan jantung, nyeri dada terasa pada dada bagian kiri, yang menekan dan menjalar ke tangan kiri. Adapun pada kasus GERD, terdapat sensasi nyeri ulu hati atau terbakar.

Nyeri ulu hati pada GERD umumnya terjadi sesaat setelah makan. Asam lambung yang kembali ke atas dapat mencapai bagian kerongkongan yang lebih tinggi, bahkan sampai ke bagian belakang mulut yang menyebabkan keluhan ujung lidah terasa asam. Gejala lain dari penyakit asam lambung adalah adanya mual, kembung, dan bersendawa.

Walaupun demikian, terkadang sulit untuk mengetahui apakah gejalanya disebabkan oleh serangan jantung atau asam lambung. Dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan penyebab dari keluhan nyeri dada ini.

2. Perhatikan gejala penyerta

Nyeri dada biasanya bukan merupakan gejala satu-satunya yang timbul. Selain keluhan nyeri dada, Anda juga perlu memperhatikan berbagai gejala penyerta yang ada. Pada serangan jantung, nyeri dada dapat disertai dengan keluhan seperti sesak napas, keringat dingin, atau rasa tercekik. Sementara pada GERD, keluhan penyerta berupa perut terasa begah, mual, dan berserdawa.

3. Membaik dengan obat yang berbeda

Nyeri dada pada serangan jantung dapat membaik dengan obat golongan nitrat yang diletakkan di bawah lidah. Karena itu, bagi Anda yang memiliki riwayat serangan jantung, lebih baik mempersiapkan obat golongan ini untuk mengurangi keluhan nyeri dada.

Adapun keluhan asam lambung membaik dengan obat yang bekerja dengan menetralkan asam lambung, misalkan obat golongan antasida.

4. Kenali karakteristik pasien

Selain karakteristik nyeri dada yang berbeda, hal lain yang dapat digunakan untuk membedakan penyebab dari nyeri dada adalah kondisi pasien. Penyakit jantung koroner dapat terjadi pada seorang dengan beberapa faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, kolesterol tinggi, dan obesitas.

Sementara itu, faktor risiko untuk terjadinya GERD adalah obesitas, kehamilan, dan makan dalam porsi besar lalu berbaring.

Kini Anda dapat lebih jeli dalam menentukan penyebab dari keluhan nyeri dada, apakah karena sakit jantung atau asam lambung. Namun, untuk memastikannya ada baiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan diagnosis yang tepat. Untuk mencegah dua penyakit ini menghampiri, senantiasa terapkan pola hidup sehat dan seimbang.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar