Sukses

Sakit Mag Tak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

Umumnya mag tidak berbahaya, hanya saja bisa sangat mengganggu. Lantas, jika sakit mag tak kunjung sembuh, apa penyebanya?

Klikdokter.com, Jakarta Mag (dispepsia) atau sering juga disebut maag, merupakan kondisi yang sering dikeluhkan. Walau kebanyakan orang tidak mencari pertolongan medis untuk kondisi ini, diperkirakan kurang lebih 25 persen populasi mengalaminya. Umumnya, mag tidak berbahaya, hanya saja bisa sangat mengganggu penderitanya. Lantas, bagaimana jika sakit mag tak kunjung sembuh, apa penyebabnya?

Beberapa keluhan yang sering dialami penderita mag adalah:

  • Nyeri
  • Sensasi terbakar
  • Ketidaknyamanan di ulu hati
  • Mudah merasa kenyang saat makan
  • Perut kembung
  • Serdawa atau buang gas
  • Mual

Mengapa mag bisa terjadi?

Lambung menghasilkan asam lambung yang berguna untuk membantu pencernaan makanan. Pada beberapa kasus, asam lambung yang dihasilkan akan mengiritasi permukaan dalam lambung, sehingga menimbulkan nyeri, sensasi terbakar, atau rasa tak nyaman yang khas di ulu hati.

Hal tersebut mungkin terjadi akibat produksi asam lambung yang berlebihan, atau bisa juga karena lapisan lambung yang terlalu sensitif. Setelah makan, lambung cenderung meregang, yang mana kondisi ini bisa ciptakan nyeri.

Penyebab mag ada banyak sekali. Namun pada kebanyakan kasus (hampir 60 persen), penyebab pastinya tidak diketahui. Kondisi itu dikenal sebagai dispepsia fungsional.

Penyebab lain mag adalah ulkus pada lambung (sekitar 15-25 persen kasus), refluk gastroesofagus atau GERD (5-15 persen kasus), atau bisa juga akibat kondisi serius seperti kanker lambung atau kanker esofagus (kasusnya kurang dari 2 persen). Ada juga penyebab lainnya yang lebih jarang ditemui, misalnya akibat pengaruh obat, pankreatitis, dan masalah pada saluran empedu.

Penderita mag sering kali hanya bergantung pada obat-obatan untuk meredakan keluhan. Padahal, obat-obatan hanya berfungsi menurunkan produksi asam lambung. Keluhan akan terus muncul apabila tidak disertai perubahan gaya hidup, terutama pola makan.

Umumnya, pemicu mag adalah makanan yang pedas, asam, atau berminyak. Meski begitu, pemicu bisa berbeda-beda pada masing-masing orang. Jadi, kenali dan hindari pemicu mag Anda.

1 dari 2 halaman

Tips mencegah sakit mag kambuh

Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang tinggi serat, yang gunanya adalah membantu pengosongan usus dan memastikan pencernaannya lebih lancar. Sertakan buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan whole grain dalam piring makan Anda sehari-hari.

Anda juga disarankan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering. Daripada makan besar tiga kali sehari, cobalah “mencicilnya” menjadi empat atau lima kali sehari dengan porsi lebih sedikit.

Selain itu, perbanyak minum air putih untuk membantu pencernaan. Hindari minuman bersoda, berkafein, dan beralkohol.

Bagi penderita mag, Anda sebaiknya berhenti merokok. Jika kehidupan Anda sehari-hari kerap diselimuti stres dan cemas, cobalah belajar teknik menenangkan diri misalnya dengan meditasi, atau sekadar melakukan hobi.

Kelebihan berat badan juga dapat memicu keluhan sakit mag. Ini terjadi akibat peningkatan tekanan dalam perut terutama setelah makan. Kenali berat badan ideal Anda dan pastikan Anda mencapainya dengan konsumsi makanan sehat bergizi seimbang dan rutin olahraga.

Apabila perubahan gaya hidup di atas sudah dilakukan tetapi keluhan mag tak juga membaik, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Begitu juga ketika keluhan tak mereda sama sekali setelah 7-10 hari konsumsi obat.

Tanda bahaya yang perlu diwaspadai adalah mag yang tak kunjung membaik juga disertai hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, muntah, kesulitan menelan, perdarahan saluran cerna (dapat berupa muntah darah, atau feses kehitaman), anemia, serta kekuningan pada mata dan kulit. Segera cari bantuan medis jika mengalami tanda-tanda ini. Bisa jadi sakit mag Anda disebabkan oleh kondisi medis yang lebih serius.

Penyebab sakit mag tak kunjung sembuh bisa jadi karena Anda hanya mengandalkan obat-obatan dan tidak melakukan perubahan pola hidup. Skenario terburuknya adalah mag disebabkan oleh kondisi kesehatan yang lebih serius. Agar lebih pasti, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter jika mendapati gejala-gejala yang menurut Anda tak biasa.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar